SHOPPING CART

close

Viral !!! Aspihani Klarifikasi Video Pembubaran Demontrasi Warga Terdampak Banjir Kalsel

Ideris didampingi Sekjen P3HI Wijiono, beserta sejumlah advokat P3HI lainnya mengklarifikasi atas viralnya beredar video sekelompok orang membubarkan aksi LSM dibawah koordinatoor Aliansyah, Senin (1/2/2021)

Viral…!!! beredar video sekelompok orang membubarkan aksi penyampaian pendapat di muka umum yang di koordinatori oleh tokoh LSM , Aliansyah, S.Pd.I di samping siring Sungai Martapura, depan bekas kantor Gubernur Kalsel lama di titik NOL Kilometer membuat Ketua Umum mengklarifikasinya di Group Whatsapp ADVOKAT P3HI, Selasa Pagi, (2/2/2021).

Keterangan Gambar : Puar Junaidi yang diketahui menjabat sebagai Koordinator Bappilu Partai Golkar Kalsel marah-marah sambil sesumbar bekecak pinggang disaat membubarkan rencana aksi demontrasi warga terdampak banjir Kalsel dan saat itu Muhammad Arsyad salah satu advokat P3HI yang bertugas mendampingi klien melerai dan mendinginkan suasana keributan yang ada, Senin (1/2/2021).

Berikut isi klarifikasi dan himbauan yang disampaikan Aspihani Ideris atas viralnya video pembubaran aksi penyampaian pendapat dimuka umum yang dihadiri oleh ratusan massa dari warga yang terdampak Banjir Besar di tersebut yang diterima oleh redaksi SUARAKALIMANTAN.com, Selasa, 2 Februari 2021, sebagai berikut :

Assalamu’alaikum Wr Wb
Salam sejahtera untuk kita semua dan selamat pagi.

Dengan penuh hormat saya Ketua Umum Perkumpulan Pengacara dan Penasehat Indonesia disingkat P3HI mengatakan, P3HI adalah sebuah Organisasi Advokat yang lahir dan didirikan di Kalimantan Selatan pada 16 Desember 2018 dengan SK Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-0015905.AH.01.07. Tahun 2018 dan sekarang memiliki anggota advokat lebih dari 300 advokat yang tersebar di seluruh Indonesia serta memiliki jaringan hampir diseluruh provinsi yang ada Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Semoga kita selalu berbahagia semua dan mendapatkan perlindungan dari perbuatan zalim hamba tuhan yang tidak bersyukur.

Sekedar saya sampaikan, jika kita ingin maju dan organisasi advokat P3HI ingin lebih di kenal di kalangan masyarakat, maka kita harus bisa bertahan dari serangan kritikan, fitnah dan caci-maki ataupun perbuatan zalim dari orang-orang yang ingin menghancurkan kita.

Saking tinggi pohon, maka anginpun lebih kencang lagi bertiupnya. Oleh karena itu, semua perbuatan zalim dari siapapun juga harus kita lalui dengan istilah anjing menggonggong kafilah berlalu, tutup mata dan tutup persaaan dihati. Anggaplah pendengaran kita hanya numpang lewat dari telinga kanan terus pergi tembus ke telinga kiri.

Saya berpesan kepada saudara-saudaraku para advokat P3HI, berikanlah bantuan hukum kepada saudara kita yang benar-benar memerlukan secara ikhlas dan bertawakkal kepada sang khaliq, terkhusus warga negara yang tidak mampu. Ingat sebagai hamba tuhan yang baik kita wajib pandai-pandai bersyukur kepada Allah SWT, rezeki itu sudah tercatat di Lauh Mahfudz. Ketentuan Pasal 22 ayat (1) Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2003 dengan tegas menyatakan bahwa, “Advokat wajib memberikan bantuan hukum secara cuma-cuma kepada pencari keadilan yang tidak mampu”. Karena memberikan bantuan hukum kepada pencari keadilan miskin adalah kewajiban kita sebagai seseorang yang berprofesi advokat.

Disaat sekarang ini, banyak wilayah Indonesia sedang di landa bencana, ada yang di karenakan banjir besar, gempa bumi, dan lain sebagainya disebabkan ulah perbuatan tangan-tangan manusia maupun perbuatan manusia itu sendiri.

Coba kita merenung sejenak dan mengutif sebuah ayat 41 di dalam QS Ar Ruum, “Telah nampak kerusakan di darat dan di lautan disebabkan karena perbuatan tangan manusia….”. Artinya terjadinya musibah bertubi-tubi melanda tanah air tercinta Indonesia ini jelas-jelas akibat dari perbuatan tangan-tangan kotor manusia itu sendiri yang mengakibatkan bumi kita hancur dibuatnya.

