Senin, Juli 16

Artikel

Kematian Wartawan M. Yusuf dari Kalsel Harus Di Ungkap

Kematian Wartawan M. Yusuf dari Kalsel Harus Di Ungkap

Artikel, Borneo, Hukum & Kriminal, Kalsel, Nasional
Foto : Mayjend (Purn) Drs. H. Hendradji Soepandji, S.H. SUAKA. Mantan Aspam Kasad dan Puspom TNI Mayjend (Purn) Drs. H. Hendradji Soepandji, SH yang saat ini berada di Negara Yordania, mendukung mengusut tuntas atas meninggalnya Wartawan M. Yusuf ditahanan Polres Kota Baru Kalimantan Selatan pada tanggal 10 Juni 2018 yang lalu. Dukungan mengusut tuntas meninggalnya wartawan tersebut, terus mengalir dari pelbagai pihak, baik Senator Fachrul Razi dan Politisi Senayan lainnya, pengacara beken Eggi Sudjana, hingga mantan Menkopolhukam Laksamana TNI (Pur) Tejo Edhi. "Kasus meninggalnya wartawan M. Yusuf, wartawan dari Kotabaru Kalimantan Selatan ini harus di benar-benar diselidiki dan hukum harus ditegakan, kendati langit bakal runtuh, serta " tandas Hendardji yang juga Ketum Komite Seni B...
Ini Tanggapan PPWI terkait Viral Video Pria Berkaos Polisi Tendang Perempuan di Pangkal Pinang

Ini Tanggapan PPWI terkait Viral Video Pria Berkaos Polisi Tendang Perempuan di Pangkal Pinang

Artikel, Borneo, Headline, Nasional
SUAKA - PPWI, BANGKA BELITUNG -- Beredarnya video viral pria berkaos oranye bertulis Polisi menendang dan memukul perempuan di sebuah toko di Pangkalpinang, Bangka Belitung selain disikapi serius dari Polda Bangka Belitung, akan tetapi juga mendapat tanggapan dari berbagai elemen masyarakat di Indonesia, salah satunya dari Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI). Berikut Tanggapan PPWI terkait Viral Video Pria Berkaos Polisi Tendang dan Pukul Perempuan di Pangkal Pinang di masyarakat yang diterima Redaksi PpwiNews.com, pada Jumat 13 Juli 2018: Berdasarkan Informasi dari Bidhumas Polda Babel yang ditujukan kepada Kadiv Propam Polri disebutkan bajwa, pada Rabu 11 Juli 2018 sekira pukul 19.00 wib telah terjadi tindak pidana 'PENCURIAN' di mini market APRI MART milik an.AKBP M.YUSUF kasub...
Sumpit Salah Satu Senjata Khas Kalimantan

Sumpit Salah Satu Senjata Khas Kalimantan

Artikel, Borneo, Nasional
SUAKA - KALIMANTAN. Sumpit adalah salah satu senjata yang sering digunakan oleh suku Dayak, suku Banjar maupun oleh masyarakat Melayu. Senjata ini terbuat dari kolong bambu dan mata anak sumpit agar bagi yang terkena bisa mati, maka mata anak sumpit tersebut diolesi dengan getah pohon ipuh atau pohon iren. Dari segi penggunaannya sumpit atau sipet ini memiliki keunggulan tersendiri karena dapat digunakan sebagai senjata jarak jauh dan tidak merusak alam karena bahan pembuatannya yang alami. Dan salah satu kelebihan dari sumpit ini memiliki akurasi tembak yang dapat mencapai 218 yard atau sekitar 200 meter. Dilihat dari bentuknya sumpit, sumpit memiliki bentuk yang bulat dan memiliki panjang antara 1,5-2 meter, berdiameter sekitar 2-3 sentimeter. Pada ujung sumpit ini diolah sasaran bid...
Syamsuddin Noor, Pahlawan Banua Kalsel 

