SHOPPING CART

close

Umbut dan Mandai Kuliner Khas Kalsel

Kuliner khas Kalimantan Selatan, begitu kaya. Diantara sekian banyaknya kuliner yang ada di Kalimantan Selatan diantaranya ada dua bahan masakan yang hanya digunakan di Kalimantan, yakni UMBUT dan MANDAI.
UMBUT

Umbut adalah tunas atau serabut pucuk pohon kelapa. Bentuknya mirip pangkal pohon pisang, warnanya putih, rasanya agak manis, mirip rebung namun tak berbau.
Umbut didapatkan dari pohon kelapa yang ditebang. Biasanya dipilih kelapa yang sudah tidak berbuah lagi. Usianya pun harus sangat muda agar Imbuh tersebut tidak keras dan empuk. Biasanya, pohon kelapa setinggi 7 meter yang memilikinya.

loading...

Seperti buah, Umbut dapat dimakan langsung layaknya buah. Umbut diyakini mengandung kadar air dan serat tinggi. Karenanya baik untuk kesehatan tubuh.

Orang dan biasa mengolah umbut menjadi sayur (gangan) dalam bahasa Banjar buat sajian makan. Biasanya gangan umbut ini jadi sajian istimewa yang selalu ada di pesta pernikahan dan saat berbuka puasa.

Umbut biasanya direbus bersama labu, ubi, rempah, dan sayap ayam atau bebek. Tersaji dalam wujud sayur berkuah santan. Bumbu, bahan, dan cara mengolahnya sederhana.

Anda tinggal mengiris tipis umbut, merebus santan, memasukkan umbut. Setelah itu, tambahkan potongan labu kuning, jagung pipil, kacang panjang, dan irisan bawang merah juga garam dan gula sebagai penambah cita rasa.

loading...

Rasa masakan ini tidak terlalu kuat. Kadar manis, asin, dan gurihnya cenderung standar jadi Anda bisa menyantapnya bersama berbagai lauk.

Post melansir, sayur umbut kini termasuk langka karena faktor kesulitan bahan. Maklum untuk mendapatkan sebongkah umbut saja, Anda harus menunggu waktu bertahun-tahun. Itu pun harus dengan menebang pohon kelapa.

MANDAI

loading...

Selain umbut, masyarakat Banjarmasin juga mengenal mandai yang terbuat dari kulit buah cempedak (tiwadak) atau kulit buah nangka atau buah tarap muda yang difermentasi. Ya, jika di daerah lain cempedak (tiwadak) atau nangka hanya dimanfaatkan daging buahnya saja, warga asli suku Banjar maupun suku Dayak justru mengolahnya menjadi sajian lezat.
Cempedak (tiwadak) mirip nangka. Hanya saja, nangka berbuah sepanjang tahun sementara cempedak (tiwadak) hanya berbuah di musim hujan, biasanya beberapa bulan sebelum akhir tahun. Di pasar daerah Kalimantan Selatan, Anda bisa menemukan mandai tersebut dipasar-pasar tradisional.

Untuk mendapatkan mandai, Anda perlu buah cempedak (tiwadak) atau nangka matang. Kulit luar yang hijau kuning kecokelatan dikupas, isinya dikeluarkan, hingga tersisa kulit bagian dalam berwarna putih kekuningan.

loading...

Baru, proses fermentasi dimulai. Setelah itu potong, rendam dengan air garam selama paling tidak 7 hari (dijaruk) supaya rasanya enak,cuci bersih, dan remas hingga agak kering. Dan jadilah mandai yang siap diolah. Sebenarnya Mandai yang baru diolah juga enak dimasak, cuma rasanya masih manis,.tidak seperti Mandai yang di jaruk sekitar seminggu, rasanya lebih nikmat. ### (SUARA KALIMANTAN)

Bagikan via:
loading...
Tags:

0 thoughts on “Umbut dan Mandai Kuliner Khas Kalsel

Tinggalkan Balasan

  • Popular
  • Most Comments
  • Lastest
2019 Jalan Sungai Durian Menuju Simpang Empat Banian Akan Kembali Di Tingkatkan
Kapuspenkum Kejagung Tegaskan Kasus Kunker DPRD Banjar Tetap Proses Hukum
Satpol PP Tangkap dan Gunduli Dua Anak Punk
LEKEM KALIMANTAN Menduga, Proyek Gedung Laboratorium Sains dan Teknologi Tala Bermasalah
Ketum KIB Saran Bentuk TIM Kasus 98 & Sambut Baik Bentuk TIM Tuntaskan Kasus Novel
Tersiar Khabar Ayam Mati Akibat Vaksinasi, Kementrian Turunkan Tim Investigasi Ke Sinjai
Melalui Program (JMS) Kejari Kapuas Berikan Penyuluhan dan Penerangan Hukum dikalangan Pelajar
Refleksi Ibadah Bersama ASN, Sarmi Papua Aman dalam Lindungan Tuhan
Kemendiknas Tindaklanjuti surat edaran KadisdikBud Prov. Kalsel, Tentang Unas Thn 2018 – 2019.
Kemensos: Agar Kegiatan Bantuan Tepat Sasaran
Cek Data Sebagai Pemilih di Pemilu 17 April 2019
Di Makkah Habib Rizieq Shihab Do’akan, Ustadz Arifin Ilham Kondisinya Membaik
Kebakaran, Langgar Bintang Panglima Batur Juga Di Lalap Api
Wakil Ketua DPRD Tanbu Angkat Bicara Terkait Rusaknya Jalan Penghubung Dua Desa di Satui
Pemkot Jakbar Gandeng Team Jatanras Polres, Amankan HBKB kota Tua
Moeldoko Minta Relawan Jokowi Pasang Baliho Jokowi-Ma’ruf Amin
Rifka Jaya Soroti Merosotnya Perekonomian Di Era Presiden Jokowi
Warga Keluhkan Jalan Penghubung di Satui Kalsel Rusak Berat
Soroti Polemik Hi-Tech Mall Surabaya, APTIKNAS JATIM Siap Berkontribusi
Kapolresta Minta Maaf Atas Pengusiran Wartawan Saat Meliput Berita
error: Maaf dilarang mengcopy-paste!
%d blogger menyukai ini: