Peringati Maulid Rasul, Ribuan Warga Ikut Prosesi Beayun

Print Friendly, PDF & Email

RANTAU,- Ribuan ayunan tergantung dalam bentangan curahan rahmat kasih sayang Illahi melalui wasilah Cahaya Nabi Muhammad.Saw.

Prosesi beayun maulid di masjid Al Mukaramah desa Banua Halat dihadiri lebih dari puluhan ribu orang yang datang dari berbagai Pelosok Negeri,  Sabtu (9/11) bertepatan 12 Rabiul Awal. Jumlah peserta beayun maulid tahun 2019 ini mencapai 4.200 orang peserta terdiri dewasa dan anak-anak. Bahkan sehari sebelum acara, pada malam harinya ada juga  peserta yang lebih dulu melakukan prosesi beayun.

 

Penceramah mendatangkan Sayyid Ahmad Hanafi Hariri Bahasyim dari Martapura. yang menyampaikan tausyiah setelah pembacaan syair-syair maulid seperti Mahallul qiyam di lantunkan. Mereka pada Assrakal Mahallul Qiyam serempak berdiri,  karena disaat pembacaan ini orang tua dan guru kita berdiri dari duduk bersilanya sebagai penghormatan kepada Nabi dengan membaca shalawat bersama-sama. Karena ini merupakan cara mereka dalam memberikan contoh kepada generasi umat Islam.

 

           Prosesi beayun ini merupakan budaya religius Islam di Tapin yang setiap tahunnya dilaksanakan dalam rangka memetik berkah dari  Rasulullah Nabi Muhammad.SAW di Masjid Al- Mukaramah Desa Banua Halat. Pemerintah Propinsi Kalimantan Selatan juga telah menetapkan kegiatan ini sebagai salah satu wisata religi sebagai visit Kalimantan.

Kegiatan maulid ini sudah berlangsung lama dilaksanakan setiap bulan Rabiul Awal oleh para muslimin di Tapin baik itu yang diselenggarakan di rumah-rumah, majelis ilm, majelis dzikir, musholah, dan masjid dengan acara selamatan kendati  hidangan yang tersaji dari panitia pelaksana sekedar sepotong kue dan secangkir teh manis atau kopi untuk menemani para jamaah yang hadir seraya mendengar tausyiah ceramah dari alim ulama sekaligus mendengarkan syair-syair lantunan shalawat nabi muhammad.SAW. Selain itu juga ada warga dirumahnya yang menyelenggarakan haulan dengan menyajikan hidangan yang luar biasa nikmat dan khas banjar seperti Guru Suni, Guru Banua Halat ditengah acara menyajikan hidangan makan bagi para tamunya khususnya para murid-muridnya.

Baca Juga:  JALAN TRANSITO KAPUAS BELUM LAMA DIBANGUN SUDAH MENGALAMI RUSAK

 

           Peserta yang hadir dalam prosesi beayun maulid tahun 2019 di Banua Halat ini diantaranya juga ada warga yang datang dari luar negeri, hingga pelosok daerah lain dari pulau jawa dan sumatera. Pantauan Infobanua sehari sebelum acara prosesi beayun dilaksanakan arus lalu lintas jalan menuju lokasi beayun maulid di Banua Halat terpantau meningkat padat. Sebelumnya para pedagang yang datang dari luar untuk menempati lapak dagangannya yang sudah disediakan panitia, bermacam dagangan digelar sebagaimana pasar. Selanjutnya para peserta yang mengambil nomor peserta beayun ke lokasi untuk persiapan esok harinya. Sebagaimana dikatakan Umi Hanni, “Kita menampung peserta yang datang dari Kapuas Kalteng untuk bemalam karena mereka punya niat untuk iikut beayun. Bahkan sehari sebelum acara, pada malam harinya ada juga  peserta yang lebih dulu melakukan prosesi beayun, mereka memilih pada malam hari ketimbang esok hari karena dinilai besok pasti pesertanya padat, “katanya.

