Menikmati Jajanan Kue Kuliner Khas Banjar, Tersedia di Warung Serabi RAFIF Jalan Sulawesi Banjarmasin

Print Friendly, PDF & Email

Menikmati Jajanan Kuliner Khas Banjar, terdedia di Warung Serabi RAFIF di jalan Sulawesi Banjarmasin.

SUAKA, BANJARMASIN – KULINER Jajanan khas Banjar seperti serabi, lupis, Kakoleh, putu mayang dan laksa, bikinan Ibu…. kini telah tersedia di warung Serabi Rafif (samping SDN pasar Lama 3) jalan Sulawesi Banjarmasin, ketika media Suarakalimantan.com berkunjung pada hari senin siang 25 maret 2019.

“Bu, Annisa yang juga didampingi Bu, Novianti mengesahkan, Usaha ini diakuinya semua sekitar 5 juta sewa atau kontrak kios tempat berjualan, termasuk modal membikin kue – kue. Kita buka jualan dari jam 10.00 pagi sampai jam 05.00 sore dan hari libur tetap berjualan, sementara biasanya pendapatan satu hari minimal mencapai 800 ribu dan kalau dihari libur bisa lebih dari 1 juta.”ucapnya.

Untuk harga per porsi harganya harganya beda-beda kalau laksa, putu mayang Rp 3.000,- dan kalau untuk kakoleh, lupis, serabi Rp2.000,- untuk keuntungan perhari mungkin 40% dari pendapatan perharinya.” ujar Ibu beranak satu ini.

Baca Juga:  Demo Tolak UU MD3, Mahasiswa Hanya ditemui Kabag TU Sekretariat DPRD Kalsel

“Ia mengharapkan, adanya bantuan permodalan dari Pemerintah atau instansi terkait, agar usaha jajanan Kuliner miliknya bisa terkenal di daerah Banjarmasin menjadi viral yang dijual ciri khas makanan Banjarmasin dari Kalsel dan rasanya dijamin tidak mengecewakan, untuk memperkenalkan budaya Banjarmasin yang harus dilestarikan karena kan Banjarmasin saat ini menjadi pusat salah satu pariwisata untuk seluruh kota Banjarmasin.”harapnya.

“Ia menuturkan, Setidaknya kue -kue jajanan khas Banjarmasin semuanya yang berkaitan dengan Kota Banjarmasin mempunyai banyak budaya dan dari kue juga pakaian dan lain-lain untuk bisa lebih dikembangkan lagi.”tuturnya

“Ia sebutkan, selain urang Banjarmasin yang menukari, tapi ada jua urang luar daerah yang dari kota Marabahan sudah ada yang langganan, karena bisnis kue khas Banjarmasin sekarang banyak yang hampir kurang membudidayakan lagi. Jadi anggaplah yang sekarang kita yang jualan kue-kue jajanan khas Banjar seperti ini sebagai penerus urang tua kita – kita dulu dan kita terjun menekuni usaha ini sejak umur 27 tahun sementara sudah mempunyai anak 1 (satu) orang.”Sebut Bu Annisa.(h@tim/SK).





Baca Juga:  4000 Anggota Bala Riwut Antang Patahu Dukung Ben Brahim - Ujang Iskandar Dalam Pilkada Kalteng

Tinggalkan Balasan

Scroll to Top