Bang Dhin Sesalkan Peresmian Jembatan Alalak Tak Maksimalkan EO Lokal

Print Friendly, PDF & Email
Jembatan Alalak/Poto Istimewa

Suarakalimantan.com – Banjarmasin. Antusias warga Banjarmasin dan Kabupaten Batola menyambut peresmian Jembatan Alalak mulai menimbulkan kekecewaan. Peresmian yang rencananya dilakukan Kamis, 21 Oktober 2021 mendatang oleh Presiden RI Joko Widodo, persiapannya menuai tanya.

Ada hal apa,? Beredar kabar, untuk persiapan acara peresmian memakai jasa event organizer (EO) dari luar Kalsel. Padahal, di Banua sendiri tak kurang sumber daya lokal yang bisa meng-handle kegiatan berskala nasional.

Kabar itu disampaikan Wakil Ketua DPRD Kalsel M.Syaripuddin, setelah ia menerima keluhan dari EO lokal.

Bang Dhin, begitu dia kerap disapa, mengatakan informasi tersebut tentu membikin sesak pelaku industri EO di daerah.

“Ada kekecewaan, wajar lah. Kalau ada yang mampu menangani dari sumber daya lokal, mengapa harus EO luar,” kata Bang Dhin, dalam siaran pers nya, yang diterima media ini melalui pesan whatsApp Senin, (18/10/2021) malam.

Kenyataannya, tambah Wakil Ketua Kadin Kalsel ini, di Banua ada EO yang biasa meng-handle untuk acara level presiden. Beberapa kali, saat Jokowi ke Kalsel menggunakan EO lokal.

Baca Juga:  Bupati Kukuhkan Bunda Baca Tanah Bumbu, Launching iTanbu

“Namun, kenapa dalam peresmian Jembatan Alalak, jembatan kebanggaan baru warga Banua ini, EO lokal tak dimaksimalkan,” ucapnya dengan nada tanya.

Semestinya, lanjut dia, jika pun memakai EO luar, tetaplah melibatkan EO lokal. “Jika tidak, ini kan tak sesuai dengan semangat Presiden RI untuk meningkatkan industri kreatif lokal,” cetus Bang Dhi.

Ia memahami, pembangunan jembatan tersebut memang program dan proyek pusat. Termasuk anggarannya. Namun, mestinya juga harus melibatkan peran serta daerah. “Sehingga kesan sentralitasnya menjadi hilang,” pungkasnya. (Red)





Tinggalkan Balasan

Scroll to Top