Indonesian Corruption Monitoring Bongkar Dugaan Korupsi Di RSUD Ulin Banjarmasin

Print Friendly, PDF & Email

SUAKA – BANJARMASIN. Sekelompok aktivis anti korupsi yang tergabung dalam satu Lembaga Swadaya Masyarakat “Indonesian Corruption Monitoring” disingkat ICM mendesak Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Kalsel Ade Adhyaksa untuk sungguh-sungguh dengan tuntas mengusut dugaan korupsi di RSUD Ulin Banjarmasin.

Menurut salah satu petinggi ICM, Taufik Hidayat SH MH menyatakan, dari sekian banyak laporan dugaan korupsi di RSUD Ulin, salah satunya dugaan gratifikasi yang duga diterima Direktur RSUD Ulin dr Suciati yang bertolak ke Thailand. Dimana keberangkatan ke Thailand tersebut dibiayai rekanan pemasok peralatan medis, PT Brown Medical Indonesia. “Kajati sebelumnya, sudah berkomitmen mengusut dugaan korupsi di RSUD Ulin Banjarmasin. Karena itu, Kajati yang baru juga kami minta komitmennya untuk menuntaskan dugaan korupsi ini,” papar Direktur LBH LEKEM KALIMANTAN ini kepada wartawan.

Sementara itu, salah satu pengurus LSM Aliansi Pemantau Korupsi (APEK) Kalsel, Muhammad Rafik SH.I mengatakan, di institusi RSUD Ulin Banjarmasin ini juga di duga adanya kasus gratifikasi perjalanan ke luar negeri, yakni Thailan, selain itupula menurut Rafik, jajaran RSUD Ulin juga diterpa banyak dugaan korupsi, seperti dugaan pemotongan dana proyek lima persen yang diperuntukkan THR karyawan rumah sakit itu sebanyak 2.000 orang. Tapi diduga, yang dibagikan hanya tiga persen. Sementara dua persen sisanya tidak diketahui rimbanya.

Baca Juga:  LEKEM KALIMANTAN DESAK PEMKAB BALANGAN BUAT PERDA PEMBATASAN MUATAN ANGKUTAN SEMEN CONCH

Selain itu, Rafik juga membeberkan adanya dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan berupa alat radioterapi untuk pengobatan pasien kanker yang rusak hanya masa pakai selama enam bulan, serta proyek pembangunan gedung baru senilai ratusan miliar rupiah yang tidak jelas pertanggungjawabannya.

Jurnalistik : Abi Wardani
Editorial/Redaktur : Sumarko





Tinggalkan Balasan

Scroll to Top