Simak Apa Saja Kegiatan Bhakti Sosial Gereja Katolik RSA Nanga Bulik

Print Friendly, PDF & Email

SuaraKalimantan.com, Nanga Bulik

Mati raga sebagai penghayatan merasakan penderitaan Kristus pada Jalan Salib Kristus yang diprosesikan tiap Jumat Jalan Salib diimplementasikan dalam kegiatan Bakti Sosial diantaranya Sunatan Masal, Pengobatan  dan Penyuluhan Kesehatan gratis kepada masyarakat, demikian di sampaikan oleh Ketua Dewan Paroki Raja Semesta Alam Nanga Bulik Kabupaten Lamandau Provinsi Kalimantan Tengah, Marinus Apau.

Marinus Apau kembali menegaskan, Dewan Paroki Raja Semesta Alam Nanga Bulik, pada Bhakti Sosial Sunatan Masal, Pemeriksaan Kesehatan dan Pengobatan serta Penyuluhan masalah kesehatan Ibu dan Anak di Desa Sungai Buluh, Kecamatan Belantikan Raya Kabupaten Lamandau pada hari Minggu (20/3/2022).

Apau pria dengan sapaan Akra nya ini mengajak Umat di Gereja Katolik di Paroki RSA Nanga Bulik untuk lebih dalam lagi menghayati makna Prapaska.

Dirinya mempertegas, bahwa Puasa, Pantang merupakan bentuk matiraga pribadi. Sementara kegiatan Bhakti Sosial merupakan aksi nyata yang dapat dirasakan oleh masyarakat yang benar-benar membutuhkan pertolongan adalah bentuk matiraga komunal.

Baca Juga:  Pemaparan Hasil Kinerja Kejaksaan Negeri Kabupaten Kapuas Tahun 2020

Ketua Panitia Bhakti Sosial Thomas Salu dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan dilaksanakan satu hari penuh, didukung oleh Pastor Adelis Yonas, OFM, Cap, 3 orang Dokter masing-masing dr.Mardoni Setiawan (ahli bedah) dr.Paulus Arif Budiman (dokter anak) dr.Amelia A. Badri (dokter umum), 25 tenaga medis, 5 orang Suster konggregasi SSpS, dan Komka Santo Rafael.

Rombongan dengan 10 mobil berangkat dari Pusat Paroki Nanga Bulik pukul 06.30 Wib dan tiba di Desa Sungai Buluh pukul 09.15 Wib , sempat terkendala dijalan karena jalan sangat licin.

Sementara itu Ketua BPD Desa Sungai Buluh Hariyanto atas nama masyarakat menyampaikan ucapan terimakasih kepada Tim Medis Panitia Paskah Gereja Katolik RSA Nanga Bulik yg sudah membantu melayani  masyarakat Desa Sungai Buluh dalam pengobatan gratis tanpa membeda-bedakan agama dan berharap dapat dikunjungi lagi pada masa yang akan datang.

Data yang sempat dilayani oleh Panitia Bhakti Sosial adalah sebagai berikut :

(1). Pemeriksaan kesehatan dan pengobatan 192 pasien, (2). Pelayanan Sunat 26 pasien.

Baca Juga:  Usai Pilpres, GMI Kalsel Adakan Rapat Restrukturisasi Kepengurusan

Yohanes Eka Irawanto, SE





Tinggalkan Balasan

Scroll to Top