DP3A Tapin Bakal Jemput Bola Lakukan Konseling 

Print Friendly, PDF & Email

 

RANTAU,- Bunga (red.nama samaran) korban yang masih duduk di kelas satu SMP dan dipaksa ayah tirinya untuk melayani nafsu bejatnya selama dua tahun hingga melahirkan, tentunya berdampak pada kondisi psikologis korban. Dirinya tentu perlu pendampingan konseling dari Pemerintah untuk mengobati traumanya.

Dikonfirmasi kasus ini, Dinas Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Tapin, Hj.Lailan Noor, S,Sos didampingi Hj Mastika Murni Kabid PPA Dinas Perberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Tapin menyatakan, “bahwa keluarga korban belum melapor kepada kami. Sementara laporan untuk pendampingan itu merupakan syarat ditempat kami,”katanya.

Menurut  Hj.Mastika Murni bahwa DP3A Kabupaten Tapin sudah maksimal melaksanakan sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap anak di lima kecamatan Kabupaten Tapin. Sasarannya adalah sekolah-sekolah, disitu kita memberikan sosialisasi tentang kekerasan terhadap anak kepada seluruh anak, guru serta orang tua murid.

“Tapi yang namanya musibah, bagaimana lagi. Tapi bukan berarti kami tidak perduli. Kami saat Ibu korban melapor mengisi Berita Acara Pemeriksaan (BAP) ke kepolisian hingga di kantor kepolisian petugas kita turut mendampingi. Dan juga ada upaya jemput bola dari kami melakukan konseling terhadap korban secara perlahan melakukan pendekatan terhadap korban,”katanya.

Baca Juga:  Kabar Duka, Satu Lagi Tokoh Kalsel Wafat

Korban dilecehkan ayah tirinya yang pedagang sayur selama kurang lebih sekitar 2 tahun hingga dirinya melahirkan anak.Saat kehadiran anak bayi di kediamannya yang beralamat di jalan Bir Ali Desa Mandarahan Kecamatan Tapin Utara Kabupaten Tapin,  korban dan ayah tiri korban mengaku bahwa itu anak pintaan. “Saat itu diduga ada ancaman dari ayah korban untuk mengakui bayi yang dilahirkannya itu adalah bayi pintaan. Ibu korban tak terima hingga memaksa korban untuk jujur terbuka mengakui terhadap dirinya, sehingga akhirnya korban mengaku dengan tetesan air mata bahwa itu hasil hubungannya dengan ayah tirinya yang memaksa untuk melayani nafsu bejatnya selama ini. Tak terima hal itu, sontak langsung Ibu korban laporkan suaminya ke aparat kepolisian,”katanya.

Reporter Nasrullah

 





Tinggalkan Balasan

Scroll to Top