Ketua APDESI Banjar Tantang Sugianor Debat Hukum Agama Islam

Print Friendly, PDF & Email

Foto H. Ahmad Gazali Zainu

SUAKA – KALSEL. Menyeruaknya pernyataan H Sugianor A Fajar yang mengaku sebagai seorang ulama dan memproklamirkan gelar diri dengan panggilan ABAH GURU yang tersebar di Medsos terutama di youtube menuai kontroversi berbagai kalangan masyarakat di Kalimantan Selatan.

Diketahui, warga yang tinggal di Komplek Persada Raya I Jalur 2 No. 4 RT 021 RW 002 Desa Handil Bakti Kecamatan Alalak Kabupaten Barito Kuala Kalsel ini mengklaim dirinya merupakan seorang ulama dan penerima mandat langsung dari Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor untuk memantau Dana Desa di seluruh wilayah Kalimantan Selatan.

Seperti dikutip beberapa pernyataannya dalam youtube yang beredar, H Sugianor A Fajar mengklaim dirinya sebagai ulama, ditugaskan khusus oleh Gubernur Kalsel untuk mengawasi proses dana Desa, dan juga menasehati para Pambakal (Kepala Desa), CAMAT dan Bupati Se KALSEL.

Di GROUP www.suarakalimantan.com satu-satunya yang mengakui Sugianor sebagai ulama adalah Diananta, seorang wartawan dari Kabar Kalimantan, “Benar ini. Ulama Sugianor sukses menggalang opini publik lewat pemberitaan dg data valid yg dimiliki warga. Buktinya kades Kusairi no comment dulu.” tulis nya dalam via WA.

Baca Juga:  PDAM Kotabaru Mendukung Komisi III DPRD Tinjau Embung Serongga

Anggota GROUP www.suarakalimantan.com lainnya, Darma Jaya menulis “Sekedar info utk kwn2 yg ngarannya sugiannor itu dikampung kd dikenal sebagai ustad atau ulama kerna beliau kdd mempunyai majelis ,,rmh parak mesjid tp jarang taliat di mesjid,,,dikampung bapadah gawean kontraktor jer,,,! Itu sedikit infonya padahal banyak lg ,,!. “Sidin ulama di youtube hj kayanya,,hdk jd youtuber kira2,,!”.

Selanjutnya juga, “Kalo ulama yg benar2 ulama biasanya minimal kulusan pasantren…hapal quran dan hadist,,dll,,dan mempunyai etika sabagai ulama,,,tapi kalo kaya sidin itu belum pantas disebut ulama,,,kerna pengakuan sidin disalah satu medsos ,sidin kd pernah sekolah formal kd selesai ,,pasantren kd pernah ,,jd apa ngarannya itu,,,?” tulis Darma Jaya.

Dr Drs Muhammad Ramli SH M.Id mengungkapkan dalam tulisan nya di GROUP www.suarakalimantan.com “Ulama kayak beranggapan Tuhan Allah dan Nabi Muhammad serta agama Islam nangkaya ampun inya saurang. Sehingga merasa bisa menggunakan agama untuk mengutuk atau menyumpahi orang2 lain seeanknya sendiri. Ini orang berbahaya sekali. Mudahan umat di banua kada terpengaruh”. Dan di jawab oleh Ustadz Zainal Abidin dari Kintap “Itu lain ulama ngarannya..karbitan Nang bujurx,” tukasnya di Group www.suarakalimantan.com via Whatsapp. Dan masih banyak lagi yang tak termuat dalam pemberitaan media ini.

Baca Juga:  Wacana Pemindahan Ibu Kota Negara, Dinilai Hanya Pengalihan Isu Hasil Pemilu 2019

Sebagaimana pemberitaan di Kabar Kalimantan terbitan pada Sabtu 21 Oktober 2017, diantara terkutif : Tercetus ide pengawasan Dana Desa dibungkus misi dakwah, Sugianor lantas meminta restu kolega lamanya yang kini menduduki Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor. Lantaran karib lama, Sahbirin Noor meneken secarik kertas yang merestui Sugianor ikut mengawasi Dana Desa lewat dakwah.

Berbekal surat ini, Sugianor dan Rahmansyah, keliling ke-122 desa se-Kabupaten Barito Kuala. Kisruh baru muncul ketika Sugianor dakwah ke desa-desa yang masuk administrasi Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar. Sugianor membenarkan ada penolakan dari sebagian kecil kepala desa atas aktivitas dakwah tersebut.

Secara terpisah Ketua APDESI Kabupaten Banjar, H Ahmad Gazali Zainu mengatakan dirinya juga merasa dibuat pusing akibat kasus dari H Sugianor A Fajar ini yang mengaku dirinya sebagai ulama, “jika ingin berdebat masalah hari Kiamat, silakan datang ke Martapura dan temui saya H Ahmad Gazali Zainu, orang itu se akan-akan ahli agama, saya siap layani kapan saja berdebat masalah agama islam. Saya tunggu kedatangannya wahai kamu H Sugianor yang mengaku ulama,” himbaunya berujar kepada wartawan.

Baca Juga:  LSM AJAK Desak Kejari Martapura Sidik Tuntas Dugaan Kasus Korupsi KPU Banjar 

Begitu juga dalam shipment nya H Ahmad Gazali, via Whatsapp mengatakan, bahwa dia menghimbau kepada seluruh Kepala Desa se Kabupaten Banjar tidak melayani dan menolak kehadiran H Sugianor disaat bertandang ke desa-desa wilayah kabupaten Banjar.

“kami kd perlu nasehat pian sugigi ai biar surat datang dr langit ttp aja kd kami terima kehadiran pian.saya atas nama APDESI Kab Banjar menghimbau kpda semua pambakal tuk tdk MELAYANI dn menolak khadiran beliau…. dn kalu ada yg ketemu pesan saya silahkan temui ketua APDESI Kab Banjar H.Muhammad Gazali no telp 0811505444.” tegas mantan anggota DPRD Banjar 2004-2009 ini dalam tulisan nya. (TIM)

Foto H Sugianor dan Gubernur Kalsel





Tinggalkan Balasan

Scroll to Top