SHOPPING CART

close

Aspihani Nilai, Andin Intelektual dan Bakal Bupati Banjar Mendatang

SUAKA – MARTAPURA. Dasar Pelaksanaan pemilihan kepala daerah di mengacu kepada Perpu No.2 Tahun 2020 yang mengatur tentang pemilihan lanjutan Pilkada serentak, serta PKPU No. 15 Tahun 2020 yang menyatakan bahwa Pemilihan Kepala Daerah serentak dilaksanakan pada tanggal 9 Desember 2020.

Awal bulan Desember nanti ada delapan kepala daerah yang akan dipilih melalui Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2020 se Provinsi Kalimantan Selatan, tak ketinggalan juga Kabupaten saat ini KPUD telah menuntaskan tahapan penghitungan jumlah dan KTP dukungan administratif pasangan bakal calon bupati/wabup 2020.

Pasangan Calon Bupati Banjar Jalur Independen Dr Andin Sofyanoor dan KH Muhammad Syarif Busthomi

Diketahui ada tiga pasangan bacabup/wabup Banjar yang maju dari jalur perseorangan atau independen yang akan ikut berlaga pada tanggal 9 Desember 2020 tersebut.

Ketiga pasangan itu adalah Dr Andin Sofyanoor SH MH – H Muhammad Syarif Busthomi (Andin-Guru Oton), M Yunani D SE – Muhammad Suryani Shidiq MAg MSi P.hD (Yunani-Suryani), dan Dr Drs Mada Teruna MSi – Ferryansyah SE MM (Mada-Ferry).

Tokoh LSM Kalimantan, Aspihani Ideris disaat para pewarta minta tanggapannya via call WhatsApp mengatakan, dalam memilih dukungan terhadap para calon Bupati Banjar jalur independen, ia menilai dan melihat calon tersebut dari sudut pandang intelektual dan pengalaman di pemerintahan serta dari sisi latar belakang pendidikan yang ia miliki, papar Direktur Eksekutif Lembaga Kerukunan Masyarakat Kalimantan () ini.

  Jelang Ramadhan, Wisata Taman Siring Laut Ramai Pengunjung

Menurut Dosen Fakultas UNISKA ini menilai para calon bupati tersebut bahwa ia tidak melihat dari kemampuan calon kepala daerah dari sudut pandang finansial, apakah calon tersebut berduit atau tidak, terlepas orang tersebut pintar atau bodoh atau pintar membodohi dengan bermain uang disaat menjelang pencoblosan.

“Saya menilai dan menjatuhkan dukungan itu melihat dari kemampuan si calon dari berbagai hal, latar belakang pendidikan dan paling utama adalah Intelektual kejujuran dan tekatnya optimis benar-benar ingin membangun sumber daya manusia manusia yang berkualitas dalam berbagai hal, sehingga kabupaten Banjar akan bersinar kembali,” kata Aspihani.

Berbicara masalah uang dan kondisi marambahnya Corona (), awak media suarakalimantan.com ini meragukan dalam pilkada mendatang ini berlaku jujur dan rentang sekali terjadinya mony politik, atau sogokan (suap) kandidat ke pemilih?, tokoh Advokat dan Pengacara ini berkata, bukankah para kandidat dan masyarakat di Kabupaten Banjar kuat muslimnya? Artinya mereka mengerti mana yang haq dan mana yang batil secara syariat .

“Bahkan anda lihat sendiri, ulama semua para wakilnya, Insya Allah… mereka tidak ingin kelak di akhirat menjadi seorang yang rugi. Hanya karena memuluskan keinginan menjadi pemimpin, mereka berani akan laknat Allah yang itu pasti akan terjadi. Karena, baik pemilih hingga terpilih pemimpinnya yang hasil suap tersebut selama mencicipi gajinya, dosa hasil suap menyuap itu akan selalu mengalir pada diri mereka. Artinya pemilih sangat dirugikan mendapatkan dosa yang tidak mereka inginkan, karena hanya mencicipi nilai uang yang tidak cukup buat makan sebulan”. jelas Aspihani.

  Kapolda Kalsel Sidak Lapas Kelas 3 Banjarbaru

Rasulullah dalam sabdanya pada sebuah hadist menegaskan yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad menegaskan:

عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ قاَلَ رَسُو لُ اللهِ – صَلَى اللهُ عَلَيْهِ ؤَسلَّمَ لَعَنْ اللهُ الرّاشِىَ وَالْمُرْ تَسِىَ فى الْحُكْمِ (رَوَاهُ اَحْمَدُ)

Artinya: Dari Abu Hurairah RA berkata: Rasul SAW bersabda: Allah SWT melaknat penyuap dan yang di suap. (HR. Imam Ahmad).

Awwaliyin bermarga Assegaf ini menjabarkan, berbicara optimistis adanya kandidat sangat optimis ingin menjadikan Kabupaten Banjar maju dan bersinar kembali, pada hakikatnya patut dan harus terus-menerus dikumandangkan di tengah upaya penyebaran pesimisme yang dilancarkan secara terstruktur dan masif yang menyebar dimasyarakat belakangan ini, sehingga kejayaan Kabupaten Banjar gudangnya para ulama ini akan kembali bersinar dibawah kepemimpinan seseorang yang benar-benar ahlinya seperti saudaraku Andin Sofyanoor.

Salah satu aktor pencetus pemekaran Kabupaten Gambut Raya ini berpendapat, kabupaten Banjar akan maju dan bersinar kembali apabila dipimpin oleh seseorang yang benar-benar optimis memajukan SDM masyarakatnya, karena maju sebuah daerah hanya bisa tercapai jika SDM pimpinan dan masyarakat-Nya dibangun dengan kesadaran penuh bersama pemimpin dan masyarakatnya itu sendiri.

“Andin Sofyanoor itu intelektual, ramah orangnya dan murah senyum serta mudah bergaul dengan siapa saja, ia itu Insya Allah disenangi dan di idam-idamkan menjadi Bupati Banjar mendatang ini. Insya Allah Andin bakal jadi Bupati Banjar mendatang,” celutus Ketua Umum Perkumpulan Pengacara dan Penasehat Hukum Indonesia (P3HI) ini optimis.

  Hakim Tipikor Vonis Sekdako Palangkaraya 3 Bulan Penjara

Anda melihat dari sisi pandang intelektual dan optimisme calon Bupati Banjar dalam berkompetisi di Pilkada 9 Desember 2020 mendatang, lalu menurut anda siapa siapa bakal calon yang memiliki kareteria tersebut.

Dengan tegas Aspihani menjawab, “Maaf…!!!, jujur saya lihat bakal calon Bupati Kabupaten Banjar khusus dari bakal calon independen tersebut yang memenuhi karateria tersebut adalah diri Dr Andin Sofyanoor SH MH sendiri,” udah ya cukup dan saya pastikan hanya Andin yang akan lolos pada verifikasi faktual dukungan calon Bupati Banjar jalur independen, karena niatnya tulus untuk membangun Kabupaten Banjar, Insya Allah, tutup Aspihani dengan keyakinannya.

KH Muhammad Syarif Bustomi (kanan), akrab disapa Guru Oton bersama Dr Andin Sofyanoor SH MH (kanan) usai peringatan Maulid Nabi Muhammad di kediamannya, di Jalan Pangeran Hidayatullah, Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Kamis (21/11/2019).

Penulis Barlis




Tags:

0 thoughts on “Aspihani Nilai, Andin Intelektual dan Bakal Bupati Banjar Mendatang

Tinggalkan Balasan