Empat Desa Jadi Lokus Penanganan Stunting 2022

Print Friendly, PDF & Email

SuaraKalimantan.com, Sukamara

Pemerintah Kabupaten Sukamara Kalimantan Tengah sangat serius menangani stunting, bahkan menetapkan empat desa sebagai prioritas penanganan meski status stunting di daerah tidak terlalu tinggi.

“Permasalahan stunting ini tetap menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Sukamara,” Jelas Bupati Sukamara,          H. Windu Subagio di Sukamara, akhir pekan ini.

Berdasarkan data pada tahun 2020 lalu, prevalensi stunting di Kabupaten Sukamara masih berada di bawah prevalensi Provisi Kalimantan Tengah dan prevalensi nasional yakni sebesar 16,27 persen.

Berdasarkan hasil survei Status Gizi Balita pada tahun 2019, prevalensi stunting Indonesia tercatat sebesar 27,67 persen. Angka itu masih di atas standar yang ditetapkan oleh WHO bahwa prevalensi stunting di suatu negara tak boleh melebihi 20 persen.

Pencegahan dan penanganan penyakit gagal tumbuh pada anak yang dipicu kekurangan gizi ini menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Sukamara.

“Hasil analisa, ditetapkan empat lokus penanganan percepatan penurunan stunting di wilayah Kabupaten Sukamara yang akan mulai dilaksanakan pada 2022 nanti,”Jelas H. Windu Subagio.

Baca Juga:  Menang Putusan di PN Banjarmasin, P3HI Berencana Polisikan Abdullah CS

Empat lokus tersebut yaitu Desa Pulau Nibung Kecamatan Jelai, Desa Jihing dan Desa Pampaning Kecamatan Balai Riam serta Desa Sukaraja Kecamatan Sukamara.

Bupati kembali menegaskan, empat desa tersebut menjadi prioritas dalam penanganan percepatan penurunan stunting. Seluruh satuan organisasi perangkat daerah akan bersinergi menjalankan program sesuai bidang masing-masing untuk diarahkan membantu program tersebut.

Windu memerintahkan kepada seluruh Kepala Perangkat Daerah, para Camat, unsur Pemerintah Desa, pihak swasta dan seluruh komponen masyarakat untuk bersama-sama bersinergi dalam melakukan aksi secara komprehensif sebagai upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Sukamara.

Upaya-upaya yang dilakukan meliputi aspek komitmen pimpinan daerah, aspek fungsi dan perubahan perilaku, aspek konvergensi, koordinasi dan konsolidasi antara stakeholder, aspek ketahanan pangan dan gizi, serta aspek pemantauan dan evaluasi.

“Semua Langkah yang kita rencanakan dan laksanakan tentu akan di selaraskan dan sejalan dengan strategi nasional penanggulangan stunting. Saya berharap dukungan kita semua agar ini bisa berjalan sesuai harapan bersama,” Pungkas H. Windu Subagio.

Baca Juga:  Milad ke-74, HMI Adakan Doa Tolak Bala. Walikota Banjarmasin: HMI Hadir Mencetak Kader Berkualitas Insan Cita

Yohanes Eka Irawanto, SE





Tinggalkan Balasan

Scroll to Top