Bumi pada kalanya memiliki struktur yang baik untuk dapat dihidupi oleh makhluk hidup. Bumi sendiri tidak dapat bertahan dengan baik jika manusia-manusianya sendiri tidak bisa melestarikan dan menjaganya dengan baik. Intinya, keadaan bumi sekarang ini sudah banyak tercemar dari berbagai aspek lingkungan.

Akibat tercemarnya ini menjadikan bumi terasa sakit dan tidak terkontrol dengan baik hingga membuahkan terjadinya berbagai musibah, seperti banjir besar, gempa, tanah longsor dan lain sebagainya. 

Menurut Pasal 1 ayat (1) Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup menyebutkan, bahwa lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya yang mempengaruhi alam itu sendiri, jangka perikehidupan, dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain. Jika kita simak bunyi pasal pada Undang-undang tersebut diatas, menunjukkan bahwa kita perlu melindungi dan menjaga lingkungan kita dengan baik, tentunya mengantisipasi jangan sampai minumbalkan kerusakan.

Saya akui, viralnya video yang beredar di berbagai media sosial tersebut bisa kita tafsirkan adanya upaya seseorang yang ingin menjatuhkan Organisasi Advokat P3HI, dan juga atas kata-kata mereka tersebut masuk dalam ranah mencemarkan nama baik OA P3HI dan juga nama baik saya. Saya rasa itu hanya sebagian kecil saja halangan dan rintangan yang harus kita lalui. Jika kita berbicara dari sisi hukum, perbuatan mereka tersebut jelas-jelas sebuah perbuatan melawan hukum.

Kita tidak perlu membalas ataupun melaporkan maupun menyeret mereka keranah hukum. Yaqinlah Allah maha adil dan suatu saat ada seseorang yang akan menyeret mereka keranah hukum hingga mereka kelak berstatus tersangka atas perbuatan mereka tersebut. Sekali lagi saya sampaikan kepada saudaraku semua Advokat P3HI, kita harus bisa menahan emosi, dan oleh karenanya, kejahatan berupa fitnahan mereka jangan dibalas dengan kejahatan serupa, biarlah Allah nanti akan memperlihatkan balasan kejahatan mereka ke publik.

  Dislutkan Kalteng Terapkan Prokes Tekan Penyebaran Covid 19

Bahkan mereka berkata, “Sekarang ini lagi di data, yang rumah hancur dapat 50 juta….. ayu… ayu bubar, mun kada bubar kupukuli….”. Semoga yang mereka katakan itu sebagaimana terdengar di dalam video yang viral beredar tersebut benar-benar terlialisasi, karena bantuan Rp 50 juta itu yang diharapkan dan ditunggu-tunggu warga tertimpa banjir besar di Kalimantan Selatan ini. “Ya Allah, qabulkanlah pernyataan mereka itu, saat ini warga sangat menanti-nantikan bantuan 50 juta rupiah sebagaimana yang disampaikan oleh saudara-saudara kita disaat membubarkan warga akan melaksanakan deklarasi class action tersebut. Aamiin Yaa Rabbal’Aalamiin….”

Nah….!!! jika kita berasumsi, terjadinya banjir besar di Kalimantan Selatan ini timbul sebab musabab akibat penyalahgunaan perbuatan ulah tangan-tangan manusia yang tidak mematuhi aturan perundang-undangan yang berlaku. Dari itu semua, sangat wajar warga yang terdampak musibah tersebut dibawah koordinator LSM-LSM yang perduli dengan mereka ingin menuntut keadilan melalui jalur gugatan class action. Dikarenakan itu, maka mereka menunjuk dan mempercayakan dengan memberikan kuasa penuh ke para advokat P3HI untuk beracara ditingkat pengadilan.

Sekali lagi saya sampaikan dengan sejelas-jelasnya kepada para advokat P3HI, disaat itu para Kalsel sedang menyampaikan pendapatnya di depan umum deklarasi atas rencana gugatan class action, itu adalah hak mereka, para advokat P3HI sebagai penerima kuasa dari warga tak punya wewenang terlalu jauh mengurusi masalah deklarasi tersebut, tugas advokat P3HI adalah memberikan bantuan hukum terhadap warga yang memberikan kuasa kepada para advokat P3HI itu sendiri.

