Polres Kotabaru Mengajak Nobar Film Sayap – Sayap Patah, Bioskop NSC Kotabaru

Print Friendly, PDF & Email

 

SUAKA – KOTABARU. Polres Kotabaru mengajak media, Anggota Pengurus Wartawan Indonesia (PWI) Kotabaru, Akademisi, LSM, Ormas, untuk nonton bareng (Nobar) film berjudulkan sayap – sayap patah di bioskop NSC Kotabaru berlokasi desa sungai taib, kecamatan pulau laut utara, kabupaten Kotabaru, Kalsel, Kamis (15/9/2022).

Nobar film yang dibintangi oleh Nicholas Saputra dan Aril Tatum dimulai pukul 16.00 wita, distudio 1 dan studio 2 semua kursi kedua studio terisi semua oleh nobar.

Sebelum nobar, pelaksana telah menyediakan minuman dan makanan ringan sambil menikmati dalam menonton film.

Durasi film selama 1 jam 50 menit, para nobar asyik menikmati alur film, sambil menikmati makanan ringan yang disediakan.

Dalam kisah film telah menceritakan kehidupan seorang anggota polisi sementara istrinya sedang hamil.

Istrinya merasa khawatir atas keselamatan suaminya yang sering jarang dirumah, karena suaminya sering menangani kasus kejahatan.

Dengan kegelisahan seorang istri, iyapun nekat pulang keorang tuanya agar suaminya lebih memperhatikan dirinya, apalagi istrinya sedang hamil.

Baca Juga:  Terpilihnya anggota BPD Desa Sejakah Dapat Bekerjasama Dengan Baik, Proses Berjalan Aman Dan Kondusif

Diakhir kisah film, anggota polisi disendra dan dibunuh oleh teroris yang menjadi tahanan di Mako Brimob.

Sementara suami disendra teroris dan istrinya juga berjuang untuk melahirkan anak pertamanya.

Semoga para peserta nobar bisa mengambil hikmah dibalik alur cerita dan menjadi edukasi dan selalu waspada, baik dimasyarakat sekitar kita.

Kapolres Kotabaru AKBP H. M. Gafur Aditya Siregar, Slk menyapa semua peserta nobar dan para awak media meminta tanggapan terkait kisah film sayap – sayap patah.

Dalam tanggapannya, nobar ini, merupakan ajang silaturahmi semua komponen untuk menyaksikan film sayap – sayap patah yang memberikan inspirasi dimana peristiwa kerusuhan napi teroris terjadi 8 Mei 2018, mengakibatkan 5 petugas densus 88 gugur dalam peristiwa tersebut.

Sambung Kapolres Kotabaru, Film ini dipilih, karena bisa memberikan edukasi kita semua, sebab teroris adalah kejahatan luar biasa, yang tidak hanya harus diberantas, tapi juga harus diwaspadai dan dicegah.

“Salah satu cara mencegah teroris adalah selalu mewaspadai jangan sampai ada yang terpapar paham radikal termasuk anak – anak dan remaja,” harapnya.(wan/dam)





Baca Juga:  Ratusan Rider Ikuti Jelajah Alam Barabai-6 Adventure dan Enduro Seri-2

Tinggalkan Balasan

Scroll to Top