Petani Di Pandulangan Tapin Tengah Kekeringan Berharap Hujan

Print Friendly, PDF & Email

Keterangan foto : Lahan pertanian di Pandulangan Kecamatan Tapin Tengah Kekeringan. Sumber Foto Nasrullah

SUAKA,RANTAU,- Warga Desa Pandulangan Kecamatan Tapin Tengah Kabupaten Tapin yang penduduknya mayoritas petani padi berharap banyak dua minggu terakhir hujan mengguyur desa mereka.Pasalnya, cuaca panas sudah terasa sejak awal ramadhan hingga sekarang, membuat ratusan hektar sawah terancam kekeringan.

Kepala Desa Pandulangan Hasan mengatakan dua minggu terakhir sejak hari pertama puasa musim panas sudah melanda daerah kami sehingga ratusan hektar lahan padi milik warga kami kekeringan dan terancam gagal panen.

“Ini menjadi kuatiran warga desa kami kalau tidak teratasi kemungkinan bisa gagal panen tahun ini.Sumber air di desa kami selama ini tak ada  hanya satu-satunya berharap dari tadah hujan,”katanya kepada awak media SuaraKalimantan.com.

Demikian Sekdes Pendulangan kecamatan Tapin Tengah Ali Noordin membenarkan kekeringan yang melanda desa mereka dan menjadi kekuatiran warga kami gagal panen tahun ini.

“Seluas 800 hektar sawah di desa kami yang saat ini bertepatan sedang tumbuh-tumbuhnya benih padi sehingga  memerlukan pasokan air banyak. Karena kalau kondisinya saat ini dalam waktu seminggu dipastikan isi padi tak maksimal berbuah.Usia tanam padi ini baru sekitar 2 bulan, sementara usia padi 3 bulan 10 hari sudah bisa dipanen,”katanya.

Baca Juga:  FKDB Bantu BKKBN Selesaikan Persoalan Keluarga Pra Sejahtera

Warga sudah kuatir dengan kondisi keringnya lahan padi mereka. Dan menjadi ujian bagi kami di bulan Ramadhan ini karena tak ada sumber air lain selain berharap hujan. “Kami semua berharap sekali hujan dan juga ada solusi dari pemerintah daerah yang siap berkordinasi dengan BMKG dapat mengarahkan titik curah hujan ke daerah kami. Menurut kami dengan hujan 2 s/d 3 jam itu sudah cukup. Atau dengan bantuan mobil tanki yang siap pulang pergi ambil air dari daerah Linuh ke daerah kami,”katanya.

Disisi lain Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tapin Wagimin dikonfirmasi siap membantu mesin pompa air. Namun persoalannya sumber air di daerah setempat tidak ada selain dari curah hujan. “Saya berpikiran optimis bahwa lahan yang kering itu baru lapisan tanah bagian atas saja sementara lapisan bawah masih berair, dan ini dikategorikan belum kering benar. Jadi warga jangan kuatir tanamannya pasti tumbuh subur,”katanya.

 

Reporter Nasrullah

 





Tinggalkan Balasan

Scroll to Top