Saya menilai, sangat wajar warga melakukan gugatan class action ayas pasca banjir besar ini, karena korban yang meninggal saja akibat bencana tersebut diperkiraan kita tidak kurang dari 21 jiwa, rumah yang terendam mungkin mencapai 70 ribuan buah, terdampak lebih dari 350 ribu jiwa serta mereka yang mengungsi diperkirakan lebih dari 60 ribu orang.

Nampak terlihat didalam video tersebut, para warga yang ingin menyampaikan suaranya pada acara deklarasi class action tersebut, malahan di bubarkan secara paksa dan atribut mereka dirampas oleh sekelompok kecil orang yang datang pada saat itu, pandangan kami itu adalah sebuah perbuatan melanggar hukum. Coba kita telaah bunyi UU No. 9 Tahun 1998 Pasal 18 ayat (1) ini, “Barang siapa dengan kekerasan atau ancaman kekerasan menghalang-halangi hak warga negara untuk menyampaikan pendapat di muka umum yang telah memenuhi ketentuan Undang-undang ini dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun.

Dalam video itu terlihat jelas beberapa orang melakukan perbuatan melawan hukum, berarti itu bisa disangkakan dan memenuhi unsur Pasal 170 KUHP, yang berbunyi sebagai berikut, (1) “Barang siapa dengan terang-terangan dan dengan tenaga bersama menggunakan kekerasan terhadap orang atau barang, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun enam bulan”.

Bahkan dengan jelas terlihat di video tersebut mereka melakukan pengambilan barang yang bukan miliknya berupa spanduk secara paksa. Nah ini ini jelas pidana sebuah perbuatan melawan hukum juga. Karena mengambil atau merampas spanduk milik orang lain melanggar Undang-Undang, sebagaimana di tegaskan pada KUHP Pasal 368 tentang perampasan dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara. Atau bisa Pasal 365 (pencurian dengan kekerasan).

Jika mata saya tidak salah lihat juga, dalam video tersebut, ada salah satu advokat P3HI disaat menjalankan tugas pendampingan terhadap kliennya disaat ingin melerai malahan dipukul oleh dua orang. Advokat P3HI tersebut bernama Muhammad Arsyad SH.

Nah perbuatan tersebut menurut Pasal 351 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (“KUHP”), adalah sebuah perbuatan penganiayaan sebagaimana bunyi pada ayat (1), “Penganiayaan diancam dengan pidana penjara paling lama dua tahun delapan bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah”. Karena yang berbuat lebih satu orang maka 170 KUHP nya memenuhi unsur juga.

Aduh banyak sekali perbuatan melawan hukumnya terlihat dalam video tersebut, pencemaran nama baik juga kena sebagaimana di atur pada Pasal 310 KUHP, dalam video tersebut nama saya juga disebut-sebut, malahan saya dituduh ini dan itu serta sebagainya.

Saya yakin, disaat aksi penyampaian pendapat dimuka umum yang dipimpin oleh tokoh aktivis Kalsel di titik 0 Kolometer siring Kota Banjarmasin, depan bekas kantor Gubernur Kalsel tersebut ada beberapa aparat kepolisian, nah jika kita berkaca dengan Pasal 165 KUHP jika tidak salah mentafsirkannya, “Membiarkan seseorang maupun sekelompok orang dan atau tidak mencegah seseorang atau sekelompok orang jelas-jelas melakukan perbuatan melawan hukum, maka yang bersangkutan bisa dipidana paling lama sembilan bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.“

Berkaitan klarifikasi saudaraku Akhmad Husaini yang beredar di berbagai media sosial, memang benar, beliau tidak termasuk dalam langkah gugatan class action sejumlah warga maupun para aktivis LSM Kalsel yang terimbas Banjir. Saudara Akhmad Husaini tidak termasuk di dalam pemberi kuasa maupun sebagai penerima kuasa. Namun jika kita berbicara masalah keanggotaan, saya tidak menampiknya, bahwa saudaraku Akhmad Husaini adalah anggota P3HI dan pernah mengikuti PKPA dan UPA P3HI di Universitas Lambung Mangkurat pada tahun 2019 yang lalu. Bahkan juga ikut salah satu peserta disaat pelantikan advokat P3HI pada 1 Desember 2019, dua tahun yang lalu di Hotel Banjarmasin International. Begitu juga dengan seseorang salah satu yang tampak dalam video tersebut bernama saudaraku Puar Juanaidi juga ikut dalam prosesi sakral Pelantikan dan Pengangkatan Advokat di Hotel Banjarmasin International – Banjarmasin pada tanggal 1 Desember 2019 tersebut.

