Dua Lembaga Survei Asing Sebut Paslon 02 Prabowo-Gibran Ungguli Paslon 01 dan 03

Print Friendly, PDF & Email
Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia, Pemilu 14 Februari 2024

Jakarta; suarakalimantan.com || Pemilihan presiden (pilpres) RI menarik minat lembaga asing. Beberapa bahkan ikut melakukan survei, tentang calon presiden (capres) mana yang mungkin akan memenangkan pemilu. Demikian hasil lembaga survei pilpres yang dilakukan dua lembaga. Pertama Roy Morgan Research dan media internasional The Economist.

Sebagaimana diketahui ada tiga pasangan calon (paslon) yang bertanding. Capres Anies Baswedan bersama calon wakil presiden (cawapres) Muhaimin Iskandar (Cak Imin), lalu capres Prabowo Subianto bersama cawapres Gibran Rakabuming Raka, dan terakhir capres Ganjar Pranowo dan cawapres Mahfud MD.

Lalu berdasarkan survei keduanya, siapakah yang mendapatkan suara terbanyak? Capres mana yang menjadi pemenang pilpres?

Berikut rangkumannya, Rabu (7/2/2024).

Roy Morgan Research

Lembaga riset asal Australia, Roy Morgan Research, kembali merilis hasil surveinya terkait pemilihan presiden (pilpres) RI 2024. Dalam survei itu, Roy Morgan menyebut potensi pilpres satu putaran.

Dalam survei ditemukan bahwa calon presiden (capres) nomor urut 2, Prabowo Subianto, memperoleh suara sebesar 43%, naik 13% poin sejak kuartal September 2023. Ia bahkan disebut lembaga itu “berada di ambang kemenangan dalam pilpres putaran pertama”.

“Prabowo memiliki keunggulan besar atas penantangnya Ganjar Pranowo dengan perolehan 30% (turun 8% poin) dan Anies Baswedan dengan 24% (turun 1% poin) yang keduanya masih bersaing untuk menempati posisi kedua,” tulis lembaga tersebut akhir pekan.

“Namun hal tersebut mungkin tidak cukup untuk menghalangi kemenangan Prabowo pada pemungutan suara putaran pertama pada 14 Februari 2024,” tambahnya.

“Hanya 3% (turun 4% poin) pemilih di Indonesia yang tidak dapat memilih kandidat mana pun,” ujar lembaga itu lagi.

Lembaga menjabarkan secara geografis, Prabowo kini telah memimpin di semua pusat populasi utama di seluruh Indonesia. Prabowo memimpin dengan kuat di pulau Jawa yang paling padat penduduknya di Indonesia dengan dukungan 41%, unggul 8% dari Ganjar (33%) dan 16% poin di atas Anies (25%).

“Namun, di Jawa Tengah (Jawa Tengah), provinsi asal Ganjar, kandidat dari PDI-P ini tetap unggul dengan perolehan suara sebesar 56%, jauh di atas Prabowo (40%) dan Anies tertinggal jauh dengan hanya memperoleh 4%,” jelas Roy Morgan lagi.

Dipaparkan pula bagaimana Prabowo kemudian memiliki keunggulan lebih besar di pulau Sumatera yang merupakan pulau terpadat kedua di Indonesia, dengan memperoleh hampir separuh suara dengan 49% suara. Ini hampir dua kali lipat posisi kedua Anies (26%) dan lebih dari dua kali lipat Ganjar (23%).

“Prabowo juga memiliki keunggulan di dua pulau terpadat berikutnya di Indonesia, yaitu Sulawesi dan Kalimantan. Di Sulawesi, Prabowo (56%) di depan Ganjar (24%) dan Anies (17%) dan di Pulau Kalimantan, Prabowo (28%) memimpin Anies (23%) dan Ganjar (14%),” terangnya.

Roy Morgan kemudian juga mengungkap bahwa dukungan terhadap Prabowo melonjak tajam setelah kandidat tersebut memilih Walikota Surakarta (Solo) Gibran Rakabuming Raka sebagai cawapresnya. Disebut pula bahwa ia adalah putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Terpilihnya Gibran oleh Prabowo telah melemahkan dukungan terhadap kandidat PDI-P Ganjar dan juga mengurangi jumlah masyarakat Indonesia yang tidak dapat memutuskan di antara ketiga kandidat tersebut,” ungkap Roy Morgan lagi.

Survei jajak pendapat ini dilakukan setelah ketiga kandidat resmi mengumumkan pasangan calon wakil presiden (cawapres) dan mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk memastikan pencalonannya pada akhir Oktober 2023. Pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar dan Ganjar Pranowo-Mahfud MD resmi mendaftar ke KPU pada 19 Oktober 2023 sedangkan pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming resmi mendaftar beberapa hari kemudian pada 25 Oktober 2023.

Survei sendiri dilakukan pada Desember 2023 terhadap 1.255 pemilih Indonesia berusia 17+. Wawancara tatap muka dilakukan di 17 provinsi, guna memastikan sampel yang mewakili pemilih seimbang secara geografis dan demografis.

The Economist

Baca Juga:  Kejari Kotabaru Sosialisasikan Tentang Pengguna dan Pemusnahan Narkoba

Sementara itu, The Economist, masih terus memperbaruhi pollingnya “Who will be the next president of Indonesia?”. Dalam update Rabu pagi, terlihat bagaimana Prabowo Subianto mendominasi suara dengan median rata-rata 53%.

Data tersebut didapat berdasarkan sampel yang masuk hingga 28 Januari lalu. Sejak Januari 2023 dukungan ke Prabowo terlihat menanjak hingga kini. Suara terendah Prabowo dikisaran 49%. Sementara tertinggi 57%.

Sementara itu Anies Baswedan, mendapat median rata-rata 20%. Suara Anies relatif stabil meski ada kenaikan sedikit di Desember 2023, kala debat capres dimulai. Suara terendah Anies sekitar 14%. Sementara tertinggi 27%.

Gajar Pranowo sendiri di-polling tersebut mendapat media rata-rata suara 19%. Digambarkan dalam grafik, ada penurunan sejak Oktober. Namun suara Ganjar bisa mencapai 23% dalam rentan tertinggi. Meski di rentan terendah 16%.

Mengutip: CNBC Indonesia





1 Habib Aspihani Ideris, S.AP, SH,.MH

Tinggalkan Balasan

Scroll to Top