Titik Keyakinan seorang Hamba

Print Friendly, PDF & Email

Oleh: Andi Nurdin Lamudin, SH

Pada tahun kesepuluh dari kenabian, paman Rasulullah,Abu Thalib, meninggal dunia,Rasulullah mengalami kesedihan.Tidak terlalu lama hari kemudian Siti Khadijah juga meninggal dunia. Dimana dikenal dengan Tahun Kesedihan (‘Aamul Hazan). Pada tahun ini beliau menikah dengan Siti Aisyah. Pada tahun ini pula Rasulullah pergi sendirian menuju Tsaqif penduduk Thaif.Beliau berdakwah di sana selama satu bulan dengan mendapatkan perlawanan dan tantangan yang sangat, dihina.disakiti dan macam penderitaan.

Pada tahun kesebelas dari kenabian, Rasullulah berusaha keras mengenalkan dirinya kepada kabilah kabilah Arab pada waktu pertemuan pertemuan mereka yang diadakan pada musim musim tertentu.Seperti di Arafah, dan dipasar pasar yang terkenal.Pada tahun ini juga, orang orang Madinah pertama kalinya (Anshar) menyatakan keIslamannya.Pada tahun ini juga sembilan jin yang mewakili kelompoknya menyatakan keimanan dengan Rasulullah (QS Al Ahqaf 29).

Pada tahun ke dua belas dari kenabian, terjadi ISRA MI’RAJ, ditetapkannya Shalat lima waktu sehari semalam. Menembus langit ke tujuh dan menghadap Allah SWT, dalam enam jam kembali lagi ke bumi. Merupakan titik balik awal Penciptaan, Wihdatul Wujud (kesatuan penciptaan), dengan Muhammad SAW. Dimana awal Penciptaan adalah Nur Muhammad, pada dimensi kesembilan. Dimensi kesembilan jika di hitung dari ISRA (Perjalanan horizontal) ke langit Pertama) MI”RAJ) bertemu dengan nabi Adam AS.

Baca Juga:  Yayasan Pendidikan "Intan Sari" Al-Munawwarah Gelar Lokakarya Bersama Guru PAI

Tetapi jika dilihat dari atas atau titik Allah SWT, maka yang turun pertama kali adalah Muhammad SAW.Atau Rasul Pertama kali atau Penciptaan Pertama di alam Ruh. Kemudian malaikat Jibril di dimensi ke menurun kedua, kemudian ke dimensi ke tiga menurun melihat syurga dan neraka. Atau masa depan manusia. Bertemu dengan Ibrahim di menurun dimensi ke empat.Atau langit ke tujuh jika dihitung dari naik.

Titik keyakinan kalimat syahadatain, “Tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah Utusan Allah” adalah kalimat yang abadi.Kalimat di mana datang kedunia ini untuk mengerti makna apa yang terkandung di dalam kalimat Syahadatain tersebut.Jika seseorang dapat mengerti kalimat itu dapat dikatakan sebagai orang yang menang atau sukses!. Sebaliknya jika masih tidak mengerti apalagi tidak percaya maka akan tersesat semakin jauh.

Dunia adalah tempat belajar karena itu untuk belajar tentang alam akhirat maka miniaturnya pada peristiwa Isra dan Mi’raj. Dimana kendaraan yang dipakai manusia di muka bumi ini tidak dapat menebus atau merumuskan apa yang disebut dengan “Langit Pertama”.

Baca Juga:  Harta Kekayaan Calon Gubernur Kalsel H Muhidin Terkaya dan Paman Birin Hanya Rp 400 Juta

Karena itu bagaimana manusia bisa menguraikan lebih jauh apa yang disebut dengan “lautan cahaya”. Atau apa yang disebut “NURUN ‘ALA NURIN”. Cahaya di atas cahaya. Di mana perjalanan cahaya dalam ilmu manusia adalah sejauh 300.000 km perdetiknya.Di mana kendaraan Muhammad SAW sewaktu melakukan perjalanan sakral tersebut dengan kendaraan yang disebut dengan BURAQ atau “Kilat”.

Mengapa banyak manusia di zaman Now ini masih banyak yang bermain main dengan jalan hidupnya. Jika secara nyata perjalanan hidup adalah seperti Rasul yang mengendarai BURAQ?





Tinggalkan Balasan

Scroll to Top