Listrik Sering Padam, Ratusan Massa AJAK Geruduk PT. PLN Wilayah Kalselteng

Print Friendly, PDF & Email

SUAKA – BANJARBARU, Aksi Demontrasi yang dilakukan oleh sedikitnya 250 massa, dari ormas, LSM, para tokoh masyarakat, dan Kelompok Kepemudaan di Kalimantan Selatan dan Tengah yang mengatasnamakan diri mereka “MELAWAN KADAP” di bawah koordinator Aliansi Jaringan Anak Kalimantan (AJAK), Rabu (13/4) di depan Kantor PLN Kalselteng sempat membuat heboh aparat Kepolisian.

Pasalnya pada surat ijin aksi demontrasi memprotes PT PLN (Persero) terkait masalah krisis Kelistrikan di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah, yang ditujukan kepada Polda Kalsel, massa yang akan dikerahkan lewat surat pemberitahuan dibawah koordinator Aspihani Ideris berjumlah sekitar seribu orang. Kenyataannya dalam aksi tersebut massa yang turun hanya sekitar 250 orang saja. Setelah melakukan aksi long march, massa berorasi di depan halaman PLN Kalselteng.

Dalam aksi ratusan masa tersebut menuntut pihak PLN jangan asal memadamkan listrik tanpa alasan yang di anggap oleh mereka tidak masuk akal, apalagi saat itu sudah menjelang bulan Ramadhan. Dalam aksi masa tersebut, sempat terjadi aksi dorong dalam jalannya demontrasi tersebut dengan pihak aparat pengamanan. Beruntung pihak Kepolisian tidak terlancing amarah, dan akhirnya aksi berjalan dengan damai.

Baca Juga:  Danrem 101/Ant, Sasana Tinju Baru Harapan Dapat Cetak Atlet Profesional Banua

Kapolres Banjarbaru AKBP Harun Yuni Aprin kepada puluhan wartawan yang mewawancarainya mengatakan, sebagai personil Kepolisian pihaknya berfungsi untuk melayani, dan mengamankan Aksi Damai Demontrasi tersebut.

Total personil Kepolisian yang diturunkan berjumlah 1500 orang, terdiri dari 292 personil Polres Banjarbaru, dibantu personil Polres Banjar, Sat Brimobda Kalsel, dan Sabhara Polda Kalsel, baik yang berpakaian resmi maupun berpakaian sipil.

“Kita dapat informasi massa yang akan diturunkan dalam aksi demontrasi hari ini berjumlah seribu orang lebih, wajar saja kalau kita menurunkan personil sebanyak itu. Pengamanan yang dilakukan harus melihat kemungkinan terburuk, agar tidak gelabakan dilapangan,” ungkap Harun Yuni Aprin kepada wartawan.

Pantauan wartawan, akhir dari aksi massa tersebut di laksanakannya mediasi dan kesepakatan antara pihak pendemo dan pimpinan PT PLN (Persero) Wilayah Kalselteng, bahwa GM PLN Wilayah Kalselteng Purnomo dan Aspihani Ideris sebagai ketua koordinator aksi akan melanjutkan pertemuan kembali dengan Dirut PT PLN (Persero) beserta Kementerian ESDM di Jakarta dalam waktu 2 minggu ke depan sejak aksi demontrasi dilakukan pada hari ini, Rabu (13/4/2016).

Baca Juga:  HUT TNI Ke - 75, Mengusung Tema Sinergi Untuk Negeri

Jurnalis : Gusti Rizali Noor





Tinggalkan Balasan

Scroll to Top