Jum’ani Protes Keras, Tercatutnya Nama Sekretaris DPW PKS Kalsel Dalam OTT KPK

Print Friendly, PDF & Email


SUAKA – BANJARMASIN. Adanya pemberitaan dari media Kabar Kalimantan yang berjudul “Ini Enam Orang yang Ditangkap KPK di Banjarmasin – KabarKalimantan” mengenai data yang dihimpun Kabar Kalimanta, KPK meringkus Ketua… Usaini, dan anggota Kimisi II DPRD Bandarmasih, Awan Subarkah. …. Mendapat respons dari salah satu kader PKS Kabupaten Banjar, H. Jum’ani Shabran SH, Jum’at 15 September 2017.

Kepada wartawan suarakalimantan.com, Anggota DPRD Kabupaten Banjar dari PKS ini menyayangkan kelalaian pihak redaktur Kabar Kalimantan dalam membuat pemberitaan, “ini kan media online, semua orang cepat membacanya bagi yang punya elektronik canggih. Seharusnya sebelum memberitakan atau mempublikasikannya, cek dulu kebenaran dari sebuah berita itu,” ujarnya diketika mendatangi kantor redaksi suarakalimantan.com di Banjarmasin, Jum’at (15/9).

Dijelaskan dalam pemberitaan itu ada enam orang kena OTT oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) termasuk salah satunya Sekretaris DPW PKS Kalsel saudara Awan Subarkah S.TP. “Saya sebagai kader PKS meminta media online Kabar Kalimantan untuk meralatnya dalam sebuah pemberitaan lanjutan di media tersebut. Jika memang benar yang bersangkutan termasuk dalam OTT KPK jujur saya orang pertama yang marah besar dan menghendaki beliau di copot dari PKS, namun faktanya ini tidak benar, ” ujar Jum’ani paparnya dengan nada tinggi kepada wartawan Suara Kalimantan.

Baca Juga:  Penjarakan Saja Ahok 400 Tahun Lamanya

Ketua Advokasi Hukum Ikatan Wartawan Online Kalimantan Selatan, Aspihani Ideris mengucapkan permintaan maafnya atas pemberitaan di salah satu media online di Kalimantan Selatan yang tercatut nama orang dalam pemberitaan tidak benar, “saya atas nama media online Kabar Kalimantan meminta maaf atas kesalahan dalam pemberitaan tersebut. Insya Allah ini akan saya sampaikan ke pihak Kabar Kalimantan untuk meralatnya dalam pemberitaan selanjutnya, “ujar Aspihani kepada wartawan.

Disana ada pemberitaan yang bersifat spontanitas dan perlu cepat di publikasikan, di karenakan ini merupakan bagian berita terpanas adanya Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada malam Jum’at sekira pukul 21:21 Wita (14/09/2017) kemaren, pada akhirnya pembuatan relesannya tergesa-gesa dan tidak sempat mencek kebenaran sebuah berita yang akan dipublikasikan. “Insya Allah IWO Kalsel kedepannya akan mengadakan pelatihan jurnalistik bagi wartawan online, sehingga dalam perelesan pemberitaan akan teliti dan penuh kehati-hatian, ” tukas Aspihani. (TIM)





Tinggalkan Balasan

Scroll to Top