Polisi Tembak Mati Penyetrum Ikan, Hanya Karena Bawa Parang

Print Friendly, PDF & Email

Suara Kalimantan- Barabai. Sebanyak dua orang warga Sungai Buluh Kecamatan Labuan Amas Utara (LAU) Kabupaten Hulu Sungai Tengah Provinsi Kalimantan Selatan yang melakukan penyetruman ikan di wilayah Sungai Handil di Desa Kayu Rabah Kecamatan Pandawan ditembak mati oleh petugas Kepolisian Air dan Udara (Pol Airud) yang sedang melakukan patroli hanya karena mereka membawa senjata tajam tradisional berjenis parang.

Menurut Camat LAU Muhammad Anhar Selasa (29/8) dari info diterima kronologis kejadian diawali dari patroli yang dilakukan oleh Pol Airud bersama warga yang bertemu dengan sekelompok orang melakukan penyetruman ikan.

“Awalnya cuma diberikan tembakan peringatan namun massa yang mencapai 30 orang dikira membahayakan karena mereka menggunakan parang tergantung dipinggang, hanya dengan jarak sekitar 2 meter membuat petugas takut, setelah itu dengan alasan untuk menyelamatkan diri Pol Airud terpaksa melepaskan tembakan kearah mereka,” katanya.

Lebih lanjut dia menerangkan, kedua korban adalah warga Desa Sungai Buluh yang bernama Ibrahim terkena luka tembakan di bagian paha, sedangkan Arbain alias Ais Undal meninggal dunia ditempat kejadian dengan luka tembak di bagian bokong belakang.

Baca Juga:  Pertamina Pastikan, Pasokan Gas LPG di Kalsel Normal

Kedua korban, sebelumnya juga pernah kedapatan menyetrum, namun hanya disuruh menanda tangani surat perjanjian pada tanggal 11 Nopember 2016 yang lalu untuk tidak melakukan lagi. “Untuk para korban sudah dilarikan ke RSHD Barabai dan kondisi warga di lapangan juga sudah mulai kondusif,” katanya.

Saat ini, Kapolsek dan Koramil berupaya melakukan pendekatan kepada tokoh-tokoh masyarakat sekitar yang mereka juga menyesalkan kejadian mengakibatkan meninggal korban akibat polisi asal tembak. Sebelumnya, aparat keamanan maupun pemerintah daerah dan kecamatan, telah mengeluarkan himbauan untuk tidak melakukan penyetruman ikan lagi.

Kapolres HST AKBP Mugi Sekar Jaya melalui Kasat Reskrim AKP Fadillah mengatakan, saat ini pihaknya sedang melakukan pemeriksaan baik kepada petugas maupun saksi-saksi dari masyarakat serta masih mengumpulkan data-data di lapangan. “Kami bersama Bupati HST juga sudah menengok langsung para korban di RSHD Barabai dan untuk mayat Arbain sudah kami antar ke Kapolsek LAU untuk selanjutnya di bawa ke rumah keluarganya untuk disemayamkan,” katanya. (TIM)





Tinggalkan Balasan

Scroll to Top