Investor Asal Cina Lakukan Pertemuan Terkait Pengurusan Perizinan Penambangan Batubara

Print Friendly, PDF & Email

SUAKA – KOTABARU. PT. Qinfa Mining Industri, investor asal Cina bertemu Sekretatis Daerah Kotabaru H. Said Akhmad. Pertemuan menyusul rencana investor asal negeri Tirai Bambu itu melakukan penambangan batubara di wilayah Kotabaru.Kunjungan terkait pengurusan perizinan yang ada kewenangannya di Kabupaten, langsung oleh Presiden Divisi Investasi PT. Qinfa Mining Industri, Shirley Shi berlangsung di ruang rapat utama kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotabaru.Adapun titik rencana pengerukan emas hitam, oleh investor selain di Kelumpang Selatan, Kelumpang Barat dan Pamukan. Dengan total lahan seluas 5.728 hektare (ha).Shirley didampingi juru bicaranya kepada media mengatakan, rencana ada lima tambang yang batubaranya akan diproduksi masing – masing satu tambang 10 juta ton pertahun.”Sekarang sudah pengeboran. 10 bulan sudah mulai operasi produksi,” jelas Shirley.Lanjut dia, batubara akan dieksploitasi selain untuk memenuhi kebutuhan lokal (Indonesia) seperti pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) PLN, namun juga eksport.”Jadi kebutuhan Diman (lokal) dulu. Setelah itu baru kami bisa eksport ke negara lain. Kami bantu lokal dulu mau berapa,” terang Shirley melalui juru bicara.Sementara itu, Sekretaris Daerah Said Akhmad tidak menepis keinginan investor asal Cina untuk menambang di wilayah Kotabaru.Namun yang perlu digaris bawahi, tegas Said Akhmad, keinginan investor ini belum melakukan operasi produksi, tapi penambangan undergroud (bawah tanah) ini masih sebatas rencana.”Penambangan bawah tanah bukan openpit. Seperti dilakukan pemerintah Belanda zaman dulu di Kotabaru,” ucap Said Akhmad.Sesuai advice planning disampaikan investor. “Jadi walaupun di atas ada izin kebun, tidak mengganggu karena bukan openpit. Selain mereka (investor) usul ada IUP – IUP yang izinnya masih berlaku. Tapi, saya informasikan kewengan provinsi,” urai Said Akhmad.”Silakan nanti diberikan atau tidak, ranahnya nanti di Provinsi. Kabupaten hanya memberikan advice sesuai tata ruang rencana penambangan undergroud di wilayah Kotabaru,” Pungkas Said Akhmad. (yans/dam)





Baca Juga:  Wakil Direktur SMI : Hampir Semua Lembaga Survei di Negeri ini Tampilkan Kebohongan Publik

Tinggalkan Balasan

Scroll to Top