Muhidin Mundur Pimpin PAN Kalsel

Print Friendly, PDF & Email

SUAKA – BANJARMASIN. Belum sebulan PAN Kalsel digemparkan kemunduran kader muda PAN Kalimantan Selatan terbaik seperti H Aspihani Ideris SAP SH MH, Sadjali Arsyad Abdis, Badrul Ain Sanusi Al Afif SAg MH, Yudhi Wahyuni SE dan banyak kader PAN terbaik lainnya yang mengundurkan diri sebagai pengurus PAN dan anggota PAN. Dan kini giliran Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Amanat Nasional (PAN) Kalimantan Selatan yang baru terpilih H Muhidin mengundurkan diri dari partai berlambang matahari terbit ini.

Kabar mengejutkan ini diucapkan Sekretaris DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Kalsel, H Jumanhuri SPd MPd. tentang pengunduran diri H Muhidin sebagai ketua DPW PAN Kalsel, “Ketua DPW PAN Kalsel H Muhidin sudah mengirimkan surat pengunduran dirinya sebagai ketua partai tersebut pada akhir Januari 2013 tadi. Mengenai alasannya kita tidak mengetahuinya apa dan mengapa beliau sampai nmengundurkan diri sebagai Ketua DPW PAN Kalsel”.

Sebelumnya Muhidin menjabat Ketua DPW Partai Bintang Reformasi (PBR) Kalsel. Berkat partai itu pula, Muhidin bisa memenangi pemilikada sehingga menjabat Wali Kota Banjarmasin. Diketahui H Muhidin menjabat sebagai Ketua terpilih DPW PAN Kalsel melalui musyawarah wilayah bulan Februari 2011 mengalahkan kader muda PAN Surya Iman Wahyudi SH MH.

Baca Juga:  ADVOKAT PARTNER MASYARAKAT PENCARI KEADILAN

“Pengajukan surat pengunduran diri H Muhidin sudah disampaikan dan dibawa langsung oleh Emmy Larasati SE ke DPP PAN,. Kami menunggu keputusan DPP PAN saja, apakah menerima pengunduran diri H Muhidin tersebut atau tidak,” ujar Jumanhuri, kemarin.

Dia mengatakan, jika DPP PAN mengabulkan pengunduran diri H Muhidin, PAN tidak akan ‘melempem’. Kita masih banyak kader yang berpeluang memimpin DPW PAN Kalsel. “Kami menunggu petunjuk DPP PAN, langkah-langkah apa yang akan kami ambil untuk PAN Kalsel ini. Tunggu saja. Semua kader di PAN berpeluang menjadi Ketua DPW PAN Kalsel, tidak terkecuali diri saya sendiri. Tinggal mekanisme partai yang menentukan,” tegasnya seraya mengubar senyum kepada wartawan Suara Kalimantan.

Informasi yang didapat media ini kader yang akan menggantikan H Muhidin sebagai Ketua DPW PAN Kalsel adalah Ir H Gusti Kadarusman, namun informasi dari orang terdekat H Muhidin pengganti terkuat adalah Jumanhuri SPd.

Diketahui pula, Ir Sogeng Sosanto, Drs Jumadri Masrum, H Jumanhuri SPd MPd dan H Abdul Wahid, Senin (18/2) minggu ke tiga bulan Februari DPW PAN akan melaksanakan rapat Koordinasi membicarakan kemunduran orang nomor satu di PAN Kalsel ini sekaligus mengajukan nama-nama pengganti H Muhidin sebagai ketua DPW PAN Kalsel, menurut sumber yang bisa dipercaya.

Baca Juga:  Pastikan Subsidi Listrik Rumah Tangga Tepat Sasaran Melalui Aplikasi Peduli

H Gusti Kadarusman dan Drs Jumadri Masrum saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua DPW PAN Kalsel 2010-2015, begitu juga H Abdul Wahid. Abdul Wahid sekarang terdaftar sebagai Calon Bupati Tanah Laut mendatang ini, H Jumanhuri S.Pd, M.Pd menjabat sebagai Sekretaris DPW PAN Kalsel dan sedangkan Ir Sogeng Sosanto menjabat sebagai Wakil Sekretaris DPW PAN Kalsel dan juga saat ini aktif sebagai anggota DPRD Provinsi Kalimantan Selatan.

Hingga malam tadi, H Muhidin belum bisa dikonfirmasi, baik Handponenya tidak bisa dihubungi. Beberapa kali dihubungi oleh awak media suarakalimantan.com via telepon selalu tidak aktif dan SMS, tidak pernah ada balasan.

Ketua Umum DPP PAN Ir Hatta Rajasa mengungkapkan ada tujuh partai yang tidak berhak ikut pemilu, bergabung dengan partainya. ‘Suntikan’ parpol-parpol itu diyakini dapat mendongkrak perolehan suara PAN di Pemilu 2014.

“PNBK, PBR, PDP, saya tidak usah sebut satu-satu tapi ada sekitar tujuh, sebagian menjadi caleg. Mereka sudah Kontrak politik, berjanji siap terima sanksi, seperti di-PAW atau berhenti, dan sebagainya,” kata Hatta di sela-sela temu kader dan pembekalan caleg PAN di JIExpo Kemayoran.

Baca Juga:  Pengungsi Korban Banjir Berangsur Pulang, Misi kemanusiaan Telah Berakhir "Prajurit Phaskas TNI - AU Mohon Pamit Kembali ke Markas

Masih tentang dinamika politik nasional, pengusaha Harry Tanusoedibjo memutuskan bergabung dengan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura). Sebelumnya dia adalah ketua Dewan Pakar Partai NasDem. Di Partai Hanura, Harry langsung mendapat jabatan ketua Dewan Pertimbangan. Esksodus dia diikuti ‘gerbong’ mantan kader NasDem.

Partai Gerakan Indonesia Rakyat (Gerindra) juga mendapat suntikan pendukung. Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU) yang gagal lolos ke pemilu merapat ke partai yang didirikan Prabowo Subianto itu.

“Saya katakan akan ada kekuatan-kekuatan lain yang akan bergabung ke Gerindra,” tegas Prabowo.(TIM)





Tinggalkan Balasan

Scroll to Top