BPBD KOTABARU DIRIKAN POSKO INDUK WASPADA KEKERINGAN DAN KARHUTLA

Print Friendly, PDF & Email

SUAKA – KOTABARU. Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Kotabaruakan segera mengantisipasi terjadinya Kekeringan dan Karhutla (Kebakaran Hutan dan Lahan) akibat datangnya musim kemarau dan panas.

Menurut Kepala BPBD Kotabaru H. Rusian Ahmad Jaya, S.Sos, MAP pada media suara kalimantan diruang kerjanya hari Selasa 21 Agustus 2018 “mengatakan kami akan segera mendirikan posko induk sebagai tempat peralatan mesin pompa dan tempat berkoordinasi dengan instansi terkait agar mudah berkomunikasi, apalagi ada perintah Presiden agar supaya jangan sampai Karhutla cukup besar”, katanya Selasa (21/8/2018) bertempat dijalan Brigjen H.Hasan Basri Desa Semayap Kecamatan Pulau Laut Utara Kabupaten Kotabaru Kalimantan Selatan.

Lanjut H. Rusian Ahmad Jaya “mengungkapkan salah satu Desa Hilir Muara Kecamatan Pulau Laut Utara ada beberapa wilayahnya tidak bisa dialiri air dari PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) Kotabaru karena diakibatkan kekeringan, menurut hasil informasi diperoleh dari PDAM bahwa debet waduk Gunung Ulin sudah mengalami penurunan 5 sampai 10 centimeter (cm) kubik perhari, untung saja ada beberapa waduk PDAM masih bisa bertahan dan perlu juga kami informasikan bahwa BPBD Kotabaru akan berkoordinasi dengan BMKG Kotabaru agar dapat kita ketahui Hotspot (Titik Api) supaya posko induk dapat bergerak cepat sebelum terjadi dan membahayakan dan membahayakan”.

Baca Juga:  Apel Gelar Pasukan Kesiapan Pengamanan Malam Tahun Baru 2023 Wilayah HST

Menurut hasil konfirmasi BMKG Kotabaru Ibnu Hidayat, A.Md diruang kerjanya sebagai tugas perkiraan cuaca BMKG Kotabaru “bahwa antara bulan Agustus, September dan Oktober masih ada hujan walaupun tidak normal artinya panas lebih panjang daripada hujan memang perlu segera diantisipasi dengan adanya Hotspot (Titik Api). Jadi kami dan BMKG tetape memantau lewat rekaman satelit, karena alat ini bisa mendeteksi panas permukaan bumi”.

Jadi kata Ibnu “dugaan titik api merupakan adanya kecendurungan akibat suhu panas permukaan bumi sehingga ada titik api (Hotspot)”,tandasnya.(Wan / Dam)





Tinggalkan Balasan

Scroll to Top