Arif Fadillah, Kadis Lingkungan Hidup Daerah Kotabaru, Sambangi pengarajin Limbah Kayu Besi/Ulin

Print Friendly, PDF & Email

SUAKA – Kotabaru, Usai menghadiri pelatikan Anggota BPD di Kecamatan Kelumpang Hilir Bersama Bupati H. Sayed Jafar, S.H kepala dinas Lingkungan Hidup Daerah Arif Fadillah menyempatkan diri Sambangi pengarajin limbah kayu besi/Ulin yang Tepatnya berada di belakang Koramil Kelumpang Hilir desa tegalrejo Kabupaten Kotabaru, Rabu, (15/01/2020).

Didampingi Nur pemilik usaha pengarajin Limbah Kayu besi/ulin, Kadis LHD langsung kelapangan melihat peralatan, pekerja dan bahan baku, hingga proses pengolahan tahap awal sampai finising.

Kerajinan yang sudah jadi dan siap jual diantaranya; Gelas, mangkok, Lesung, Cobek, Kalak, tempat buah yang berukir, Bingkai, yang mana semua berasal dari limbah kayu besi dan sebagian dari kayu halaban serta kayu kelapa.

Arif Fadillah kepala dinas DLHD mengatakan,” Saya sangat mendukung karena bahan bakunya dari limbah kayu besi, namun kualitasnya tinggi dan mempunyai keistimewaan sehingga mempuyai nilai jual yang cukup tinggi, juga nantinya akan kita bantu mulai dari permodalanya serta pemasaran sehingga bisa membatu perekanomian masyarakat,” ucapnya.

Baca Juga:  Gusti Syahyar Dukung Halal Bi Halal Reuni SMAN 2 Bajarmasin.

Perlu diketahui Kabupaten Kotabaru banyak sekali limbah kayu ulin yang bisa di manfaatkan untuk di jadikan kerajinan berkualitas tinggi dan kedepannya produk ini nantinya akan dijadikan salah satu andalan khas Kotabaru Kalimantan Selatan,” Pungkasnya.

Nur Selaku pemilik usaha pengarajin limbah kayu besi /Ulin mengucapkan,” Terimakasih kepada kepala dinas atas segala apresiasi dan kunjungannya ketempat kami semoga bantuan yang di tawarkan kepada kami bisa terealisasi sehingga bisa memperlancar usaha kami sebagai warga desa tegalrejo.

Karena usaha ini semata – mata untuk menerapkan tarap hidup masyarakat agar lebih maju dan terampil baik sumber daya manusia (SDM) maupun finansial sehingga mampu bersaing dengan daerah lain tentu akan membawa nama baik Kabupaten Kotabaru khususnya,” bebernya.

Di singgung terkait harga jual dan pemasaran Nur pemilik limbah tersebut oleh awak media Suarakalimantan.com di kediamannya pada kamis, (16/01/2020) mengungkapkan, ” harga jual paling tinggi 350.000, relatif tergantung jenis dan tingkat kesulitan pembuatannya, mengenai pemasaran kami hanya di Kalimantan Timur dan Banjarmasin,”Ucapnya.

Baca Juga:  Jalan Batu Ampar Rusak, Pemkab Tala Akan Segera Memperbaiki

Menurut info yang didapat awak media ini. Bupati H.Sayed Jafar Sh bersama SKPD serta Camat Johanuddin sempat mengunjungi tempat tersebut dan membeli hasil kerajinan tersebut usai acara meresmikan sepak bola di desa Tegalrejo Kecamatan Kelumpang Hilir. (Syir/dam).





Tinggalkan Balasan

Scroll to Top