Pandangan Fraksi Demokrat Minta Pelayanan Gambut Raya Diperhatikan

Print Friendly, PDF & Email

SUAKA – MARTAPURA. Pemandangan Umum Fraksi Demokrat terhadap RAPBD 2018 dan Revisi Perda No. 2 Tahun 2012 tentang penyelenggaraan adminiatrasi kependudukan dalam sidang paripurna hari ini membuat suasana sidang Paripurna langsung riuh dengan teriakan Gambut Raya, Hidup Gambut Raya, Rabu (10/10/2017).

Pimpinan DPRD Banjar Iqbal Khalilurrahman dan Wakil Bupati Banjar H Saidi Mansyur pun saling pandang dan tersenyum serta sambil berbisik. Sedangkan, anggota dewan dan pejabat yang hadir dalam sidang paripurna itu pun langsung tersenyum-senyum sembari diantara mereka berteriak bersahutan Gambut Raya, hidup Gambut Raya.

Marbawi yang membacakan pemandangan umum Fraksi Demokrat dalam pemandangan umum itu menyebut wilayah Gambut Raya untuk daerah Aluh-Aluh, Beruntung Baru, Gambut, Tatah Makmur, Sungai Tabuk dan Kertak Hanyar.

“Kita minta perhatian serius pelayanan baik kependudukan dan infrastruktur untuk wilayah atas dan wilayah bawah daerah Gambut Raya,” ungkap Marbawi Pemandangan Umum Fraksi Demokrat di Paripurna tersebut.

Ditanya mengenai penyebutan wilayah Gambut Raya dalam pemandangan umum fraksinya, Marbawi mengakui bahwa maksud penyebutan Gambut Raya dalam pemandangan umum fraksi Demokrat dimaksudkan agar wilayah Gambut Raya itu tetap menjadi perhatian serius Pemkab Banjar karena daerah itu kondisi infrastrukturnya sangat tertinggal dibanding kecamatan lainnya di Wilayah Kabupaten Banjar.

Baca Juga:  Sejumlah Tokoh Bakal Ramaikan Pilkada Banjar Tahun 2020

“Ya maksud kita supaya daerah pinggiran baik wilayah atas seperti Paramasan, Sungai Pinang, Telaga Bauntung serta wilayah bawah seperti Aluh-Aluh, Beruntung Baru, Tatah Makmur, Sungai Tabuk benar-benar menjadi perhatian serius dari Pemkab Banjar,” ungkap Marbawi.

Secara terpisah, anggota DPRD Banjar lainnya, Jum’ani menyatakan, selama ini pembangunan di daerah wilayah Gambut Raya kurang diperhatikan, padahal ia bersama anggota DPRD Banjar Daerah Pemilihan Banjar II (kecamatan Martapura Barat, Sungai Tabuk, Kertak Hanyar dan Tatah Makmur) dan Banjar III (kecamatan Gambut, Aluh-Aluh dan Beruntung Baru) maksimal berjuang di Badan Anggaran DPRD Banjar.

“Jujur, kondisi infrastruktur di Wilayah Dapil II dan III sangat tertinggal, padahal kami sudah maksimal berjuang. Tidak salahkan, jika Gambut Raya menjadi kabupaten sendiri. Saya yakin kabupaten Banjar tidak akan miskin kalau Gambut Raya menjadi kabupaten sendiri ,” ujar politisi PKS ini. (TIM)





Tinggalkan Balasan

Scroll to Top