Uduk : Terima  Kasih Pa Jokowi Kebun Kami Kembali Menghijau 

Print Friendly, PDF & Email

SuaraKalimantan.com, Sukamara

Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) merupakan salah satu Program Strategis Nasional sebagai upaya Pemerintah Pusat melalui Kementerian terkait untuk meningkatkan produktivitas tanaman perkebunan kelapa sawit, salah satunya dengan menjaga luasan lahan, agar perkebunan kelapa sawit dapat dimanfaatkan secara optimal dimasa mendatang oleh pekebun kepala sawit.

Program PSR ini ditujukan untuk membantu pemilik kebun kepala sawit rakyat dalam memperbaharui kelapa sawit mereka sehingga produktif secara berkelanjutan di masa mendatang bisa terjaga dengan baik.

Selain itu, adanya program PSR juga membantu untuk mengurangi risiko pembukaan lahan ilegal. Pekebun tidak harus membuka lahan baru untuk menanam sawit karena produktivitas lahan sebelumnya masih terjaga.

Program PSR yang di dapatkan oleh warga Kabupaten Sukamara salah satunya adalah Kelompok Tani (Poktan) Sumber Karya Usaha Bersama Desa Kartamulia Kabupaten Sukamara seluas 82 hektar.

Ketua Poktan Sumber Karya Usaha Bersama Desa Kartamulia Uduk mengatakan, bahwa bantuan dari program PSR sudah kami terima dan untuk kelapa sawitnya saat ini sudah mulai tumbuh subur.

Baca Juga:  Soft Launching Program Penyediaan Sarana Dasar Air Bersih di Desa Binaan PT BORNEO INDOBARA

Untuk bantuan bibit pohon kelapa sawit yang di tanam sebanyak 144 pokok batang pohon sawit dalam setiap hektarnya.

Selanjutnya ada 6 pokok batang pohon sawit yang di cadangkan untuk penyulaman siapa tau ada yang tidak subur dan atau mati pada saat pemeliharaan.

Kami juga mendapatkan bantuan berupa pupuk, herbisida dan peralatan penunjang pertanian dan juga besaran dana 30 juta rupiah per hektarnya.

Ketua juga menjelaskan, semoga saja dengan bantuan program PSR ini akan merubah nasib kami sebagai pekebun sawit yang sukses dimasa mendatang.

Sebab jika melihat dari pertumbuhan pohon sawitnya sangat lah di yakini ada perbedaan kearah yang lebih baik lagi. Karena bibit pohon sawitnya juga di beli di pembenihan sawit yang memiliki sertifikasi yang jelas juga.

“Jika dulu bibit sawit yang kami tanam itu tanpa sertifikasi sama sekali sehingga tidak ada jaminan akan tumbuh subur dan  berbuah sesuai yang di harapkan,” tutur Uduk di amini, Sekretaris, Bendahara dan anggota kelompok yang ada, pada Jum’at (12/11/2021).

Baca Juga:  Kabut Asap Mulai Selimuti Kota Rantau

Ketua kembali menegaskan, dengan bibit pohon sawit yang bersertifikat ini tentunya minyak sawit akan turut serta memenuhi standarnya. Sehingga mau di jual buahnya keperusahaan sekali pun sudah jelas buah yang berkualitas tinggi.

“Terima kasih kepada Pa Presiden Rl ( Pa Jokowi-red)  yang telah memberikan kepercayaan kepada kami sebagai kelompok penerima bantuan Saat ini kebun kami mulai hijau kembali,” pungkas Ketua Poktan Sumber Karya Usaha Bersama Desa Kartamulia Uduk, mengakhiri obrolannya.

Yohanes Eka Irawanto, SE





Tinggalkan Balasan

Scroll to Top