Seruyan Berencana Kembangkan Mangrove Sebagai Hutan Kota

Print Friendly, PDF & Email

suarakalimantan.com, Kuala Pembuang. Pemerintah Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah berencana mengembangkan hutan mangrove untuk dijadikan sebagai hutan kota di kabupaten tersebut.

“Kita memang ada rencana untuk membangun hutan kota berupa hutan mangrove,” kata Bupati Seruyan Sudarsono di Kuala Pembuang, Minggu.

Ia menjelaskan, pihaknya sengaja ingin membangun hutan kota berupa hutan mangrove karena Seruyan, khususnya Kuala Pembuang sebagai Ibu Kota Seruyan memiliki karakteristik daerah yang khusus berupa ekosistem pantai dan rawa.

“Saya merekomendasikan agar hutan mangrove yang dikembangkan seperti di Mangrove Center Balikpapan, Kalimantan Timur. Tapi mungkin jenis mangrove yang berbeda, kalau di Balikpapan pohonnya tinggi, sementara jenis pohon mangrove di tempat kita rendah dan rimbun,” katanya.

Ia mengatakan, berdasarkan hasil rapat perencanaan dengan sejumlah instansi terkait belum lama ini, pembangunan hutan kota berupa hutan mangrove akan dibangun di dekat Komplek Perumahan Dinas Pemkab Seruyan, tepatnya di belakang rumah jabatan Sekretariat Daerah (Sekda).

“Selain cocok untuk ditanami mangrove, lokasi itu juga dekat sehingga kalau bisa benar-benar dibangun akan mudah diakses oleh masyarakat,” katanya.

Baca Juga:  DPRD Provinsi Kalsel, Tinjau Peningkatan Jalan di Batola Diharapkan Rampung Tahun 2021.

Orang nomor satu di “Bumi Gawi Hatantiring” ini menambahkan, selain membangun hutan mangrove sebagai hutan kota, Pemkab Seruyan juga siap memfasilitasi masyarakat, khususnya masyarakat pesisir yang ingin mengembangkan hutan mangrove.

“Silakan masyarakat yang serius ingin mengembangkan hutan mangrove membentuk kelompok, dan kita dari pemerintah siap memfasilitasi, termasuk mendorong melalui pembiayaan,” katanya.

Menurutnya, masyarakat terutama yang tinggal di pesisir merupakan salah satu komponen penting dalam upaya pengembangan hutan mangrove, dan di beberapa daerah lain di Indonesia keberhasilan pengembangan hutan mangrove justru dimulai dari masyarakat sedang pemerintah hanya berperan sebagai fasilitator.

“Kita ingin di Seruyan juga seperti itu, ada masyarakat yang benar-benar fokus untuk mengembangkan hutan mangrove, dan pemerintah nantinya akan membantu apa saja kebutuhan masyarakat dalam mengembangkan mangrove,” katanya.





Tinggalkan Balasan

Scroll to Top