 

Aparatur kepolisian unit lalu lintas Polres Tapin juga terlihat turut mengamankan sekaligus mengatur  arus lalu lintas di jalan kabupaten menuju lokasi kegiatan. Selain itu juga ada pramuka yang turut membuat jalur jalan lintasan.

Baca Juga:  Relawan Jokowi: Penangkapan Tanker Asing Bukti Bakamla Jaga Kedaulatan Maritim

 

Semarak Bulan Maulud Nabi Muhammad.SAW

 

     12 Rabbiul Awal bulan Maulid Nabi Muhammad.SAW, bulan kelahiran Nabi Muhammad, bulan Nabi Muhammad hijrah ke Madinah, dan bulan Haul atas meninggalnya Nabi Muhammad.SAW.

     Barokah bulan Maulid di daerah ini tergambar jelas, berbagi antar sesama umat Muslim melalui Wakilnya dengan meneladani Rasulullah Nabi Muhammad.SAW. Terhitung hidup sehari bulan Rabiul Awal mulai semarak terdengar kumandang shalawat atas junjungan Nabi Muhammad.SAW beserta keluarga dan para sahabat dan pengikutnya dari umat muslim di daerah ini dengan instrumentasi Gendang Rebana yang dibawakan grup penerbang. Demikian pun lantunan zikir dan ayat suci Al-Qur’an merdu khusyu tedengar serta Tausyiah yang disampaikan para Guru, Arif Billah, dan Alim Ulama di Masjid dan Surau Mosholah. Banyak warga menghadirinya dan diantaranya memperingatinya dengan menyelenggarakan syukuran dan doa bersama sekaligus haulan yang diselengarakan dan dihadiri undangan antar warga. Peringatan Maulid digelar warga di Surau Musholah dan Masjid serta syukuran dipermukiman rumah penduduk tempat tinggalnya, lembaga organisasi masyarakat Islami, hingga lingkungan perkantoran Pemerintah Daerah.

Baca Juga:  Akan Bangun 15 Ribu Rumah, APERSI Kalsel Kunjungi Pemerintah Kabupaten/Kota di Kalsel

     Didaerah ini ada budaya tradisi yang khas terselenggara setiap bulan Maulid Nabi, diantara kegiatannya adalah “Prosesi Beayun Maulid Nabi Muhammad.SAW bertempat di Masjid Keramat Desa Banua Halat”. Masjid Al Mukarammah, prosesi beayun akan curahan rahmat dan kasih sayang Allah.SWT melalui wasilah cahaya Nabi Muhammad.SAW.

 

     Ribuan ayunan mengalun naik turun seiring lantunan shalawat terhadap Baginda Rasulullah Nabi Muhammad.SAW dan kumandang zikir yang dibawakan para santri dengan instrumentasi rebana dan gendangnya. Yaa Allah, Shalawat dan Salam semoga selalu tercurah terhadap junjungan Baginda Rasulullah Nabi Muhammad.SAW beserta seluruh keluarga dan para sahabat serta pengikut Beliau hingga akhir zaman. Yaa Allah bentangilah curahan asuhan cinta, kasih, dan sayangMu selalu terhadap kami disini dan jadikanlah kami tempat persinggahanMu selalu dan tetap dalam formasi bintangmu dengan cahaya Nabi Muhammad.SAW serta sasaran cemburuMu berupa kasih dan sayang. Lindungilah Kami dari murka dan azabMu. Yaa Allah naungilah kami yang menyandarkan Hallikhwal dari Mu dengan niat karenaMU, Engkaulah maksud kami serta Maghfirah dan RidhoMu tujuan hidup kami. Yaa Allah tetapkanlah kami untuk selalu Istiqomah ingat terhadap Allah dan taat terhadap ajaran Nabi Muhammad.SAW dengan menyerahkan diri penuh kepada Allah.SWT Tuhan Seru Sekalian Alam Semesta Ini. Tiada Tuhan Selain Allah, Allah tempat bergantung dan bersandar.

 

Reporter Nasrullah

 





Tinggalkan Balasan

Scroll to Top