Gelar Festival Banjar, Masyarakat Kalsel Perkenalkan Budaya Kalimantan

Print Friendly, PDF & Email

SUAKA – JAKARTA. Masyarakat Kalimantan Selatan adalah masyarakat yang majemuk. Ada banyak bahasa dan berbagai bentuk kebudayaan, termasuk seni. Keindahan seni dan budaya ini akan menjadi modal sangat besar bagi pembangunan dan perkembangan masyarakat di Kalimantan Selatan.

Masyarakat Kalimantan Selatan menyelenggara Festival Banjar 2019 dilaksanakan oleh Kerukunan Bubuhan Banjar Se-Jabodetabek bekerjasama dengan Pemerintah Daerah Provinsi, Kabupaten dan Kota Se-Kalimantan.

Festival Seni Budaya Banjar Tahun 2019 adalah festival yang istimewa. Istimewa karena festival ini diadakan di Jakarta yang dihadiri oleh para komunitas orang Banjar sedunia dan dikuti oleh 13 Kabupaten-Kota di Kalimantan Selatan dan dinikmati oleh Masyarakat umum, Bubuhan Banjar, dan lain-lain.

Kegiatan ini diselenggarakan selama 7 hari sejak tanggal 15-21 Juli 2019 dengan mengambil lokasi di Museum Nasional Indonesia dan Area CFD Bundaran HI Jakarta. Penyelenggara Festival Banjar 2019 dilaksanakan oleh Kerukunan Bubuhan Banjar Se-Jabodetabek bekerjasama dengan Pemerintah Daerah Provinsi Kabupaten dan Kota Se-Kalimantan

Ketua Pelaksana Festival Banjar 2019, Dr. Hj. Rosiyati Mh Thamrin, SE, MM pada sambutannya mengatakan, bahwa festival ini akan diselenggarakan Parade Budaya, Silaturahim, Bazar dan Expo. Kegiatan ini akan mempromosikan ragam budaya Banjar dan Dayak Meratus kepada masyarakat Jakarta dan perwakilan Negara sahabat yang ada di Indonesia.

Baca Juga:  Selasa, Sidang Ke-12 Gugatan PMH Terhadap Dewan Pers Dilanjutkan

“Penyelenggaraan Festival Budaya Banjar 2019 yang mengusung Tema “Penguatan nilai-nilai kebudayaan Banjar” bertujuan untuk memperkenalkan, mempromosikan potensi daerah berupa budaya dan lainnya dari Kabupaten dan Kota yang ada di Kalimantan Selatan yang dikemas dalam acara Etalase Kebudayaan Banjar,” ungkap Rosiyati, saat memberi sambutan di Museum Nasional Indonesia, Jakarta, Jum’at (19/7/2019).

Festival Banjar 2019 telah disiapkan tiga acara besar yakni Parade Budaya Banjar yang akan ditampilkan dan di pagelarkan di Museum Nasional maupun di area Car Free Day Bundaran HI Jakarta yang dikuti oleh 13 Kabupaten Kota di Kalimantan Selatan dan Bubuhan Banjar Sedunia. Selanjutnya akan berlangsung pula Silaturahim atau Halal Bi Halal Bubuhan Banjar Sedunia dan Bazzar/Expo yang digelar dalam bentuk Replika pasar terapung.

Sebagai panitia, kami mendukung agar Festival Banjar ini dapat dilakukan setiap tahun sehingga dapat mendorong percepatan sektor pariwisata sebagai sektor unggulan baru diluar sektor pertambangan dan perkebunan yang sudah ada di Kalimantan Selatan, ungkap Rosiyati.

Dengan adanya Festival budaya yang menunjukkan keragaman budaya Banjar dan Dayak Meratus, diharapkan menjadi ajang promosi yang baik bagi Provinsi Kalimantan Selatan sebagai tujuan wisata yang menarik bagi turis lokal maupun mancanegara.

Baca Juga:  DPD APERSI KALSEL Kembali Gelar Pengobatan Gratis Pasca Banjir di Desa Mali Mali Kabupaten Banjar

“Mari kita semua meriahkan Festival Banjar 2019 yang merupakan gerakan untuk memelihara eksistensi budaya Banjar yang kaya akan jenis dan bentuknya tapi juga memiliki makna dari berbagai sisi kehidupan kita,” tutup Dr. Hj. Rosiyati Mh Thamrin, SE, MM. (Ar/Rudy)
, Bekasi – Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) bekerjasama dengan CIMB Niaga Syariah mengadakan Tongkrong Ngopi Diskusi ( Topi Diksi) edisi Spesial Roadshow Bank Syariah dengan tema “Sinergi Bank Syariah dalam Optimalisasi Potensi Keuangan Mikro Berbasis Masjid” di Warunk Fenomenal, Bekasi, Jawa Barat, Kamis 11 Juli 2019.

Topi Diksi Pada kesempatan ini PD MES Kota Bekasi menjadi tuan rumah pada acara Tersebut. Kegiatan ini dihadiri lebih kurang 59 peserta yang berasal dari para pengusaha muda, pengurus masjid, entrepreneur dan generasi millenial lainnya.

Acara secara resmi dibuka oleh Sekertaris Umum PD MES Kota Bekasi Asmawi. Dalam sambutannya Asmawi menyampaikan, terimakasih kapada MES Pusat yang telah mempercayakan MES Kota Bekasi sebagai tuan rumah. Kota Bekasi memiliki potensi masjid yang besar untuk membantu meningkatkan ekonomi umat khususnya Kota Bekasi.

Baca Juga:  Pemilik Tanah 14.000 Meter Curhat ke Jokowi

“Semoga melalui kegiatan ini, masjid-masjid di Kota Bekasi bisa menjadi point pengembangan keuangan syariah,” harap Asmawi.

Hadir sebagai narasumber dalam acara tersebut, M. Yusuf Helmy dari Pengurus Pusat MES dan Ahmad Yani dari CIMB Niaga Syariah. (Amhar)





Tinggalkan Balasan

Scroll to Top