Kwalitas Atau Tas Desember Merupakan Bulan Demokrasi

Print Friendly, PDF & Email

SUAKA – SUMSEL. Kwalitas atau tas Desember, merupakan bulan Demokrasi, yang mana ada beberapa Kabupaten/ Kota, dan Provinsi akan melaksanakan Pesta Rakyat yaitu Pemilihan Kepala Daerah, tentunya dalam sebuah pertarungan sudah pasti akan ada pemenang, seorang pemenang Pilkada tentunya banyak mendapat dukungan atau pemilih dan tak terlepas dari Parpor Pengusung dan Pendukung hal ini tentu kembali kita bicara soal Rupiah.

Tidak bisa di pungkiri begitu seorang balon kepala Daerah ingin maju menjadi calon harus menghitung Rupiahnya, setelah lolos menjadi balon, di sini seorang calon sudah harus menghitung untung rugi dan juga para rekanan kontraktor mulai juga menjelajah kita kira incamben bakal menang lagi atau tidak?

Kalau di prediksi kalah, maka seorang rekanan kontraktor mulai lirik – lirik tetangga, di sini mulai mencari tahu kira – kira kalau incamben di bantu operasional mobil untuk keperluan kampanye 5 unit, nah untuk si penantang 10 deh karena SDH di atas angin, tapi diam – diam aja biar bantu 10, seakan bukan dari si Boz yang sama, nah saat mulai kampanye ini yang lebih seru demi menghadirkan massa biar ramai mulai si calon hitung amplop,

Baca Juga:  Petani Satui Mulai Beralih ke Pupuk Organik
Tidak terbayangkan berapa isi dana di dalam tas yang harus keluar setiap harinya selama mulai jadi balon sampai menjadi calon, itulah mengapa untuk bertarung menjadi kepala Daerah harus punya tas, untuk kwalitas itu nantinya yang terpenting tas,

Setelah menang di pemilihan mulai hitung modal, Modal saya 5 M, ini bukan uang saya semua. Ujarnya.

Saya punya cuma 1 M, 3 M punya si kontraktor, yang 1 M lagi punya kontraktor kecil, nah untuk mengembalikannya bagaimana, ohw iya si kontraktor ini dia punya saham 3 M, panggil kadis PU, pak kadis proyek yang nilainya M, tolong arahkan ke Si A, dan yang nilainya Tus – tusan itu tolong bagi – bagi ke kawan – kawan yang pemodal kecil.

Panggil kadis kesehatan pak kadis, proyek itu tolong nanti KK saya, adik, ipar, om, paman, dan Tante,

Ohw iya pak sekda tolong nanti kalau ada yang menghadap tolong kondisikan, mulai tahun pertama kerja yang bagus, tahun kedua mana fee saya, tahun ke tiga semua proyek tuk keluarga dan kolega, tapi jangan lupa. Saya. Ucapnya.

Baca Juga:  Sebuah Takwil Mendiang Yusuf Wartawan Kalsel Melenggang ke Akhirat
Disinilah jadi tas yang menjadi penentu seseorang bisa menang di Pilkada atau tidak, bukan kwalitas, Pungkasnya.

Penulis : Andi Adellia, SH.





Tinggalkan Balasan

Scroll to Top