Jembatan Mandastana Ambruk, Sampai Kini Tak Terlihat Ada Perbaikannya

Print Friendly, PDF & Email

SUAKA – MARABAHAN. Jembatan Mandastana yang ambruk pada lima bulan lalu hingga kini belum diperbaiki. Jembatan beton yang merupakan penghubung Desa Tanipah, Desa Tatah Alayung, Desa Bangkit Baru, Kecamatan Mandastana, Kabupaten Barito Kuala (Batola) hingga kini belum ada tanda-tanda akan diperbaiki oleh pihak terkait.

Warga mengeluh dan berharap kepada pihak terkait agar segera memperbaiki, mengingat jembatan itu berada di lintasan utama penghubung tiga desa. “Setelah jembatan itu ambruk hingga saat ini belum ada tanda-tanda akan diperbaiki oleh pihak terkait,” ujar Jani warga desa Tanipah, Minggu (14/1) kepada beberapa wartawan.

Keluhan warga lainnya, jembatan itu berada di lintasan utama yang menghubungkan beberapa desa lainnya. Selain itu, warga lainnya mengatakan, saat melintas jembatan darurat itu dibuat pihak kontraktor yang mengerjakan jembatan ambruk tersebut pihak terkait terkesan sangat lamban dalam menangani. “Kita meminta kepada pihak terkait agar segera melakukan perbaikan, karena jembatan darurat yang bahannya terbuat dari kayu galam itu sudah rapuh saat ini,” ujar warga yang melintas di jembatan darurat itu.

Baca Juga:  Pemprov Kalsel Portal Jalan Hauling PT Hasnur

Camat Mandastana, Suyud Sugiono mengungkapkan, banyak warga menanyakan terkait perbaikan jembatan Mandastana tersebut. “Kapan diperbaiki jembatan itu, jembatan darurat yang terbuat dari bahan galam itu sudah rapuh dan kemana kami harus mengadu,” ujar Camat menirukan keluhan warga yang dialami saat ini.

Lebih lanjut Camat mengungkapkan, keluhan itu akan disampaikan kepada pihak terkait. “Saya berharap cepat diperbaiki. Saya hanya menyampaikan keluhan masyarakat. Terlepas dari investigasi dari pihak terkait, maupun dari pihak kontraktor yang mengerjakan proyek tersebut,” ujar Camat Mandastana kepada wartawan SUAKA, Minggu (14/1).

Ketua Badan Permusyawarahn Desa (BPD) Desa Tanipah, M. Said mengatakan, warga saat ini terhambat melakukan aktifitas sehari-hari. Selain itu juga perekonomian sangat kurang baik.

Pembambangunan desa pun juga terhambat, karena truk pengangkut material ke desa terpaksa transit, oleh karena itu material harganya lebih mahal dari biasa. Kemudian warga yang memiliki mobil terpaksa harus parkir di Masjid Darul Amin dekat jembatan ambruk tersebut. “Saya mewakili warga, berharap segera diperbaiki, karena jembatan darurat ini sudah banyak yang patah dari tongkat galam itu,” pungkas Said.

Baca Juga:  Maraknya Perilaku Mesum di D'Top dan X2, Alumni Lemhannas: Propam Perlu Periksa Oknum Polres Sidoarjo

Jurnalistik : Gazali Rahman 

Redaktur : Kastalani Ideris





Tinggalkan Balasan

Scroll to Top