Rabu, Desember 12Menyuarakan Suara Rakyat Kalimantan

Islam Ajarkan Memaafkan Seseorang yang Meminta Maaf

Dalam proses untuk mengembangkan diri menjadi lebih baik dan dalam kehidupan sehari-hari, manusia tidak akan pernah luput akan yang dinamakannya dengan kesalahan ataupun kekhilapan. Hal itu merupakan hal yang wajar, karena tidak akan ada manusia yang sempurna terlepas ataupun luput dari sebuah yang dinamakan kesalahan. Kita sebagai manusia juga berkewajiban bisa untuk memaafkan kesalahan orang lain tersebut, bagi yang telah meminta maaf.

Alasan orang sulit memaafkan biasanya adalah karena hal tersebut sudah melukai hati yang paling dalam. Tetapi dalam sebesar apapun kesalahan tersebut, kita sebagai manusia harus mampu dan wajib untuk memaafkannya. Karena dengan begitu kita bisa terhindar dari bahaya tidak memaafkan, yaitu menghancurkan rantai dendam dalam diri dan melangkah menuju ke kehidupan yang lebih baik sebagaimana diterangkan dalam ayat Al-Qur’an dan Al-Hadits bahwa ketika manusia memaafkan dan melupakan kesalahan orang lain, maka Allah akan memberikan kepadanya ketenangan jiwa dan kekuatan untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

Jika kita ingin disebut sebagai orang bertaqwa kepada Allah SWT, kita wajib memberi maaf atas kesalahan orang lain tanpa harus ada permintaan maaf dan mempermasalahkan lagi kesalahan yang diperbuatnya. Jika kita berbuat dosa kepada orang lain, kita wajib meminta ampun kepada Allah. Permintaan maaf kepada orang lain penting untuk menjaga hubungan kita dengan sesama manusia dan agar kita terhindar dari sifat dendam yang dibenci dan sangat oleh Allah SWT.

loading...

Maaf dan Memaafkan dalam Al-Qur’an merupakan sesuatu hal sangatlah penting diketahui dan dilakukan oleh kita umat manusia, terutama kita sebagai umat Muslim. Allah mengajarkan kita tentang maaf memaafkan sesama manusia, dan sebagai seorang muin wajib memaafkannya seseorang yang khilaf berbuat salah, lalu meminta maaf. Karena memaafkan seseorang yang meminta maaf merupakan ciri seorang muslim yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT, seperti yang sudah tertulis di beberapa ayat-ayat Al-Qur’an dan Al-Hadist Nabi Muhammad SAW sebagai berikut:

Ayat Ayat Al-Qur’an:

  1. Wasaari’uu ilaa maghfiratin min rabbikum wajannatin ‘ardhuhaa alssamaawaatu waal-ardhu u’iddat lilmuttaqiina alladziina yunfiquuna fii alssarraa-i waaldhdharraa-i waalkaatsimiina alghayzha waal’aafiina ‘ani alnnaasi waallaahu yuhibbu almuhsiniina; (“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema’afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.”) – (QS. Al-Imran: 133-134).
  2. Khudzi al’afwa wa/mur bial’urfi wa-a’ridh ‘ani aljaahiliina; (“Jadilah engkau pema’af dan suruhlah orang mengerjakan yang ma’ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh.”) – (QS. Al-A’raf : 199).
  3. Qawlun ma’ruufun wamaghfiratun khayrun min shadaqatin yatba’uhaa adzan waallaahu ghaniyyun haliimun; (“Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik dari sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan si penerima). Allah Maha Kaya lagi Maha Penyantun.”) – (QS. Al-Baqarah : 263).
  4. In tubduu khayran aw tukhfuuhu aw ta’fuu ‘an suu-in fa-inna allaaha kaana ‘afuwwan qadiiraan;  (“Jika kamu melahirkan sesuatu kebaikan atau menyembunyikan atau memaafkan sesuatu kesalahan (orang lain), maka sesungguhnya Allah Maha Pema’af lagi Maha Kuasa.”)  – (QS. An-Nisa : 149).
  5. Walaman shabara waghafara inna dzaalika lamin ‘azmi al-umuuri;(“Tetapi orang yang bersabar dan memaafkan, sesungguhnya (perbuatan ) yang demikian itu termasuk hal-hal yang diutamakan.”) – (QS. Asy-Syura : 43).

