Peduli Lingkungan Kepala BPDASHL Kahayan Tanam Mangrove 

Print Friendly, PDF & Email

SuaraKalimantan.com, Sukamara

Kegiatan Penanaman Mangrove Bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, Pemerintah Daerah Sukamara dan Kelompok Masyarakat Dalam rangka kegiatan padat kaya percepatan rehabilitasi mangrove (PKPRM) telah selesai dilaksanakan pada Kamis (11/11/2021), berlokasi di Desa Sungai Pasir Kecamatan Pantai Lunci Kabupaten Sukamara Provinsi Kalimantan Tengah.

Dalam wawancara khusus awak media ini bersama Kepala Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDS-HL) Kahayan Palangka Raya, Supriyanto Sukmo Sejati mengatakan, Saya secara pribadi dan kedinasan sangat peduli sekali dengan Lingkungan.

Berkaitan dengan kepedulian Lingkungan ini maka dari pada itu saya bersama rombongan dari BPDAS-HL dan KLHK, ikut serta pada kegiatan tanam perdana mangrove di Desa Sungai Pasir.

Begitu juga ucapan terima kasih tidak terhingga kepada Bupati, Wakil Bupati, Kepala Dinas LH, TNI, Kepolisian, Kelompok masyarakat dan juga undangan lainnya serta para siswa sekalian telah hadir dalam kegiatan Penanaman Mangrove kali ini.

“Terus kita pupuk bersama komitmen peduli dengan lingkungan sekitar kita ada atau tidak adanya program bantuan dari Pemerintah di masa mendatang,” Tegas Sukmo pria dengan panggilan kesehariannya ini.

Baca Juga:  Usai Paripurna Hak Angket Dewan Berujung Ricuh

Sukmo juga mengatakan, Penanaman Mangrove di tahun 2021 ini juga merupakan program lanjutan dari tahun 2020 yang lalu.

Untuk diketahui tegas Sukmo, bahwa tahun anggaran 2021 ini di Desa Sungai Pasir Kecamatan Pantai Lunci ini mendapatkan bantuan program penanaman mangrove dengan lima kelompok masyarakat, untuk luas tanam 20 hektar perkelompok maka total luas tanam mangrove 100 hektar.

Sukmo kembali menuturkan, bahwa pendanaan penanaman mangrove ini langsung kerekening kelompok masyarakat dengan pola kerja padat karya.

“Program penanaman mangrove yang bersumber dari dana APBN ini merupakan wujud kepedulian pelestarian Lingkungan dari Pemerintah Pusat,” ungkap Sukmo Sejati.

Selain itu juga bahwa program penanaman mangrove yang dikucurkan oleh Pemerintah Pusat melalui KLHK ini merupakan konsep pemulihan ekonomi nasional (PEN) akibat adanya pandemi COVID 19.

Sukmo sebelum mengakhiri obrolannya bersama awak media online SuaraKalimantan.com, sangat Mengharapan komitmen kinerja kelompok masyarakat penerima program bantuan penanaman mangrove terus di jaga agar target sesuai perencanaan bisa tercapai secara maksimal pula.

Baca Juga:  PDAM Kapuas Bagikan Ribuan Masker

Sukmo juga berpesan agar tanaman mangrove terus dilestarikan sepanjang masa karena sangat di yakini tanaman mangrove merupakan investasi kesejahteraan masyarakat di masa mendatang.

Yohanes Eka Irawanto, SE





Tinggalkan Balasan

Scroll to Top