Sekedar menyampaikan, bahwa DPN P3HI sudah banyak berbuat membantu warga yang tertimpa musibah banjir di Kalsel ini, kita bekerja sosial dengan melakukan penjemputan warga dari tempat tinggalnya yang tergenang air dan mengantarkannya ke tempat pengungsian baik di Banjarmasin maupun di wilayah Kabupaten , juga kita membagikan ribuan paket sembako langsung ke tangan warga masyarakat yang terdampak serta juga markas besar dan posko P3HI kita jadikan tempat penampungan pengungsi selama satu minggu konsumsi mereka kita jamin sepenuhnya dengan dana hasil donasi kita dapatkan dari anggota P3HI dan sembako sebagian sumbangan dari perusahaan tempat saya bekerja.

Saya sangat menyayangkan, informasi yang saya dapatkan, adanya seseorang yang dilantik oleh dan dari organisasi advokat P3HI sebagai ADVOKAT membuat fitnah dengan mengatakan bahwa P3HI ditunggangi oleh seseorang yang ingin menjatuhkan kepemimpinan Paman Birin (H. Sahbirin Noor S.Sos, MH) sebagai Gubernur Kalsel, maka pernyataan itu adalah sebuah pendapat yang jelas-jelas salah besar dan itu adalah fitnah. Jika saya boleh mengutif diantara isi surat Al-Baqarah ayat 217, bahwa “Fitnah itu lebih besar kejamnya daripada yang melakukan pembunuhan”. Semoga Allah mengampuninya. Saya tegaskan P3HI adalah satu-satunya organisasi advokat yang lahir di Kalimantan Selatan dan bukan organisasi politik, kita bekerja profesional serta bersifat mandiri sesuai dengan ketentuan UU Advokat Nomor 18 Tahun 2003.

Sekali lagi saya tegaskan, bahwa puluhan advokat P3HI yang namanya tercantum dalam surat kuasa adalah para advokat yang bertugas mendampingi dan bertindak bersama-sama maupun sendiri-sendiri menjalankan profisinya berdasarkan amanah dari pemberi kuasa. Artinya dalam wacana gugatan atas musibah banjir besar di Kalsel ini adalah atas permintaan dari pemberi kuasa mereka warga yang terdampak banjir besar ini. Namun kita sadari bahwa beginilah arti sebuah kehidupan didunia ini, ada hukum dunia dan ada hukum akhirat. Berkaitan hukum dunia sangat wajar seseorang warga negara yang merasa dirugikan, ingin menuntut keadilan di Pengadilan. Nah berkaitan urusan hukum dunia ini yang notabenenya dalam mencari keadilan di pengadilan, maka ini semua urusan para advokat yang bekerja berdasarkan surat kuasa dari orang yang merasa di rugikan, begitu juga sebaliknya. Perlu kita sadari, inilah yang namanya MANUSIA, bukan MALAIKAT. Semoga Allah SWT, Tuhan YME memberikan kesabaran kepada kita semua. Aamiin… Mohon Maaf Lahir Bathin.

Terakhir saya katakan, bahwa para advokat P3HI yang nama-namanya tercantum hanya sebagai penerima kuasa dari warga yang terdampak banjir besar di Kalimantan Selatan, berkaitan masalah adanya deklarasi Class Action itu adalah urusannya kawan-kawan LSM, P3HI tidak terlibat disana dan hanya sebagai penerima kuasa dalam menjalankan profesinya sebagai penegak hukum untuk beracara di pengadilan dalam gugatan class action walau kita sangat menyayangkan nama organisasi advokat dan nama saya sebagai Ketua Umum P3HI ikut terbawa-bawa, bahkan disebut seakan-akan sebagai aktor intelektual hingga menyeruaknya kalimat fitnah yang terlontar dimulut mereka. Semoga Allah mengampuni mereka dan membukakan hidayah serta melunakanpintu hati mereka. Aamiin Yaa Rabbal ‘Aalaniin…

Banjarmasin, 02 Februari 2021

Wassalam,

Ketua Umum P3HI

( ASPIHANI IDERIS )

Demikian surat himbauan klarifikasi Ketua Umum P3HI yang beredar di group Whatsapp ADVOKAT P3HI tersebut.

  Februari ini, Ditlantas Polda Kalsel Uji Coba Sistem Tilang ETLE

Tanggapan anggota Group Whatsapp ADVOKAT P3HI adalah :

http://suarakalimantan.com 

Penulis : barlis irawan

Sumber : mengutif dari Group Whatsapp Advokat P3HI





Tags:

0 thoughts on “Viral !!! Aspihani Klarifikasi Video Pembubaran Demontrasi Warga Terdampak Banjir Kalsel

Tinggalkan Balasan