Syamsuddin Noor, Pahlawan Banua Kalsel 

Artikel, Headline
Oleh : Aspihani Ideris (Ketua Umum Aliansi Jaringan Anak Kalimantan "AJAK") SUARA KALIMANTAN (SUAKA). Jika kita datang dari luar daerah propinsi naik pesawat atau kita pulang ke Kalimantan Selatan, tentunya kita akan mendarat di sebuah bandara yang terletak di daerah Landasan Ulin, Kota Banjarbaru, yang dinamakan bandara tersebut Bandara Syamsuddin Noor. Tidak banyak warga Kalimantan Selatan sendiri yang mengetahui jelas tentang, siapa sebenarnya Syamsuddin Noor atau nama kepanjangannya Kapten Pnb Anumerta Muhammad Syamsudin Noor, yang mana nama tersebut melekat di bandara milik Propinsi Kalimantan Selatan. Nama lengkap Syamsuddin Noor adalah Muhammad Syamsudin Noor, berpangkat Kapten Pnb Anumerta. Beliau merupakan seorang putra Kalimantan Selatan sendiri, bersuku Banjar, agama.Islam ...
Hasil Survey, Remaja Putri Banjarmasin 65 % Tidak Perawan

Hasil Survey, Remaja Putri Banjarmasin 65 % Tidak Perawan

Artikel, Nasional
Diterbitkan oleh: media online Suara Kalimantan Sumber : Lembaga Pemerhati Masyarakat (LEMPEMA) Hasil investigasi dan survei Lembaga Pemerhati Masyarakat "LEMPEMA" dari tahun 2014-2016 bahwa ternyata 65% remaja putri di Banjarmasin pernah melakukan hubungan seks pranikah alias tidak perawan lagi. Sedangkan pada remaja pria, data angka persentasenya sedikit lebih besar lagi.  Kesucian bukan sesuatu yang begitu berharga bagi beberapa remaja putri masa kini. Sementara, mahkota keperawanan sia-sia direnggut sang pacar hanya karena rasa cinta yang berlebihan dan itu pula yang tidak menutup kemungkinan dapat menjerumuskan ke lembah prostitusi. Survei Lembaga Pemerhati Masyarakat "LEMPEMA" pada 2014-2016 selama 2 tahun patut dicermati. Sebanyak 65 persen pelajar SMP/MTs, siswi SMA/SLTA...
Penjarakan Saja Ahok 400 Tahun Lamanya

Penjarakan Saja Ahok 400 Tahun Lamanya

Artikel, Headline, Nasional
Oleh : Ahmad Syafii Maarif Jika dalam proses pengadilan nanti terbukti ternyata terdapat unsur pidana dalam tindakan Ir Basuki Tjahaja Purnama MM alias Ahok pada 27 September 2016 itu, saya usulkan agar dia dihukum selama 400 tahun saja atas tuduhan menghina Al-Qur'an Surah Al-Maidah ayat 51, kitab suci umat Islam, sehingga pihak-pihak yang menuduh terpuaskan tanpa batas, walaupun yang bersangkutan sudah meminta maaf.  Biarlah generasi yang akan datang yang menilai berapa bobot kebenaran tuduhan itu. Sebuah generasi yang diharapkan lebih stabil dan lebih arif dalam membaca politik Indonesia yang sarat dengan dendam kesumat ini. Saya tidak tahu apakah di KUHP kita terdapat pasal tentang rentang hukuman sekian ratus tahun itu? Jika tidak ada, lebih baik ciptakan pasal itu dan Ahok ...
Haramnya Istri Menolak Ajakan Suami Berhubungan Intim

