Video Viral Hina Kalimantan, HMI Kota Banjarmasin Lapor Ke Polda Kalsel Dan Datangi Fraksi PKS Kota Banjarmasin

Print Friendly, PDF & Email

Kabar Nusantara Post, Banjarmasin – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kota Banjarmasin bersama Badko HMI Kalselteng melaporkan Edy Mulyadi ke Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kalsel, atas video viral yang dinilai mengandung ujaran kebencian, Senin (24/01/2022) pagi.

Dari video viral tersebut diketahui Edi Mulyadi mengatakan bahwa Kalimantan adalah tempat jin buang anak serta pasar IKN adalah kuntilanak dan genderuwo.

Ketua Bidang PTKP Badko HMI Kalselteng Roy Prayoga mengatakan pihaknya ke Ditreskrimsus Polda Kalsel untuk menyampaikan aspirasi mewakili masyarakat.

“Sangat disayangkan pernyataan tentang Kalimantan yang akan menjadi Ibu Kota malah dibilang tempat jin buang anak, itu sangat menyakiti kami selaku masyarakat Kalimantan,” ucap Roy Prayoga.

Roy juga menegaskan bahwa pihaknya menuntut agar ucapan Edy yang menyakiti hati Masyarakat Kalimantan itu dapat diproses secara hukum yang berlaku di Indonesia.

“Jangan sampai kasus ini berakhir hanya dengan permintaan maaf formalitas atau matrai sepuluh ribu, namun harus diproses secara hukum karena ucapannya sudah masuk ujaran kebencian dan rasis,” tegas Ketua Bidang PTKP Badko HMI Kalselteng.

Baca Juga:  Wakapolda Kalsel Hadiri Apel Kasatwil 2020 di Mabes Polri

Untuk diketahui, Edy melanggar ujaran kebencian yang diatur dalam Pasal 28 ayat (2) UU ITE dan Pasal 156 KUHP.

Selain itu, setelah melaporkan ke Ditreskrimsus Ketua HMI Cabang Banjarmasin Nurdin Ardalepa beserta anggotanya juga langsung mendatangi Fraksi PKS Kota Banjarmasin untuk mempertanyakan sikap mereka atas kejadian tersebut.

“Kami datang ke Fraksi PKS hari ini untuk meminta pernyataan resmi terhadap PKS yang ada di kota Banjarmasin,” ucap Nurdin Ardalepa didampingi Sekretaris Umum HMI Cabang Banjarmasin Septiana Agustian Sukma.

“Mengingat tentu video yang viral ini akan bersangkutan karena yang menolak soal IKN hanya satu partai yaitu PKS” lanjutnya.

Ia menjelaskan hasil dari pertemuan tersebut bahwa memang benar PKS Kota Banjarmasin tidak tahu menahu siapa itu Edy Mulyadi dan merasa dirugikan dengan adanya video tersebut.

“Dengan begitu kami bersama sama PKS sepakat untuk menjaga perdamaian dan mencegah kegaduhan terkait adanya video yang viral tersebut,” pungkasnya. (Faisal)





Tinggalkan Balasan

Scroll to Top