109 Desa, 12 Kecamatan Melakukan Seminar Dan Dialog Percepatan Pemekaran Kabupaten Tanah Kambatang Lima

Print Friendly, PDF & Email

KOTABARU, Suarakalimantan.com – Peserta seminar dan dialog percepatan pemekaran Kabupaten tanah Kambatang Lima Yang dilaksanakan di Gedung serbaguna Kecamatan Kelumpang barat, desa Bungkukan jalan poros provinsi, km 345. Kabupaten Kotabaru Kalimantan Selatan. Sabtu (24/08/2019).

Dihadiri Ketua Forum Komunikasi Masyarakat Banua (FKMB) Tokoh Masyarakat, tokoh agama, Bhabinkamtibmas, Babinsa 1004 Kotabaru, Ir. Bahrudin. ME (Ketua Presidium) Dr. Drs. H. M Hasbullah Msc (Akademisi) Prof. Dr. Ir. Udiansyah, MS (Akademisi) dan para pendukung pemekaran Kabupaten tanah Kambatang Lima, 12 Kecamatan, seratus sembilan (109) desa.

Dalam berjalan nya kegiatan susunan acara tersebut seperti, Menyanyikan lagu Indonesia raya, Tari adat tiang bakambang, pengantar Forum Komunikasi Masyarakat Banua (FKMB), presentasi/Seminar/Dialog, penyampaian keputusan dan kesepakatan – kesepakatan berdirinya Kabupaten tanah Kambatang Lima.

Dr. Drs. H. M Hasbullah Msc Selaku Akademisi Kambatang Lima mengatakan bagaimana untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat tentu saja pembangunan lebih merata, bagi pemerintah daerah lebih mudah, cara kerja yang jelas bagaimana untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya.

Baca Juga:  Pandangan Masyarakat, Dampak Padamnya Listrik Di Kalsel

Tentu saja pembangunan lebih merata bagi pemerintah daerah, juga akan lebih memudahkan karena cara kerja yang dekat. Ujarnya.

Terus kata Hasbullah, Saya bikin KTP harus ke Kotabaru kadang bemalam ketika masyarakat sakit harus berobat.
Apabila saya melihat masyarakat Kotabaru adanya keinginan masyarakat seperti ini harus direspon secara baik, karena yang pertama terjadi pemerataan makanya menurut saya sesuatu yang logis dan akan terjadi kalau kita melihat ketika terjadi pemekaran di Kabupaten tanah Kambatang Lima.

Pengalaman yang sangat berharga bagi Kotabaru mestinya sudah melihat bagaimana kondisi pembangunan – pembangunan secara cepat dan sebagainya.





Makanya saya menawarkan dengan kawan – kawan hanya ada dua pilihan pertama harus dimekarkan mau tidak mau kita harus berpacu dengan waktu karena mengejar untuk melakukan pemekaran. Pungkasnya (dam).

Tinggalkan Balasan

Scroll to Top