Haramnya Istri Menolak Ajakan Suami Berhubungan Intim

Artikel, Headline, Nasional
By_ Aspihani Ideris SUARA KALIMANTAN. Bagi kalangan awam telah terjadi pemahaman bahwa pada malam Jum’at itu disunnahkan berhubungan intim suami istri, bahkan sekarang ini sangat populer kesiangan status di facebook, BBM maupun di twitter dan lain-lainnya kalimat "Malam Jum'at, malam afdhal membunuh Yahudi". Memang ada hadits yang barangkali bisa dijadikan dalil, namun ada pemahaman yang kurang tepat yang dipahami oleh mereka. Dari Aus bin Aus, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: مَنْ اغْتَسَلَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَغَسَّلَ ، وَبَكَّرَ وَابْتَكَرَ ، وَدَنَا وَاسْتَمَعَ وَأَنْصَتَ ، كَانَ لَهُ بِكُلِّ خُطْوَةٍ يَخْطُوهَا أَجْرُ سَنَةٍ صِيَامُهَا وَقِيَامُهَا “Barangsiapa yang mandi pada hari Jum’at dengan mencuci kepala dan anggota badan lainnya, lalu ia
Masyarakat Loksado Jual Bambu Berupa Rakit atau Lanting

Masyarakat Loksado Jual Bambu Berupa Rakit atau Lanting

Artikel, Headline
SUAKA - KANDANGAN. Selain berkebun dan bertani penghasilan masyarakat Suku Dayak pedalaman Kalimantan Selatan yang berada di Loksado Kabupaten Hulu Sungai Selatan Provinsi Kalimantan Selatan, mereka juga mendapatkan penghasilan tambahan dari menjual bambu atau paring. Loksado berada 37.5 Kilometer dari kota Kandangan, ibukota kabupatan Hulu Sungai Selatan (HSS) atau 172.5 Kilometer dari Banjarmasin. Di Loksado ini banyak sekali terdapat obyek wisata alam yang bisa anda kunjungi dan nikmati, misalnya seperti pemandangan alam, trekking, pemandian air panas, air terjun, bamboo rafting, dan budaya balai adat. Bambu atau paring tersebut sesudah ditebang, lalu dibikin rakit atau lanting dengan cara dikumpulkan dan disusun, lalu diikat keliling. Awalnya, rakit atau lanting bambu (bamboo rafti...
Pemda Manokwari Wacana Musnahkan Keberadaan Islam

Pemda Manokwari Wacana Musnahkan Keberadaan Islam

Artikel, Headline, Hukum & Kriminal, Nasional, Politik
SUAKA. Raperda Manokwari Kota Injil belum disahkan karena menunggu verivikasi kelayakan, namun tidak menutup kemungkinan dalam akhir tahun ini Perda tersebut sudah disahkan. Bupati dan DPRD minta Raperda ditinjau ulang, terutama yang menyangkut agama Islam, antara lain larangan jilbab, gema azan.dan lain-lain. Global Future Institute (GFI) menengarai, gagasan Raperda tersebut sebagai dijadikan pintu masuk bagi para misionaris Kristen/Katolik sebagai kedok dari operasi aparat intelijen Asing. Di balik Raperda ini ada konspirasi pihak Amerika dan beberapa negara Uni Eropa untuk menerapkan skenario memecah-belah Papua. Hingga saat ini Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Manokwari belum membahas Rancangan Peraturan Daerah tentang Manokwari sebagai Kota Injil. Sejak digagas pada h...
Sejarah Kesultanan Kotawaringin

Sejarah Kesultanan Kotawaringin

Artikel, Headline, Kalteng
Oleh: DR. Ali Fadhillah Di terbitkan oleh : SUARA KALIMANTAN RAJA IX Kesultanan Kotawaringin, Pangeran Ratu Imanuddin pada tahun 1809 pada saat itu memiliki ide untuk memindahkan pusat kerajaan, yaitu dari daerah aliran sungai (DAS) Sungai Lamandau ke DAS Sungai Arut. Pusat kerajaan baru itu, selesai dibangun pada tahun 1811. Sejak itu ibukota kerajaan Kotawaringin dipindahkan ke Pangkalan Bun yang mana untuk pertama kalinya diperkenalkan dengan nama Bandar Sukabumi. Sejak itu,  Pangkalan Bun  pada tahun 1811 resmi menjadi ibukota Kerajaan yang kedua. Situs Pangkalan Bun merupakan area paling kompleks di antara situs-situs pemukiman terdapat di daerah Kotawaringin, karena ia telah menjadi obyek perluasan kota modern. Meskipun demikian, sisa-sisa bangunan dan beberapa kelompok...
error: Maaf dilarang mengcopy-paste!