SHOPPING CART

close

Proyek Puluhan Milyar Pengadaan Mibeler Disdikbud Tanbu Dipertanyakan?

Poto illustrasi, hasil kayu Kalimantan

SUAKA – TANAH BUMBU. Lelang Umum Proyek Pengadaan Barang berupa Meja dan Kursi untuk SD dan SMP Kabupaten Tanah bumbu (tanbu) yang diduga dikerjakan oleh perusaan luar daerah mengundang pertanyaan dari berbagai tokoh masyarakat Rabu, (27/05/2020)

Tokoh Pemuda Tanah Bumbu, Achmad Novel Rosyadi, mengatakan pihaknya menduga adanya persekongkolan dalam melaksanakan tender dalam lelang pada proyek pengadaan mibeler tersebut. Karena menurut dia pemenang tender tersebut berada diposisi ke 10 dalam proses penawaran, ujarnya kepada SUAKA.

Novel menjelaskan, pemenang tender tersebut adalah perusahaan dari luar daerah Tanah Bumbu, “Kami menduga kuat, kalau tender ini sub kontrak keperusahaan lokal Kabupaten Tanah Bumbu, itu tidak boleh dalam proses pelelangan” ujarnya.

Ia juga mengharapkan tender tersebut dalam pelaksana nya harus menjaga marwah dan kualitas bahan yang sudah di tentukan dalam dokumen penawaran, “Kualitas wajib diutamakan, seperti mutu kursi itu bergaransi 10 tahun juga yang sudah disyaratkan oleh panitia lelang. Dan harusnya dalam pelelangan pihak pelaksana menyediakan gudang sementara yang sudah diatur dalam dokumen lelang.” Tutup nya

  Aktivis Kalsel Minta Anggota DPRD Kembalikan Mobdin Bagi Yang Tidak Berhak

Pertanyaan senada juga dilontarkan oleh tokoh masyarakat asal Kecamatan Satui soal pengadaan meja kursi untuk keperluan SD dan SMP se – Tanah Bumbu yang mendatangkan produk dari luar daerah yakni dari Makassar dalam jumlah yang lumayan banyak dengan dana anggaran puluhan milyar rupiah.

“Sekarang apa sih yang membuat lahirnya sebuah konsep bahwa speks itu harus kayu Merbau, itu apa gitu lho. Kita di Kalimantan punya kayu-kayu pilihan bagus juga banyak. Karena speks itu bisa mempengaruhi terhadap strategi perdagangan. Kalau pemegang kebijakan di pemerintah daerah itu tidak berpihak untuk membangun daerah kita, tidak berpihak kepada kekayaan hayati kita sendiri, lalu kita dan daerah ini mau jadi apa,” ujar Bambang Sucipto

  Sawah Retak di Desa Rantau Bakula, LSM Minta ESDM Serius Tindak Lanjuti

Bambang menambahkan berkerja itu tak melulu cari duit,Kalau kita tak bisa bagi-bagi duit tapi setidaknya bisa bagi-bagi pekerjaan, dan ini bisa bermanfaat bagi masyarakat. 

“Yang cerdas lah. Era kini bukan lagi seperti era Orde Baru, bukan lagi Asal Bapak Senang (ABS), masyarakat sudah pada mulai mengerti semua,giliran pencitraan masyarakat yang dilibatkan dengan bagi-bagi beras sekarung misalnya, difoto-foto, tapi giliran ada proyek besar,UKM itu tidak minta lahan luas, tidak membuat tambang, tidak mengeksploitasi hutan, tapi berilah ruang untuk berinovasi, berkreasi, berkembang di daerahnya sendiri,” ujar  Bambang.

Ia pun menyarankan untuk Pemerintah Daerah Kabupaten tegas dan bersikap kepada warganya serta mengutamakan kualitas budaya lokal.

“Pemerintah Daerah semakin ke depan harus semakin tegas, semakin siap, dan semakin berpihak kepada masyarakatnya sendiri,” tandasnya

  AWASI Tolak Kekerasan Terhadap Wartawan
Poto Kepala Disdikbud Kabupaten Tanah bumbu

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Tanah bumbu Ir.Sartono mengatakan, “menurut saya lelang meja kursi  dimenangkan oleh perusahaan luar daerah tidak masalah karena lelang dilaksanan secara terbuka sesuai ketentuan oleh pihak yang berkompeten, maaf hal itu diluar domain kami maka kami tidak bisa berkomentari. pian (anda) koordinasi dengan yang berwenang pelaksana lelang di BLP Pemkab Tanbu.” Katanya. (barlis)




Tags:

0 thoughts on “Proyek Puluhan Milyar Pengadaan Mibeler Disdikbud Tanbu Dipertanyakan?

Tinggalkan Balasan