Minimnya Penerangan, Pulau Sebuku Harap PLN Sambungkan Aliran Listrik di Beberapa Desa

Print Friendly, PDF & Email

Peta

SUAKA, KOTABARU. Berbicara permasalahan energi listrik tidak bisa dipungkiri lagi, hal ini menjadi tonggak penting dalam setiap kehidupan kita sehari-hari. Tak dapat dipungkiri lagi jika listrik adalah salah satu energi yang paling dibutuhkan manusia untuk bertahan hidup. Sejatinya para manusia primitive dahulu tidak mengerti apa itu listrik, apa itu lampu, namun seiring dengan berkembang zaman, kita sangat membutuhkan pasokan listrik, terlebih lagi jika kita memiliki banyak peralatan. Hal ini tak terkecuali oleh Camat Pulau Sebuku Yudi Ridhani membenarkan lima desa di Kecamatan Pulau Sebuku hingga kini belum teraliri listrik dari PT PLN (Persero) Tbk.

Dijelaskannya bahwa Desa yang belum teraliri listrik antara lain Desa Kanibungan, Serakaman, Mandin, Belambus dan Desa Sekapung. Padahal mesin tambahan untuk perusahaan listrik di wilayah setempat sudah ada, ujar Yudi kepada wartawan.

Yudi juga membenarkan, selain lima Desa belum teraliri listrik. Tiga Desa lainnya yakni Desa Rampa, Sungai Bali, dan Desa Ujung (Tanjung Mangkok) mengalami krisis listrik.

Baca Juga:  Ketua DPRD Kotabaru Syairi Mukhlis, Visi Misi Tentang Pariwisata Barengi Tata Ruang RTRW

Oleh itu, dikarenakan operasional listrik di tiga Desa tersebut hanya beroperasi 12 jam (18.00-06.00) Wita. Kecuali hari Jumat dan Minggu serta hari libur Nasional listrik menyala sampai siang, itupun hanya sampai pukul 14.00 Wita. ujar Yudi, Rabu (20/9/2017).

Diakui Yudi, krisis listrik terjadi di tiga Desa tersebut, selain membuat aktivitas warga pada siang tidak optimal, terutama pemilik usaha yang bergantung pada daya listrik. Untuk pelayanan pemerintahan di kantor Camat, biaya operasional jadi tinggi karena setiap harus membeli bahan bakar minyak (BBM) premium untuk keperluan mesin genset. Tidak ada sekolah yang memiliki peralatan yang dioperasikan menggunakan daya listrik. “Usaha atau bisnis pun jadi lebih mahal, karena harus pakai genset. Dan pelaku usaha harus membeli BBM,” ujarnya.

Selanjutnya Yudi memaparkan, untuk keperluan pelayanan pemerintahan di kantor kecamatan, BBM diperlukan rata-rata 10 liter perhari dengan harga Rp 8-9 ribu perliternya.

Harapan kami, ujar Yudi Ridhani, mudah-mudahan pihak PT PLN (Persero) Jika mengetahui permasalahan di kecamatan kami ini, berkenan menyambungkan aliran listriknya ke beberapa Desa di wilayah Kecamatan Pulau Sebuku Kabupaten Kotabaru Propinsi Kalimantan Selatan yang masih belum teraliri penerangan listrik tersebut. (TIM)





Baca Juga:  Bang Dhin Apresiasi Pj.Gubernur Kalsel

Tinggalkan Balasan

Scroll to Top