Tujuh Kabupaten Di Kalteng Terdampak Bencana Banjir

Print Friendly, PDF & Email

SuaraKalimantan.com, Palangka Raya

Akibat hujan dengan intensitas cukup tinggi mengakibatkan bencana banjir melanda di 7 Kabupaten yaitu Kabupaten Lamandau, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kabupaten Seruyan, Kabupaten Pulang Pisau, Kabupaten Gunung Mas dan Kabupaten Katingan.

“Bencana banjir yang ada dan terjadi di 7 Kabupaten di Kalteng yaitu, sebanyak 23 Kecamatan dan 123 Kelurahan/Desa dengan jumlah 12.006 Kepala Keluraga (KK) dan 17.759 jiwa yang terdampak dan sebanyak 109 KK dan 49 jiwa yang mengungsi,“ Demikian di kata oleh        Plt. Kepala Pelaksana BPBPK Provinsi Kalimantan Tengah (Prov.Kalteng) Erlin Hardi, Senin (30/8/2021), ketika di konfirmasi melalui aplikasi WhastApp.

Erlin Hardi menjelaskan secara detail untuk bencana banjir di Kabupaten Lamandau terjadi di Kecamatan Bulik Timur, Kecamatan Belantikan Raya dan Kecamatan Bulik.

Kabupaten Kotawaringin Timur di Kecamatan Telaga Antang, Kecamatan Mentaya Hulu, Kecamatan Bukit Sentuai, Kecamatan Antang Kalang dan Kecamatan Tualan Hulu.

Kabupaten Gunung Mas terjadi di Kecamatan Kahayan Hulu Utara, Kecamatan Damang Batu, Kecamatan Kahayan Hulu, Kecamatan Tewah dan Kecamatan Kurun.

Baca Juga:  Tertangkapnya Inisial (M) Oleh Satreskrim Polres Kotabaru; Saksi Inisial HH Ikut Terseret

Kabupaten Katingan terjadi di Kecamatan Katingan Tengah, Kecamatan Sanaman Mantikei, Kecamatan Marikit, Kecamatan Pulau Malan, Kecamatan Petak Malai, Kecamatan Tewang Sangalang Garing dan Kecamatan Katingan Hilir.

Kabupaten Seruyan terjadi di Kecamatan Seruyan Tengah dan Kecamatan Seluluk. Kabupaten Pulang Pisau terjadi di Kecamatan Banama Tingang dan Kotawaringin Barat terjadi di Kecamatan Arut Utara.

Akibat banjir yang terjadi ini telah merendam rumah-rumah warga, fasilitas umum seperti jalan dan jembatan.

Selain itu terdapat juga perkantoran, rumah ibadah, sekolah dan fasilitas kesehatan lainnya.

Untuk kendala yang dihadapi saat ini, beberapa titik akses jalan yang terputus dan hanya dapat menggunakan perahu kecil/getek bagi pengguna jalan.

Jarak tempuh antar Desa terdampak banjir yang cukup jauh sekitar 2-3 jam dan juga terkendala di jaringan signal telekomunikasi.

Kebutuhan yang mendesak dan sangat dibutuhkan pada saat ini yaitu air bersih, sandang, pangan, kesehatan, kebutuhan bayi/anak kecil dan wanita.

“Kondisi warga yang terdampak banjir pada saat ini, sebagian warga telah mengungsi ke rumah sanak keluarganya dan juga ada yang mengungsi ke Kantor Camat/BPBD setempat. Dari pihak Kecamatan dan Tim Medis melakukan pemantauan kesehatan terhadap warga. Selain itu, di beberapa Desa yang terdampak banjir, air sudah mulai surut dan juga masih ada Desa yang mengalami kenaikan debit air,“ Pungkas Erlin Hardi.

Baca Juga:  Pilkada Tanbu 2020,Partai Gelora Berikan Dukungan Untuk SHM-MAR

Yohanes Eka Irawanto, SE





Tinggalkan Balasan

Scroll to Top