SHOPPING CART

close

Menteri PANRB Ingin Peserta Pelatihan Kepemimpinan Wujudkan Pemerintahan yang Lincah

29 APRIL 2020 – 192/HUMAS-MENPANRB/2020

JAKARTA, SuaraKalimantan.com – Pemimpin harus mampu memperkuat jejaring, kolaborasi, dan sinergi dengan instansi lain. Ini merupakan karakter penting _future civil service_. Karakter tersebut juga merupakan ciri kepemimpinan yang tanggap menghadapi revolusi industri 4.0 dimana kebutuhan akan kerja sama semakin tajam.

Hal itu diungkapkan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Tjahjo Kumolo, dalam acara Pembukaan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan XLV (45) Tahun 2020 secara daring, di Jakarta, Rabu (29/04). Pada kesempatan tersebut, Menteri Tjahjo mendorong para peserta PKN untuk merumuskan dan menciptakan inovasi-inovasi yang baru dalam tata kelola pemerintahan. “Ini tujuannya jelas untuk meningkatkan efektivitas pemerintahan dan percepatan pengambilan keputusan, sehingga terbentuk birokrasi yang dinamis, efektif dan efisien,” jelas Tjahjo.

Tidak berhenti sampai di situ, Mantan Menteri Dalam Negeri ini juga mengungkapkan pentingnya peran pemimpin dalam berbagai situasi. Sebagai contoh, saat ini Indonesia berada situasi yang “tidak normal” karena sedang menghadapi dan mengantisipasi meluasnya pandemi . Banyak pakar mengatakan bahwa pasca pandemi ini akan membuat Indonesia menghadapi _“the new normal”_, yaitu suatu kondisi global yang merupakan akumulasi bagaimana umat manusia berperilaku menuju kondisi normal yang baru. “Sehingga kalau di kemudian hari ada hal-hal semacam ini kita selalu siap, tanggap, gotong royong, dan cepat menciptakan sesuatu hal yang bisa mengantisipasi hal tersebut,” katanya.

  Alasan Keamanan, Habib Bahar Masuk Penjara Nusakambangan

Sebagaimana telah disampaikan melalui beberapa Surat Edaran, Menteri Tjahjo menegaskan bahwa ASN harus tetap berkinerja secara optimal agar pelayanan publik tetap berjalan dengan baik, meskipun harus bekerja dari rumah _(work from home)_. Di sinilah fungsi kepemimpinan dan manajerial diuji. Setiap pemimpin di semua sektor harus terus melakukan supervisi kepada para pegawai, baik secara kolektif lewat rapat-rapat _online_ atau pun pengarahan secara individual kepada setiap pegawai. “Pemimpin harus memastikan setiap pegawai bertugas secara optimal pada masa _work from home_. Ini merupakan wujud akuntabilitas atau tanggung jawab kita,” jelas Tjahjo.

Pada kesempatan tersebut, Menteri Tjahjo mengucapkan selamat kepada peserta yang mengikuti PKN Tingkat I. Tidak lupa pula, Tjahjo berpesan agar situasi saat ini tidak menurunkan semangat untuk terus membangun percepatan refomasi pemerintahan yang lebih baik lagi. “Semoga Tuhan Yang Maha Esa memberikan kesehatan kepada kita semuanya. Tetap sehat, semangat dan tetap optimis membangun bangsa dan negara yang kita cintai ini,” tutupnya.

  Bakti Sosial Polsek Pulau Laut Utara, Desa Hilir Muara, Bagikan Paket Sembako, Akibat Covid-19

Pelatihan Kepemimpinan Nasional merupakan salah satu cakupan dari pengelolaan manajemen talenta nasional, yaitu peningkatan keahlian, kapasitas, dan kinerja, serta pengembangan karier, dan prestasi talenta. Pelaksanaan Pelatihan Kepemimpinan Nasional sebagai  bagian dari reformasi birokrasi dan ASN ditetapkan sebagai profesi yang memiliki tiga kewajiban. Tiga kewajiban tersebut antara lain mengelola dan mengembangkan dirinya, wajib mempertanggungjawabkan kinerjanya, serta menerapkan prinsip merit dalam pelaksanaan manajemen ASN.

Kepala Lembaga Administrasi Negara Adi Suryanto mengungkapkan tujuan penyelenggaraan PKN Tingkat I ini adalah mengembangkan kompetensi kepemimpinan kolaboratif pada JPT Madya yang dapat memobilisasi seluruh potensi pemerintah dan masyarakat, guna meningkatkan daya saing bangsa dan percepatan pembangunan nasional secara adil dan merata. PKN Tingkat I Angkatan XLV (ke-45) diikuti oleh 41 peserta yang berasal dari 7 kementerian, 11 Lembaga Pemerintah Non Kementerian/Lembaga Tinggi Negara, dan Kepolisian.

  Gubernur Dan Istri Lakukan Coklit Pilkada Kalteng

Pembelajaran PKN Tingkat I akan dilaksanakan secara virtual dengan metode _Distance Learning_ (pembelajaran jarak jauh). “Peserta mengikuti pembelajaran dari tempat kedudukan masing-masing dengan memanfaatkan teknologi informasi _(Learning Management Sistem/LMS)_ dan aplikasi _online video meeting/conference_,” pungkas Adi. _(del/HUMAS MENPANRB/@tim-SK)




Tags:

0 thoughts on “Menteri PANRB Ingin Peserta Pelatihan Kepemimpinan Wujudkan Pemerintahan yang Lincah

Tinggalkan Balasan