PT AGM dan PT TCT Akhiri Sengketa

Print Friendly, PDF & Email

Suarakalimantan.com – LSM Kelompok Pemerhati Kinerja Aparatur Pemerintah dan Parlemen (KPK-APP) Kalsel menyambut positif dan mengapresiasi adanya kesepakatan antara PT Antang Gunung Meratus (AGM) yang kembali memasok 500 ribu metrik ton batubara untuk Pembangkit Tenaga Listrik Uap (PLTU) PT PLN dengan menggunakan jalur logistik PT Tapin Coal Terminal (TCT).

Berdasar hasil observasi Investigasi beberapa LSM di Kalimantan Selatan, sejak PT AGM dengan PT TCT di Kabupaten Tapin beberapa bulan terakhir ini berselisih yang berbuntut di police line nya jalan angkutan khusus batubara (Haulling) Km 101 Suato Tatakan Kabupaten Tapin yang berdampak pada berhentinya aktivitas para sopir angkutan batubara dan tongkang mitra kedua belah pihak.

Diketahui, Aliansyah, selaku ketua KPK-APP Kalsel getol melakukan advokasi untuk menyuarakan tuntutan para sopir, pekerja tongkang dan tambang yang terdampak itu dengan melakukan pendampingan di setiap aksi yang dilakukan oleh para sopir dan pekerja terdampak penutupan jalan haulling KM 101 Tapin itu.

Menurut Aliansyah,“Kami menyambut baik dan mengapresiasi kepada semua pihak yang telah bersama sama berjuang sehingga terjadinya kesepakatan antara kedua perusahaan yaitu PT AGM dan PT TCT tersebut,”ujar Aliansyah, Sabtu, (22/01/2022).

Baca Juga:  Oknum Satpol PP Tusuk Ketua RT 12 Desa Baharu Utama Pulau Laut Utara

Ia menyampaikan terima kasih kepada PT AGM dan PT TCT yang sama-sama legowo dengan adanya keputusan membuat kesepakatan dari kedua perusahaan itu untuk kembali beroperasi sehingga masyarakat pekerja, sopir dan lainnya dapat beraktivitas kembali sebagaimana yang mereka inginkan selama ini.

“Kami berharap kesepakatan itu pun dapat mengakomodir kepentingan semua pihak sehingga tidak ada lagi yang merasa dirugikan atau dikorbankan,pinta Aliansyah.

Ketua LSM KPK-APP Kalsel Aliansyah lebih lanjut mengatakan, yang lalu biarlah berlalu, tinggal bagaimana sekarang semua fokus untuk bekerja untuk menyelesaikan pekerjaan yang selama ini mungkin tertunda serta merumuskan pekerjaan yang baru.

“Kesepakatan itu sebagai anugrah dari Allah SWT apalagi beberapa bulan kedepan akan tiba bulan suci Ramadhan, jadi kita wajib menghormati semua kesepakatan itu, ujarnya.

Aliansyah mengatakan perselisihan antara PT TCT dengan PT AGM yang berdampak pada stekholder atau masyarakat lainnya itu harus dijadikan pelajaran yang berharga sehingga kedepan apabila terjadi permasalahan harus diselesaikan dengan cara musyawarah mufakat dan bagi para pemangku kebijakan untuk membuat regulasi yang permanen sehingga kejadian serupa tidak terulang kembali khususnya di wilayah Kalimantan Selatan, pungkasnya.

Baca Juga:  Pemerintahan Desa Gunung Ulin Menggelar Penerimaan Calon Aparat Desa Sesuai Perda

Terakhir kami ucapkan terimakasih pada teman-Teman LSM yang ada di Bumi Antasari karena telah bersama sama memperjuangkan hajad hidup masyarakat kita Banua Kalsel khususnya para pekerja baik supir yang sempat tidak bekerja selama dua perusahaan Raksasa ini berselisih paham.

Awal dari kesepakatan ini menurut Aliansyah selaku kordinator demo pihak kami jauh hari sudah melayangkan surat agar kedua perusahaan yang bersengketa segera menepati janji sebagai mana surat yang sudah dikeluarkan oleh Dirjen Minerba pusat.

Kalau perusahaan tidak akan bangkrut karena pemodal beda dengan tenaga kerja yang berjumlah 15 ribuan lebih demi perut orang bisa berbuat nekad apapun yang menjadi resiko beber Aliansyah LSM yang dinilai oleh pekerja bahwa Aliansyah telah berjasa demi kepentingan kami sebagai buruh didua perusahaan tersebut.

Sudah meletakan kepentingan umum diatas kepentingan pribadinya.dengan dimulainya bekerja hari ini Sabtu 22 Januari 2021 tentu merupakan hari yang berbahagia sekali, dan kami sambut dengan gembira kedua perusahaan tersebut sudah akur Kata sopir. (Faisal)

Baca Juga:  Kenapa Islam Dikatakan Teroris dan Agama Kekerasan?

 





Tinggalkan Balasan

Scroll to Top