Habib Ahmad Bahasyim Sebut Kami Tak Sembarang Memberi Dukungan dan Pilihan

Print Friendly, PDF & Email
Habaib Ahmad Bahasyim, bersma Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat Kecamatan Satui menghadiri orasi Paslon SHM-MAR diDesa Makmur Mulia

SUAKA – BATULICIN. Tokoh masyarakat Kecamatan Satui Habib Ahmad Bahasyim, memberi nasehat sebelum menutup orasi calon Bupati dan Wakil Bupati Tanah Bumbu Syafruddin H Maming – M. Alpiya Rakhman dengan memanjatkan Do’a.

“Ulun berasal dari Kota Banjarmasin, disini ada ustadz dari Amuntai, Kandangan, Jawa Timur dan lainnya, Kami tidak sembarang dalam memberikan dukungan dan pilihan diantara tiga kontestan pilkada Tanbu ini,” ujar Habib Ahmad. Pada Rabu, (25/11/2020) saat kampanye dialogis Paslon SHM-MAR didesa Makmur Mulia Kecamatan Satui.

Disini Syafruddin H Maming dan M. Alpiya Rakhman mereka mewakili 10 kecamatan yang ada di Tanah Bumbu, mereka anak muda yang sangat beradab, sapon, santun dan merakyat.

“Seperti ulun lihat contoh nya disini, kedua anak muda ini tidak duduk didepan, mereka memilih dudukan dibelakang, karena tidak mau membelakangi kami-kami yang ada disini” ucap Habaib Ahmad sebagai tokoh masyarakat Satui.

Baca Juga:  Saiful Anam Cium Aroma Janggal Kasus UNJ

“Dengan ini ulun menghimbau khususnya untuk warga Satui, kalau sampai warga Satui tidak memilih H. ipi yang mencalon wakil bupati, ulun rasanya kada handak lagi bediam di Sungai Danau – Satui” ungkap Habib Ahmad.

Senada dengan ustadz Fajeriansyah usai orasi kepada media ini ia mengatakan, kami menilai pasangan Syafruddin H Maming – M. Alpiya Rakhman ini calon pemimpin yang memiliki etika dan sopan santun. Mereka rendah hati dan sangat memuliakan para Habib dan Ulama.

“Para Habib dan Ulama yang mendukung Pasangan SHM-MAR semuanya berangkat dari panggilan hati nurani, tidak ada janji apapun terkait kepentingan pribadi dan kelompok. Semua kami berharap yang memimpin Tanah Bumbu ke depan adalah orang yang benar-benar pantas dan memiliki kepedulian untuk semua khususnya wilayah Satui yang selama ini di-nomordua-kan dalam pembangunan, padahal PAD Tanah Bumbu sebagian besar dari Satui,” ungkap Ustad Fajeriansyah, seorang Tokoh Agama Satui.

“Saat kampanye di Desa Makmur Mulia banyak Guru dan Habib yang hadir, sehingga tempat duduk di depan jadi tidak mencukupi. Mereka berdua segera berdiri dan mempersilakan para Habib dan Ulama duduk di depan dan mereka memilih “bakajal” di belakang. Artinya mereka rendah hati dan sangat memuliakan para Habib dan Ulama.” Ujar Fajeriansyah.

Baca Juga:  Pelantikan Mabiran dan Kwarran Pantai Lunci

Turut berhadir diantara para Tokoh Agama yakni Ustad Muhammad Irfan, Ustad Wahyudi Hassan, Ustad H. Nanang Qasim, Ustad Fajeriansyah, Ustad H. Fahmi Aciliansyah dan Ustad Ridho dari Batulicin. (barlis)





Tinggalkan Balasan

Scroll to Top