Tutupnya SPBN AKR, Berdampak Kepada Para Nelayan Kotabaru

Print Friendly, PDF & Email

KOTABARU, Suarakalimantan.com – Tutupnya SPBN AKR yang salah satu penyuplai BBM Solar kepada masyarakat Nelayan kotabaru.

Dalam kurung waktu lima bulan ini, Masyarakat nelayan sudah sangat susah mendapatkan Solar.

Dulu adanya SPBN AKR Masyarakat nelayan sangat terasah terbantu, karena mudah mendapatkan solar tanpa susah payah mencarinya.

Justru tidak beroperasinya SPBN AKR lagi maka Masyarakat Nelayan sudah tidak mudah mendapatkan solar, jangankan hendak melaut, mencari Solar saja tidak gampang. Ungkap Nelayan yang tidak mau disebutkan namanya.

“Kalau dulu mudah untuk mendapatkan solar karena ada dilokasi Pendaratan Pelelangan Ikan (PPI) namun pihak AKR Sudah tidak lagi menyuplai ke SPBN tersebut secara otomatis tidak ada solar dan tidak tahu apa penyebabnya.

Bila SPBN AKR tidak beroperasi lagi atau tidak melakukan pendistribusian, maka masyarakat merasa terhambat untuk melaut, karena solar memang menjadi kebutuhan alat perangkat mesin diesel untuk menghidupinya.

Solar jadi kendala, apabila tidak ada, melaut ikannya pun tidak sebanding hasil yang di peroleh dari pada bahan bakar solar yang tidak di subsidi.

Baca Juga:  TNI Peringati HUT Ke-74 Di Makolanal Angkatan Laut Kotabaru

Dari pantuan awak media di lokasi SPBN AKR dilingkungan (PPI) benar – benar tutup dan akitivitas pekerja tidak ada sama sekali, hanya rumput yang ada disamping mulai tumbuh sekitar SPBN sedangkan membangun SPBN tersebut menelan dana anggaran cukup besar digunakan tapi semudah itu tidak difungsikan? Kan, itu Mubazir. Ucapnya.

Menurut Syahriansyah, Selaku Humas Organisasi Pedagang Ikan dan Nelayan (OPIN) Kotabaru. Dengan tutupnya SPBN AKR yang tadinya Masyarakat Nelayan mudah mendapatkan solar bahkan merasa terbantu dengan harga solar bersubsidi, jadi bila melaut secara pasti mendapat hasil lumayan artinya tidak rugi sama sekali. Jelasnya. Senin (16/09/2019).

Lanjut Syahriansyah lagi, Kalau boleh berharap pihak intansi terkait agar dapat memikirkan nasib para Nelayan karena apabila tidak operasi maka anggota (OPIN) yang kurang lebih 1500 Masyarakat nelayan yang tersebar di 21 Kecamatan di wilayah Kabupaten Kotabaru akan berdampak kepada hasil ekonominya.

” Coba kalau melaut dengan harga solar mahal secara otomatis berpengaruh pendapatanya, tapi bila solar subsidi juga akan berpengaruh kepada ekonomi masyarakat itu sendiri”. Pungkasnya. (wan/dam)





Baca Juga:  Pemerintah Tanah Laut, Dukung Penuh Sektor IKM dimasa Pendemi Covid-19

Tinggalkan Balasan

Scroll to Top