Penolakan Warga Sekitar Rumah Rusunawa, Di Jadikan Ruang Inap Terdampak Covid-19

Print Friendly, PDF & Email

SUAKA – KOTABARU. Dengan rencana Pemkab Kotabaru untuk menempati rumah Rusunawa (Rumah Susun Sewa) untuk dijadikan tempat inap yang terdampak virus corona, pihak RT 15, RT 16. Sedikit ada penolakan oleh warga yang ada disekitar rumah rusunawa.

Dengan adanya penolaknya warga disekitar rumah Rusunawa, pihak Pemkab Kotabaru langsung kelokasi untuk memberi tahu ke warga tentang rencana untuk di jadikan persiapan ruang isolasi yang terdampak covid-19. Selasa (31/3/2020).

Pemkab Kotabaru yang datang kelokasi rumah rusunawa yakni Sekda Kabupaten Kotabaru Drs. H. Said Akhmad MM, sekaligus ketua tim gugus pencegahan Covid-19, bersama anggota tim Covid-19, dan di dampingi beberapa kepala SKPD, Camat pulau laut utara, kepala desa dirgahayu dan pihak keamanan dari kepolisian serta TNI.

“Penyampain Sekda Kabupaten Kotabaru juga selaku ketua gugus Covid-19, bahwa rencana menempatkan rawat inap kerumah rusunawa bagi terdampak virus Corona untuk penempatan di rusunawa ini, insya Allah tidak akan menular kepada warga sekitar kalau hanya melalui udara. Ujar Said.

Baca Juga:  Jembatan Ambruk Dan Rusak Diusulkan Dalam Musrembang Desa Tahun 2020

Menularnya wabah virus Corona, bila yang terdampak bebas keluar masuk dan berkumpul – kumpul serta berdekatan lalu bersin, untuk itu perlu dijaga jarak paling tidak 2 meter supaya teman yang bersin tidak sampai didepan kita, dan bersentuhan kepada orang yang terdampak virus corona.

Dengan ini, pemerintah melakukan pendataan kepada masyarakat yang baru masuk ke Kabupaten Kotabaru untuk di isolasi supaya tidak berkumpul kepada masyarakat yang tidak terdampak. untuk itulah pemerintah menempatkan di ruang inap rusunawa sementara waktu sampai tahap pemulihan. itulah perhatian pemerintah terhadap masyarakat. Papar Said.

Sementara itu, perwakilan warga yang tidak mau disebut namanya. mengatakan,” Bahwa warga disini tetap menolak dijadikan ruang rawat inap yang terdampak covid-19, dijadikan ruang isolasi, karena walaupun tidak akan berdampak, tapi hasil keputusan warga akan melakukan tanda tangan penolakan dan akan di sampaikan kepada kepala desa dan camat setempat. Tandasnya (wan/dam).





Tinggalkan Balasan

Scroll to Top