Kesal Tak ada Kabar, Pria di Sleman Lapor ke Polisi

Print Friendly, PDF & Email

SUAKA – JAKARTA. Seorang pria berusia 42 tahun berinisial W yang tinggal di Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta atau DIY terpaksa membuat laporan ke polisi karena diduga menjadi korban penipuan melalui online.

Kejadian bermula saat W pada hari Sabtu 12 Juni 2021 lalu hendak membeli anak bebek yang akan disumbangkannya kepada seseorang.

Lantas, W berinisiatif mencari di mesin pencarian google dan menemukan situs yang menjual bibit ternak unggas milik pelaku.

Tanpa pikir panjang karena niatnya ingin membantu orang lain, W pun melakukan transaksi dengan membeli 50 ekor anak bebek dengan harga Rp12.000 per ekornya.

Pada hari itu juga, terjadilah pembayaran melalui transfer mBanking ke rekening bank yang telah diberikan oleh pelaku. W pun dijanjikan akan dikirimkan anak bebek tersebut pada hari Minggu 13 Juni 2021.

Namun, hingga Minggu 13 Juni 2021 barang yang dijanjikan pelaku tak kunjung datang. W pun berinisiatif untuk menanyakan kapan pengiriman anak bebek tersebut oleh pelaku. Namun, sial yang didapat W. Nomor Whatsapp miliknya malah diblokir oleh pelaku.

Baca Juga:  Diduga Dealer Mitsubishi Gelapkan Empat Ijazah Mantan Karyawan

Hingga Senin 14 Juni 2021 W masih mencoba menghubungi pelaku melalui Short Message Service atau SMS dan telpon dengan maksud menanyakan kapan pengiriman barang pesanannya. Namun, pelaku tidak merespon. W pun menunggu itikad baik dari pelaku agar mengirimkan barang pesannya itu hingga pukul 16:00 WIB melalui SMS. Namun, hingga batas yang ditentukan W pun tidak mendapatkan barang yang telah dipesannya. W pun akhirnya menempuh upaya hukum selanjutnya dengan melapor ke polisi.

Kesal dengan ulah pelaku yang tidak ada kabar W pun terpaksa melaporkan dugaan penipuan melalui online itu ke Polres Sleman pada Senin 14 Juni 2021 jelang Magrib dengan bukti laporan polisi nomor STTLP/806/VI/2021/SPKT/POLRES SLEMAN/POLDA DIY.

Dihubungi terpisah Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Yuliyanto membenarkan telah mendapat laporan dari masyarakat atas hal tersebut.

“Petugas akan memeriksa saksi-saksi dulu, mendalami unsur-unsur pidana yang dilaporkan oleh pelapor,” ujar Yuliyanto.

Mantan Kapolres Sleman itu juga menegaskan, petugas akan menangani setiap pengaduan atau laporan yang datang dari masyarakat secara transparan dan profesional.

Baca Juga:  Menang Putusan di PN Banjarmasin, P3HI Berencana Polisikan Abdullah CS

“Kami akan menangani kasus tersebut secara transparan dan profesional. Hal itu sesuai instruksi dari bapak Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo dan Kapolda DIY Irjen Pol Asep Suhendar guna mewujudkan Polri yang prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan atau Presisi,” ungkap Kombes Yuliyanto. (Witan)





Tinggalkan Balasan

Scroll to Top