Jalan Penghubung Banjar – Tanah Bumbu Segera Dibangun

Print Friendly, PDF & Email

SUAKA – BANJARBARU. Dibangunnya jalan baru yang akan menyatukan daerah Kabupaten Banjar dan Kabupaten Tanah Bumbu Provinsi Kalimantan Selatan berpotensi akan menimbulkan terjadinya perambahan hutan. Terlebih dinangunnya jalan yang mulus sepanjang 80 kilometer tersebut cukup lebar untuk dilalui angkutan besar, karena lebar jalannya mencapai 20 meter.

Untuk mengantisipasi perambahan hutan tersebut, Dinas Kehutanan Kalsel akan menunjang dengan pos penjagaan di beberapa titik jalan. Hal ini sebagaimana diutarakan Kepala Dinas Kehutanan Kalsel, Dr Hanif Faisol Nurofiq.  “Ini memang menjadi tantangan yang wajar jika akses makin mudah, maka itu ke depan juga akan diberikan pos penjagaan dan ini menjadi kewajiban kami di kehutanan untuk memikirkan atau mengantisipasi,” kata Hanif.

Disebutkan Hanif, sementara ini, Dishut Kalsel hanya bisa meningkatkan efektifitas dan mobilitas dari polisi kehutanan untuk giat berpatroli ke arah tersebut. Karena memang dikhawatirkan ada perambahan hutan di lokasi akses yang sudah terbuka tersebut.  “Namun untuk saat ini, karena masih ada banyak TNI, saya kira perambah tidak akan berani ke arah sana. Namun pada intinya kita akan melakukan hal tersebut karena sebuah kewajiban untuk menjaga hutan,” kata dia.  

Baca Juga:  MASYARAKAT PULAU SEMBILAN RESAH ATAS KAPAL PERINTIS KM SABUK NUSANTARA 55

Sekedar diketahui pembukaan akses di pedalaman jalur bebas hambatan dari Kabupaten Banjar ke Tanah Bumbu ini masuk dalam program prioritas Gubernur Kalsel Sahbirin Noor. Tekad itu, terus dilakukan dan progres sangat luar biasa. Di mana sudah ada akses jalan sepanjang 30 kilometer dari titik Desa Awang Bangkal Timur Kecamatan Karang Intan.

Sebelumnya, Kepala Dinas PMD Kalsel, Gusti Syahyar mengatakan, untuk kelanjutan pekerjaan tersebut kembali dianggarkan pada anggaran pendapatan dan belanja daerah perubahan (APBDP). 

Menurut Syahyar, pada tahun ini juga antara Kabupaten Banjar dan Tanbu sudah terhubung. Memang program tersebut merupakan skala prioritas gubernur untuk membuka akses isolasi desa. “Yang dikerjakan sudah 30 kilometer, sisa 48,2 kilometer lagi maka sudah tembus. Pada tahun depan tinggal pengerasan. Pekerjaan kami sampai pengerasan,” ujarnya 

Ia memaparkan dalam paparannya, anggaran yang dibutuhkan untuk pekerjaan lanjutan adalah lebih dari Rp 40 miliar. Syahyar menyebut, dari segi pendanaan harus dipersiapkan karena untuk merealisasikan program unggulan gubernur. Ia juga mengatakan, sebagaimana pesan gubernur dalam membangun badan jalan harus terhubung atau fokus pada satu titik. Bukan loncat dari satu titik ke titik lainnya, katanya.

Baca Juga:  TNI-Polri, Dinas PUPR dan Warga Tilahan Bersihkan Sungai

Menurutnya, jika tidak terhubung maka masyarakat belum bisa menggunakan. “Yang dilalui jalan ini ada sembilan desa. Tapi dibelakang yang terkena jalan sangat banyak desa-desa lainnya. Masing-masing desa nanti dibangunkan lagi koridor supaya masuk ke badan jalan,” jelasnya.

Didapatkannya, sepanjang jalan penghubung tersebut, rata-rata desa masuk kategori desa tertinggal. Karena tidak ada akses jalan dan fasilitas lainnya. Syahyar menyatakan, desa tertinggal itu dalam artian terisolasi. “Bila transportasi susah apalagi alat komunikasi susah termasuk desa tertinggal, di Kalsel ada 500an lebih desa tertinggal. Padahal desa di sana rata-rata punya potensi. Maka dari itu program ini untuk membuka isolasi desa. Sehingga mereka bisa memanfaatkan hasil bumi. Yang selama ini untuk memanfaatkannya melalui jalur sungai,” tuturnya.

Jurnalis : Ipriani 

Editorial : Zikir

Redaktur : Kastal





Tinggalkan Balasan

Scroll to Top