Gubernur Lepas 350 Pasukan Penjaga Perbatasan Indonesia-Malaysia

Print Friendly, PDF & Email

SUAKA, BANKARMASIN. Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor SSos MH melepas 350 prajurit dari Batalyon Infanteri 621 Manuntung untuk bertugas sebagai Pasukan Pengaman di pperbatasan Republik Indonesia-Malaysia, Senin (2/10/2017).

Acara pelepasan pasukan ini berlangsung lancar pada pagi hari (2/10) di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin. Pelepasan ini langsung dihadiri oleh Danrem 101 Antasari Kolonel Armed Muhammad Syafei Kasno, Staf Ahli Pangdam VI Mulawarman Kolonel Syaiful Aziz, Staf Kemenhan Kalsel Kolonel Inf Beni Wahyudi bersama undangan lainnya baik pejabat militer maupun sipil.

Sebanyak 350 pasukan pengamanan perbatasan Republik Indonesia-Malaysia diberangkatkan dengan menggunakan Kapal Perang Republik Indonesia 537 atau KRI Teluk Manado.

Pada kesempatan itu, Gubernur Kalimantan Selatan yang disapa akrab Paman Birin ini, meminta pasukan Batalyon Infanteri 621 Manuntung agar bisa berbaur dengan masyarakat perbatasan yang berada di Nunukan Kalimantan Utara. Pasukan ini yang akan bertugas selama sembilan bulan ini juga diminta menjaga kedaulatan NKRI serta mengamankan wilayah perbatasan Republik Indonesia-Malaysia, bebernya kepada wartawan.

Baca Juga:  Viral !!! Pemuda RI Asal Kandangan Kalsel jadi Imam Masjidil Haram Makkah

Kemudian Danrem 101 Antasari Kolonel Armed Muhammad Syafei Kasno memaparkan, sebelumnya ratusan pasukan pengamanan perbatasan dari Yonif 621 Manuntung sudah tiga bulan menjalani latihan pratugas di Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah.

Menurut Danrem wilayah tersebut dipilih sebagai tempat latihan, karena memiliki kemiripan kondisi geografis dengan lokasi di perbatasan Nunukan, sehingga personel tidak terlalu kaget dan cepat beradaptasi saat bertugas.

“Materi latihan tersebut antara lain komunikasi sosial kepada masyarakat, operasi intelijen, operasi militer selain perang, dan pendekatan kepada masyarakat serta antisipasi penyelundupan, baik itu narkoba, penjarah sumber daya alam, maupun senjata api,” tegas Muhammad Syafei Kasno kepada wartawan.

Selain itu, ia juga mengungkapkan bahwa pasukan yang besar dari Batalyon Infanteri 621 Manuntung akan bertugas di perbatasan Republik Indonesia-Malaysia menggantikan Batalyon Infanteri 611/Awl dari Samarinda, Kalimantan Timur. (TIM)





Tinggalkan Balasan

Scroll to Top