KMHDI Kalteng Salurkan Bantuan Sembako dan Menuntut Pemerintah Serius Tanggapi Krisis Ekologi

Print Friendly, PDF & Email

SuaraKalimantan.com, Palangka Raya

Pimpinan Daerah Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (PD. KMHDI) Provinsi Kalimantan Tengah menyalurkan Bantuan sembako tahap pertama untuk Korban Banjir di Kabupaten Katingan di wilayah Kecamatan Pulau Malan Desa Buntut Bali, pada hari Rabu (8/9)2021.

Ketua Umum PD. KMHDI Kalteng Candra Wardana turun langsung bersama Jajarannya melakukan aksi turun langsung ke lokasi banjir untuk bertemu dengan masyarakat yang terdampak akibat bencana banjir.

“Kami bersama jajaran Pengurus KMHDI Kalteng turun langsung untuk membagikan sembako kepada masyrakat dan sekaligus untuk melihat secara langsung kondisi serta kebutuhan yang mendesak,” Ungkap Candra.

Candra Wardana menambahkan bahwa kegiatan ini adalah tahap pertama untuk penyaluran dan akan ada tahap selanjutnya yang dilakukan oleh KMHDI. Adapun sembako yang disalurkan pada tahap pertama berjumlah 70 paket sembako.

Untuk kondisi akses jalan yang susah dilalui dengan memaksa kami harus menggunakan perahu kecil dan berjalan kaki sepanjang 6 KM di sepanjang ruas jalan dari Kecamatan Tewang Senggalang Garing menuju Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan.

Baca Juga:  RAKORNIS TMMD KE-105 LAKSANAKAN DIRUANG AULA KODAM VI MULAWARMAN BALIKPAPAN TURUT HADIR BUPATI KOTABARU

Candra Wardana kembali menegaskan hal ini merupakan bukti responsif organisasi dalam menanggapi terkait bencana banjir yang terjadi di kalteng, sehingga KMHDI kalteng dan KMHDI se Indonesia turut serta memberikan suport untuk Korban yang terdampak.

Ketua Umum KMHDI Kalteng, Candra Wardana juga menyoroti terkait bencana banjir yang terjadi di beberapa wilayah Kalimantan tengah adalah banjir yang terparah untuk sepanjang bencana banjir di beberapa dekade terakhir.

Ia mengatakan bahwa bencana banjir yang terjadi tahun ini adalah bukti bahwa terjadinya pengundulan hutan di bagian hulu sungai yang ada di Katingan, Seruyan dan Kotawaringin Timur dan di beberapa Kabupaten lain nya.

Ia juga menambahkan bahwa banjir tidak hanya terlepas dari krisis iklim yang terjadi, namun tak bisa dipungkiri bahwa terjadi deforasi atau pengundulan hutan di 10 tahun terakhir yang menimbulkan terjadinya kerusakan ekologi di wilayah Kalteng.

“Pemerintah harus bijak dalam memberikan Ijin kepada korporasi guna mempertimbangkan keasrian tatanan ekosistem yang kian berkurang akibat krisis ekologi,” Pungkas Candra Wardana kepada awak media ini.

Baca Juga:  Meriah...!!! Misa Perayaan Malam Natal Di Gereja Katedral Santa Maria Palangka Raya

Yohanes Eka Irawanto, SE





Tinggalkan Balasan

Scroll to Top