Tulisan Tak Senonoh Tertuju Kepada Pemerintah

Print Friendly, PDF & Email

SUAKA- RANTAU,- Tahun Politik 2019 di Kabupaten Tapin ternyata terdapat
beragam kiat sekalinya untuk mengingatkan Pemerintah, seperti cara oknum tak dikenal setelah sebelumnya mencat aspal jalan nasional tepat didepan kantor DPRD Tapin bertuliskan, “Tempat Menagih Janji Kampanye” dengan menggunakan cat semprot di bulan April 2019 lalu.

Kini menjelang dan setelah pelaksanaan pemilu di bulan April 2019, tulisan tak senonoh di Bundaran Kawasan Rantau Baru dengan cat semprot berwarna merah sebagai bentuk protesnya kepada Pemerintah setempat belum juga dihapus. Senin (6/5).

Tulisan tak senonoh mengarah sebagai padanan kata yang ditulisnya dapat menjadi sebuah diksi untuk mewakilkan kegelisahannya terhadap Pemerintah yang dinilainya saat ini.

Menanggapi tulisan itu, Sekretaris Daerah Tapin H.Masyraniansyah menyatakan itu perbuatan iseng saja yang dilakukan oleh oknum yang tidak gantlemen lagi tak bertanggungjawab di tahun politik seperti sekarang ini. “Kalau memang berani tunjukan jati dirimu, “tantangnya.

“Anak-anak di daerah Tapin ini semuanya baik, tidak berkelakuan aksi corat-coret sembarangan, “katanya
.
Selain itu motivasi aksi kata yang ditulisnya itu tertuju Pemerintah mana, Pemerintah kita kah.
Aspek Pemerintahan di Negeri ini jangkauannya luas. Mulai dari Pemerintah Pusat, Provinsi, dan Pemerintah Kabupaten atau Pemerintah Luar Negeri. Selain itu, arti kata setelah Pemerintah tidak familiar di daerah ini dan dapat dikatakan bukan bahasa daerah kita banjar. “Itu kelakuan iseng saja dan supaya kita terfitnah, “kata sekda yang akrab disapa H.Uning.

Baca Juga:  Heboh... Pemuda Banjar Nikahi Nenek 75 Tahun

Janjinya Pemerintah Kabupaten Tapin bakal secepatnya menghapus tulisan tak senonoh tersebut, tepat di bundaran Ruang Terbuka Hijau dan Pendopo Rantau Baru. Namun hingga kini belum juga terhapus dan dilakukan pihak terkait.Sebagaimana diketahui baru-baru tadi di kawasan pendopo kabupaten di RTH ini pernah digunakan pelaku kriminalitas asusila hingga pencurian.

Reporter NASRULLAH





Tinggalkan Balasan

Scroll to Top