    Meminta maaf di dalam Al-Qur’an tidak ditemukan ayat meminta maaf atas perbuatan yang telah kita perbuat kepada seseorang. Akan tetapi di dalam Al-Qur’an kita diajarkan untuk selalu meminta ampunan kepada Allah SWT, karena apabila kita berbuat kesalahan kepada orang lain, sesungguhnya kita telah berbuat dosa. Yang dapat mengampuni dosa-dosa kita adalah Allah SWT, sehingga kita meminta ampunan dari Allah SWT atas dosa kita tersebut.

    • Qaala yaa qawmi lima tasta’jiluuna bialssayyi-ati qabla alhasanati lawlaa tastaghfiruuna allaaha la’allakum turhamuuna; (“Dia berkata: “Hai kaumku mengapa kamu minta disegerakan keburukan sebelum (kamu minta) kebaikan? Hendaklah kamu meminta ampun kepada Allah, agar kamu mendapat rahmat.”) – (QS. An-Naml : 46).
    • Wa-ani istaghfiruu rabbakum tsumma tuubuu ilayhi yumatti’kum mataa’an hasanan ilaa ajalin musamman wayu/ti kulla dzii fadhlin fadhlahu wa-in tawallaw fa-inii akhaafu ‘alaykum ‘adzaaba yawmin kabiirin. (“Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertaubat kepada-Nya. (Jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu sampai kepada waktu yang telah ditentukan dan Dia akan memberikan kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya. Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa siksa hari kiamat.”) – (QS. Hud : 3).



      loading...

      Hadist-Hadist Nabi Tentang Memaafkan kesalaha orang lain yang artinya sebagai berikut:

      1. “Tidak halal apabila seorang Muslim menjauhi kawannya lebih dari tiga hari. Apabila telah lewat waktu tiga hari tersebut maka berbicaralah dengannya dan beri salam. Jika ia menjawab salam maka keduanya akan mendapat pahala dan jika ia tidak membalasnya maka sungguhlah dia kembali dengan membawa dosanya, sementara orang yang memberi salah akan keluar dari dosa.”(HR. Muslim).
      2. “Pintu-pintu surga akan dibukakan pada hari Senin dan Kamis, lalu Allah akan memberi ampunan kepada siapapun yang tidak menyekutukan-Nya kecuali seorang laki-laki yang berpisah dengan saudaranya. Maka Allah berkata: tangguhkanlah kedua orang ini hingga mereka berdamai, tangguhkanlah kedua orang ini hingga ia berdamai, tangguhkanlah kedua orang ini hingga mereka berdamai.” (HR. Muslim).
      3. “Maukah aku ceritakan kepadamu mengenai sesuatu yang membuat Allah memualiakan bangunan dan meninggikan derajatmu? Para sahabat menjawab; tentu. Rasul pun bersabda; Kamu harus bersikap sabar kepada orang yang membencimu, kemudian memaafkan orang yang berbuat dzalim kepadamu, memberi kepada orang yang memusuhimu dan juga menghubungi orang yang telah memutuskan silaturahmi denganmu.”(HR. Thabrani).
      4. “Sungguh aku benar-benar tahu akan penghuni neraka yang keluar terakhir dan penghuni surga terakhir yang masuk kedalamnya, yaitu mereka yang keluar dari nerka dengan merangkak dan mendatangi surga, tapi terkhayal padanya bahwa surga itu penuh lalu ia kembali pada Allah(hingga berkali-kali) Allah berkata: Masuklah ke dalam surga karena sesungguhnya telah menjadi milikmu bagaikan dunia dan sepuluh kali kelipatannya atau sepuluh kali lipat dunia. Orang itu berkata; Apakah engkau mengejekku. Dikatakan bahwa itu adalah penghuni surga yang rendah kedudukannya.” (HR. Bukhari).
      5. “Jika kamu membuat suatu kebaikan atau menyembunyikan atau memaafkan suatu kesalahan orang lain, maka sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Kuasa.” (HR. Bukhari).
      6. “Sesungguhnya Allah tidak menganiaya seseorang walaupun sebesar zarrah dan jika ada kebaikan sebesar zarrah, maka Allah akan melipatgandakan dan memberikan pahala yang besar di sisinya.” (HR. Bukhari).

        Demikianlah berbagai kumpulan ayat Al-Qur’an dan Al-Hadits tentang memaafkan kesalahan orang lain dalam islam. Mudah-mudahan semua ayat ayat Al-Qur’an dan Al-Hadits diatas bisa menyadarkan diri kita sebagai seorang muslim, bahwa memaafkan kesalahan orang lain yang sudah meminta maaf tersebut merupakan sebuah alat ukur keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT. Amin…###

        Bagikan via:

        One Comment

        Tinggalkan Balasan

        error: Maaf dilarang mengcopy-paste!
        %d blogger menyukai ini: