PD KMHDI Kalteng Gelar FGD Bahas Kalteng Krisis Ekologi 

Print Friendly, PDF & Email

SuaraKalimantan.com, Palangka Raya

Krisis Ekologi yang terjadi dalam 10 tahun terakhir ini menjadi pusat perhatian masyarakat Tambun Bungai Kalimantan Tengah, apalagi dengan terjadinya bencana banjir dalam sebulan penuh ini yang melanda sejumlah wilayah yang ada di Kalimantan Tengah, seperti Kabupaten Gunung Mas, Kotawaringin Timur dan Kabupaten Katingan yang mana banjirnya terparah selama ini.

Melihat situasi ini Pengurus Daerah Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia Kalimantan Tengah (PD KMHDI Kalteng) Menggelar FGD SUARA KADER Di Rumah Juang Intelektual KMHDI Kalimantan Tengah, Pada Minggu malam (26/9/2021).

Ini merupakan salah langkah baru yang dilakukan oleh Kader KMHDI untuk menyoroti apa yang sedang terjadi di Bumi Tambun Bungai dalam sepekan terakhir ini.  Seperti tema yang di angkat dalam FGD ini “Kalteng Krisis Ekologi, apa penyebabnya” tentu ini relevan dengan apa yang terjadi saat ini yaitu musibah banjir.

Jonedi selaku Kabiro organisasi PD KMHDI Kalimantan Tengah dan Juga sebagai pemantik sekaligus Pegiat dalam FGD Suara Kader ini menyampaikan bahwa kegiatan ini untuk sama sama kita mendengar, berpendapat dan mengupas bersama pamateri atau pemerhati apa yang menyebabkan Kalteng Krisis Ekologi.

Baca Juga:  Paman Birin Resmikan Bandara Warukin Tabalong

Dalam FGD ini ada sisi pro dan kontra harapannya agar Kader tidak hanya melihat dari satu sisi namun dari berbagai sisi apa yang menyebabkan Kalteng Krisis Ekologi.

Kabiro kaderisasi PD KMHDI Kalteng, Betto, menyampaikan bencana banjir ini jangan di jadikan ajang tahunan namun Pemerintah perlu mencari solusi atas apa yang terjadi Saat ini.

“Jangan mengkambing hitamkan masyakarat atas terjadinya musibah banjir ini, namun Pemerintah perlu mencari solusinya. Banyak faktor penyebab Krisi ekologi di bumi Tambun Bungai diantara adalagi Hutan di hulu sungai sudah gundul, penumpukan sampah di alirkan sungai dan persoalan lainnya.

Tokoh muda Katingan ini sembari mengakhiri obrolannya menyampaikan beberapa Rekomendasi diantaranya :

(1). Perlu nya Normalisasi sungai yang ada di Kalimantan Tengah. (2). Reboisasi kembali hutan hutan Yang ada di hulu sungai. (3). Pemerintah harus membuat suatu kebijakan terkait dengan larangan membuang sampah plastik di sungai.

Kabiro Penelitian dan Pengembangan PD KMHDI Kalteng Asda Prantina Sumoriasopa, menyampaikan bahwa kita jangan sepenuhnya menyalahkan Pemerintah hari ini, karena hal ini terjadi bukan 1 atau 2 tahun namun sudah terjadi belasan Tahun yang lalu, kita Juga harus melihat dari berbagai aspek.

Baca Juga:  DPRD Kotabaru Gelar Rapat Paripurna Usulan Pengangkatan Bupati Dan Wakil Bupati Terpilih Tahun 2020

 

 

Ketua PD KMHDI Kalteng Candra Wardana, mengapresiasi kegiatan ini, Karena kita sebagai Kader KMHDI sudah selayaknya dan sepatunya kita peduli dengan lingkungan kita saat ini.

Jangan Sampai kita sebagai Kader KMHDI bodoh amat dengan musibah yang terjadi saat ini, kira harus menanamkan jiwa senasib sepenanggungan.

Candra kembali mengatakan bahwa bencana banjir yang terjadi tahun ini adalah bukti bahwa terjadinya pengundulan hutan di bagian hulu sungai yang ada di Katingan, Seruyan dan Kotawaringin Timur dan di beberapa wilayah lain.

“Bahwa banjir tidak hanya terlepas dari krisis iklim yang terjadi, namun tak bisa dipungkiri bahwa terjadi deforestasi atau pengundulan hutan di 10 tahun terakhir yang menimbulkan terjadinya kerusakan ekologi di wilayah Kalteng,” Ucapnya panjang lebar.

Terakhir Candra sangat mengharapkan bahwa Pemerintah Daerah harus bijak dalam memberikan Ijin kepada korporasi guna mempertimbangkan keasrian tatanan ekosistem yang kian berkurang akibat krisis ekologi.

Yohanes Eka Irawanto, SE





Tinggalkan Balasan

Scroll to Top