Puskesmas Melati Kapuas Ditutup Sementara 74 Tenaga Kesehatan Di Isolasi Mandiri.

Print Friendly, PDF & Email

Kapuas (Kalteng) Suarakalimantan.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas akhirnya menutup sementara Puskesmas Melati Kecamatan Selat Kabupaten Kapuas Kalimantan Tengah, dilakukan penutupan sementara untuk pelayanan kontak fisik tetapi untuk pelayanan konsultasi kesehatan masih bisa dilakukan lewat telemedicine atau lewat elektronik, untuk pelayanan langsung sementara kita hentikan tetapi tenaga kesehatan diluar gedung terutama surfelen tetap menjalankan tugasnya. 

Bagi para pasien yang ingin mendapat pelayanan kesehatan di Puskesmas dialihkan ke Puskesmas terdekat seperti Puskesmas Selat dan Puskesmas Pulau Telo, hal ini dikarena semua tenaga kesehatan di Puskesmas Melati sedang dalam melakukan proses Isolasi mandiri selama 14 hari setelah salah satu tenaga kesehatan Puskesmas Melati meninggal dunia pada tanggal 5 mei 2020 lalu dalam status PDP dan suami almarhumah positif COVID-19 sehingga menimbulkan kekhawatiran bagi seluruh petugas kesehatan di Puskesmas tersebut, untuk menenangkan hal itu kita melakukan proses isolasi mandiri, penjelasan ini disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas Apendi SKM MM di ruang kerjanya jum’at (8/05/2020). 

Baca Juga:  Pemerintah Desa Dirgahayu Lakukan Penyemprotan Disinfektan Kedua Kalinya, Untuk Memutus Mata Rantai Penyebaran Covid-19

Lebih lanjut diterangkannya bahwa seluruh tenaga kesehatan yang berada di Puskesmas Melati diduga terindikasi terpapar COVID-19 dikarenakan sebelumnya telah terjadi kontak erat dengan almarhumah, dari seluruh tenaga kesehatan Puskesmas Melati sebanyak 74 orang dilakukan swab dan diantaranya ada terdapat 15 orang yang reaktif, namun kita belum bisa memastikan soal positif atau tidak nya kita tunggu hasil swab nya nanti sekitar lima atau enam hari lagi, seluruh bagian ruang Puskesmas tersebut sudah disterilkan dengan dilakukan penyemprotan disinfektan.

Tenaga kesehatan yang melakukan isolasi mandiri diminta harus benar -benar menerapkan dan menjalankan ketentuan isolasi mandiri, karena ada sistem pengawas yang ketat dari pihak Dinkes dan apabila dilanggar akan dikenakan sanksi berat, mereka yang di isolasi mandiri tidak boleh keluar bebas kesana kemari dan masa isolasi ini jangan disalah gunakan, tegas Apendi.    

Kondisi Tenaga kesehatan yang melakukan isolasi mandiri sa’at ini dalam keadaan sehat, namun dirinya berharap hasil swab negatif tetapi kalau hasil swab positif maka akan di karantina ditempat khusus karantina di New Site Development (NSD) Kapuas, paparnya. (manuparydi) 





Baca Juga:  jaksa Masuk Sekolah (JMS) ke SMAN 1 Kapuas

Tinggalkan Balasan

Scroll to Top