Rumah Sakit Idaman Banjarbaru Gelar Forum Konsultasi Publik

Print Friendly, PDF & Email

BANJARBARU – Dalam upaya terus menerus meningkatkan layanan kesehatan, Rumah Sakit Idaman Banjarbaru menggelar Forum Konsultasi Publik di Aula Besar RSDI pada Kamis (23/11/23), yang dihadiri oleh Walikota Banjarbaru, Aditya Mufti Ariffin.

Forum ini menjadi bukti nyata dari komitmen bersama pemerintah kota dan Rumah Sakit Idaman Banjarbaru untuk melibatkan masyarakat dalam pembangunan sistem kesehatan yang lebih baik. Walikota Aditya Mufti Ariffin menegaskan pentingnya partisipasi aktif masyarakat dalam merancang program kesehatan yang responsif dan berkesinambungan.

Acara ini tidak hanya menjadi platform informasi mengenai perkembangan rumah sakit, tetapi juga sebagai ajang mendengarkan masukan dan aspirasi masyarakat serta pemangku kepentingan terkait. Dalam suasana dialog yang akrab, perwakilan masyarakat, pengurus rumah sakit, dokter, dan petugas medis terlibat dalam diskusi produktif mengenai isu-isu strategis, mulai dari peningkatan fasilitas kesehatan hingga upaya pencegahan penyakit.

Aditya Mufti Ariffin menyatakan, “Forum Konsultasi Publik ini adalah bukti bahwa setiap suara masyarakat penting dan didengar. Kami ingin memastikan bahwa Rumah Sakit Idaman Banjarbaru tidak hanya memenuhi standar kesehatan, tetapi juga menjadi tempat yang bersahabat dan responsif terhadap kebutuhan warga.”

Baca Juga:  Penandatanganan Fakta Integritas Zona WBK, WBBM, Bandara Udara Gusti Sjamsir Alam Kotabaru

Partisipan memberikan masukan yang bernas terkait kebutuhan kesehatan masyarakat, termasuk saran untuk meningkatkan aksesibilitas pelayanan kesehatan dan program edukasi kesehatan. Diskusi juga mencakup rencana pengembangan fasilitas dan teknologi kesehatan di rumah sakit.

Direktur RSDI, Danny Indrawardhana, menyambut baik kontribusi stakeholder dalam forum ini, menekankan komitmen rumah sakit untuk terus meningkatkan pelayanan sesuai kebutuhan masyarakat.

“Forum Konsultasi Publik ini bukan hanya sarana mendengar suara masyarakat, tetapi juga langkah nyata dalam membangun sistem kesehatan yang inklusif dan berfokus pada kebutuhan masyarakat. Kolaborasi terus-menerus antara pemerintah kota, rumah sakit, dan masyarakat diharapkan membawa dampak positif bagi kesehatan dan kesejahteraan warga Banjarbaru.” (riza) (MedCenBJB)





Tinggalkan Balasan

Scroll to Top