Kreativitas Produk UMKM, Makna Hikmah Dibalik Pandemi COVID-19.

Print Friendly, PDF & Email

SUAKA – KOTABARU. Sering kita mendengar atau terbaca satu adagium yang bernuansa religi yakni, “dibalik suatu musibah pasti terdapat makna hikmah yang terselip di dalamnya.”

Adagium tersebut disepakati banyak orang kebenarannya terutama bagi mereka yang memang mau berpikir, merenungi dan mengambil makna dari hikmah dibalik suatu musibah yang mendera.

Adanya pandemi Virus Corona (Covid-19) dan kondisi dimana setiap orang harus berlaku waspada dalam menjaga kesehatan, melakukan yang namanya social distancing bahkan physical distancing agar dapat memutus rantai penyebaran Covid-19, ternyata terdapat ada beberapa hikmah yang dapat dipetik.

Pada kondisi pandemi Covid-19 ini yang mana sangat diperlukan Alat Pelindung Diri (APD) yang beragam bentuk dan jenisnya dari Masker, Hand sanitizer, Cairan disinfektan hingga Hazmat, yang sempat sulit didapatkan di pasaran, ternyata tak sedikit warga masyarakat yang berinovatif dalam berkarya membuat sendiri APD tersebut.

Seperti yang dilakukan CSR salah satu perusahaan produsen semen (“Indocement”) di Desa Tarjun, Kabupaten Kotabaru yang menginisiasi Desa Mitra untuk memberdayakan para pelaku usaha lokal di Desa Tarjun, Kecamatan Kelumpang Hilir, Kabupaten Kotabaru, yang tergabung dalam Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) binaan perusahaan dalam meningkatkan kreativitasnya yang secara tidak langsung bertujuan dalam peningkatan perekonomian.

Baca Juga:  SAYED JA'FAR CANANGKAN SATU DESA SATU BANK SAMPAH DI KOTABARU

Hal ini juga seperti diakui dan disampaikan oleh Sekretaris Desa Tarjun, Sana Sudjana, saat ditemui wartawan media ini saat berada di Posko Gugus Tugas Pencegahan Penyebaran COVID-19 Desa Tarjun, Kabupaten Kotabaru, Rabu (15/04/20). Menurut Sana, diantara salah satu makna hikmah dari kondisi Covid-19 saat ini UMKM Desanya dapat memproduksi Masker Kain untuk kebutuhan lokal sehingga tak semua masker yang didatangkan dari luar daerah dan masker yang telah dibuat ternyata kualitasnya juga tak kalah bersaing dari produk UMKM luar daerah, katanya.

“Masker buatan UMKM lokal kualitasnya bisa bersaing dibandingkan dengan produk luar daerah, yang mana menawarkan juga bermacam kreatif corak motif dan warna, tentunya menjadi salah satu daya tarik, serta harganya pun cukup terjangkau,” kata Sana.

“Ia juga sangat mengapresiasiasi dan terima kepada Tim CSR Indocement dengan gagasan dan ide serta wujud nyata kepeduliannya, dapat membuat para pelaku UMKM Di Desa Tarjun dapat terus berinovasi dan menjadi lebih kreatif untuk dijadikan sebagai peningkatan ekonomi kerakyatan selain memproduksi masker sendiri untuk kebutuhan lokal,” pungkasnya. (dam/dn).





Baca Juga:  GAPKI Kalsel Gandeng ULM,  Kembangkan Riset Sawit Berkelanjutan

Tinggalkan Balasan

Scroll to Top